PROBOLINGGO, Sibernkri.com — Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kelurahan Jrebeng Kidul, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo berlangsung semarak pada Minggu (23/8/2026) pagi. Sebanyak 19 kontingen memadati rute Jrebeng Kidul Festival yang dimulai dari Lapangan Pasar Sapi hingga garis finis di kediaman Ketua RW 01 Jrebeng Kidul.
Mengusung tema “Bersama Jrebeng Kidul, Lestarikan Budaya, Wujudkan Probolinggo Bersolek”, festival yang diprakarsai Kelompok Masyarakat (Pokmas) Karang Emas ini menampilkan ragam seni dan kreativitas warga. Iringan musik tradisional dug-dug Kalimosodo, parade sound system, hingga pertunjukan seni kolosal sukses menyedot perhatian dan antusiasme masyarakat sepanjang rute pawai.
Tak sekadar menjadi ajang tontonan budaya, rangkaian acara juga mengedepankan pemberdayaan ekonomi dan aksi sosial. Kegiatan diawali dengan peninjauan stan bazar UMKM, penyerahan santunan kepada anak yatim, serta pembagian paket sembako untuk penanganan anak stunting. Puncak pembukaan ditandai secara simbolis melalui pelepasan puluhan burung merpati oleh jajaran pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Turut hadir dalam perhelatan tersebut Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo Ir. Aries Santoso, M.M., Kepala Dispopar Muhammad Abas, Camat Wonoasih Eko Candra Wirawan, S.STP., M.M., Lurah Jrebeng Kidul Muhammad Gozhali, S.H., M.M., serta jajaran Muspika dan tokoh masyarakat setempat.
Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Kota Probolinggo, Aries Santoso, mengapresiasi tinggi inisiatif dan kemandirian Pokmas Karang Emas dalam memadukan unsur budaya, ekonomi kreatif, dan kepedulian sosial. Menurutnya, potensi lokal Jrebeng Kidul perlu terus digali melalui wadah yang berkelanjutan.
“Saya sangat mengapresiasi kreativitas dan kebersamaan masyarakat. Kegiatan semacam ini idealnya dapat digelar secara rutin, minimal satu kali seandainya memungkinkan hingga empat kali dalam setahun dengan fokus potensi yang bergantian,” ujar Aries.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk mendukung ruang ekspresi warga.
Sementara itu, Lurah Jrebeng Kidul, Muhammad Gozhali, menyampaikan bahwa pembiayaan festival bersumber dari kolaborasi Dana Kelurahan (Dakel) Tahun 2026 dan partisipasi swadaya masyarakat. Partisipasi aktif tampak dari tingginya keterlibatan elemen RT, RW, hingga kelompok pemuda.
“Alhamdulillah animo masyarakat sangat tinggi. Gotong royong ini menjadi modal penting agar perhelatan Jrebeng Kidul Festival pada tahun-tahun mendatang dapat dikemas lebih meriah dan menjangkau potensi daerah yang lebih luas,” ungkap Gozhali.
(Firdaus)


Respon (1)