JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 3 Oktober 2026, Kabar duka datang dari lingkungan DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Muhammad Lisman Puja Kesuma, Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, meninggal dunia pada Sabtu, 3 Oktober. Kepergian tersebut menjadi kabar kehilangan bagi lembaga legislatif daerah, khususnya bagi jajaran Fraksi Gerindra yang selama ini bekerja bersama almarhum dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan.
Kabar wafatnya Muhammad Lisman Puja Kesuma dikonfirmasi oleh Wakil Ketua DPRD DIY Budi Waljiman. Konfirmasi itu memastikan informasi mengenai meninggalnya politikus tersebut, sekaligus menyampaikan suasana duka yang menyelimuti DPRD DIY. Budi Waljiman menjadi salah satu pihak yang menyampaikan kabar tersebut kepada publik.
Semasa menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY, Muhammad Lisman Puja Kesuma menjalankan peran dalam mengoordinasikan sikap dan kerja fraksi di lingkungan dewan. Posisi tersebut menempatkannya sebagai salah satu figur penting dalam aktivitas politik dan pembahasan kebijakan di DPRD DIY. Namun, kabar mengenai wafatnya disampaikan secara singkat tanpa keterangan lebih lanjut mengenai rangkaian kegiatan setelah kepergiannya.
Berita ini menjadi perhatian karena almarhum merupakan bagian dari unsur pimpinan fraksi di DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Ungkapan belasungkawa pun ditujukan kepada keluarga, kerabat, serta rekan-rekan kerja yang ditinggalkan. Informasi mengenai tempat dan waktu pemakaman belum dipastikan, sehingga keterangan tersebut masih menunggu penyampaian resmi dari pihak keluarga atau pihak terkait. Untuk saat ini, inti kabar yang telah dikonfirmasi adalah wafatnya Muhammad Lisman Puja Kesuma pada Sabtu, 3 Oktober.
Budi Waljiman menyampaikan bahwa informasi mengenai kondisi Muhammad Lisman Puja Kesuma diterimanya pada Sabtu sore. Sekitar pukul 16.00 WIB, ia mendapat kabar bahwa Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY tersebut mengalami serangan jantung ketika berada di salah satu rumah sakit di Jakarta. Keterangan itu menjadi informasi awal yang beredar mengenai kondisi Lisman sebelum kabar lebih lanjut disampaikan kepada publik.
Namun, penyebutan serangan jantung tersebut masih berkedudukan sebagai dugaan berdasarkan informasi yang diterima Budi. Belum ada penjelasan medis lebih rinci yang disampaikan dalam keterangan tersebut untuk memastikan penyebab kondisi Lisman. Karena itu, informasi mengenai dugaan serangan jantung perlu dipahami secara hati-hati dan tidak diperlakukan sebagai kepastian medis sebelum terdapat keterangan resmi dari pihak keluarga, rumah sakit, atau pihak berwenang.
Budi juga mengungkapkan rasa terkejut karena baru menerima kabar tersebut pada sore hari. Pernyataan itu menunjukkan bahwa informasi mengenai kondisi Lisman datang secara mendadak dan tidak diperolehnya sejak awal. Waktu penerimaan kabar, yakni sekitar pukul 16.00 WIB, menjadi bagian penting dalam kronologi informasi awal yang ia sampaikan. Budi tidak menjelaskan lebih jauh mengenai waktu kejadian, kondisi medis Lisman, maupun hasil pemeriksaan di rumah sakit.
Dengan demikian, keterangan Budi terutama menggambarkan kapan ia memperoleh informasi dan isi kabar yang diterimanya pada saat itu. Detail mengenai dugaan serangan jantung masih memerlukan konfirmasi dari sumber medis atau keluarga. Sikap tersebut diperlukan agar pemberitaan tetap akurat, sekaligus menghormati privasi keluarga dan menghindari kesimpulan yang melampaui informasi yang telah tersedia.
Sebelum kabar duka tersebut diterima, Muhammad Lisman Puja Kesuma diketahui tengah menjalani pengobatan di Jakarta. Perawatan itu berkaitan dengan penyakit sinus yang sebelumnya dideritanya. Informasi mengenai kondisi dan proses pengobatan Lisman menjadi perhatian pihak keluarga serta jajaran Partai Gerindra di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), terutama karena ia menjabat sebagai Ketua Fraksi Gerindra DPRD DIY.
Setelah kabar meninggalnya Lisman diterima, pihak Gerindra DIY mulai membahas rencana untuk menyusul ke Jakarta. Pembahasan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk berkoordinasi dengan keluarga mengenai proses selanjutnya. Namun, pada saat informasi itu disampaikan, belum ada keputusan final mengenai waktu keberangkatan maupun pihak-pihak yang akan berangkat ke Jakarta.
Selain membicarakan keberangkatan, pihak Gerindra DIY juga membahas kemungkinan pemulangan jenazah Lisman. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menerbangkan jenazah secara langsung ke daerah asalnya di Sumatra untuk dimakamkan di sana. Opsi lain yang turut dibicarakan ialah pemakaman di Jakarta, tempat Lisman sebelumnya menjalani pengobatan.
Lokasi pemakaman saat itu belum diputuskan karena masih menunggu pembicaraan lebih lanjut keluarga dan pihak terkait. Dengan demikian, informasi mengenai rencana pemulangan jenazah maupun tempat pemakaman belum dapat dipastikan. Keputusan akhir masih bergantung pada hasil koordinasi keluarga, pengurus Gerindra DIY, serta pihak-pihak yang menangani proses pemulasaraan dan perjalanan jenazah.
Ketidakpastian tersebut membuat setiap informasi mengenai pemakaman Lisman perlu disampaikan secara hati-hati. Rencana apakah jenazah akan langsung diterbangkan ke Sumatra atau dimakamkan terlebih dahulu di Jakarta masih dalam tahap pembahasan. Pihak terkait diharapkan menyampaikan kepastian setelah seluruh proses koordinasi selesai dan keputusan keluarga telah ditetapkan.
Dalam penilaian Budi, Muhammad Lisman Puja Kesuma merupakan sosok yang memiliki perhatian besar terhadap orang-orang di sekitarnya. Kepedulian tersebut menjadi salah satu sifat yang paling dikenang dari politikus muda Partai Gerindra itu. Lisman tidak hanya dikenal melalui perannya dalam kehidupan politik, tetapi juga melalui sikapnya yang peduli kepada sesama. Bagi Budi, perhatian Lisman terhadap orang lain mencerminkan karakter pribadi yang kuat dan kepedulian sosial yang tulus.
Budi menyebut Lisman sebagai pribadi yang sangat peduli kepada sesama. Penilaian itu menggambarkan sosok yang menempatkan hubungan kemanusiaan sebagai bagian penting dalam menjalankan aktivitasnya. Sikap tersebut membuat Lisman dipandang memiliki kedekatan dengan lingkungan sekitarnya. Keterangan Budi juga menunjukkan bahwa kepedulian Lisman bukan sekadar kesan sesaat, melainkan sifat yang melekat dalam dirinya dan menjadi bagian dari cara ia berinteraksi dengan orang lain.
Selain dikenal karena kepeduliannya, Lisman dinilai konsisten dan berkomitmen terhadap arah perjuangan Partai Gerindra. Menurut Budi, konsistensi tersebut terlihat dari keteguhan Lisman dalam memegang arah perjuangan partai. Komitmen itu menjadi bagian penting dari sosoknya sebagai politikus muda. Muhammad Lisman Puja Kesuma lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 24 Januari 1992. Keterangan mengenai tempat dan tanggal kelahirannya melengkapi gambaran tentang sosok yang dikenang Budi sebagai pribadi peduli, konsisten, dan memiliki komitmen terhadap perjuangan Partai Gerindra.

