Kota Tasikmalaya Ditunda Rencana | Kejuaraan Cabang Olahraga Domino Indonesia (Orado) Piala Wali Kota Tasikmalaya yang semula direncanakan berlangsung pada akhir bulan ini ditunda hingga waktu yang belum ditentukan. Agenda tersebut digagas oleh Pengurus Cabang (Pengcab) Orado Kota Tasikmalaya dan dipersiapkan sebagai salah satu rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke-25, Hari Santri Nasional, serta Hari Sumpah Pemuda.
Penundaan itu dilakukan setelah rencana kompetisi mendapat sorotan dari sejumlah ulama dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya. Mereka menyampaikan penolakan serta imbauan agar kegiatan yang menggunakan nama olahraga domino tersebut tidak dilaksanakan sebelum terdapat penjelasan dan pertimbangan yang lebih menyeluruh. Masukan itu kemudian menjadi perhatian panitia dan pihak-pihak terkait dalam menentukan kelanjutan agenda.
Keputusan menunda pelaksanaan bukan berarti kejuaraan tersebut dibatalkan secara permanen. Untuk sementara, penyelenggara menghentikan persiapan dan menunggu waktu yang dinilai tepat, termasuk kemungkinan adanya komunikasi lebih lanjut dengan ulama, MUI, pemerintah daerah, serta unsur masyarakat lainnya. Langkah ini diambil untuk menjaga suasana tetap kondusif sekaligus menghormati pandangan keagamaan yang berkembang di tengah warga Tasikmalaya. Karena belum ada jadwal pengganti, informasi mengenai waktu dan bentuk pelaksanaan berikutnya masih menunggu keputusan resmi dari Pengcab Orado Kota Tasikmalaya bersama pihak terkait.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya menyampaikan sikap terkait rencana kompetisi domino Piala Wali Kota Tasikmalaya melalui Ketua MUI, KH Aminudin Bustomi. MUI menghargai upaya Orado dalam membina atlet, menyediakan ruang pembinaan, serta mengembangkan olahraga prestasi di daerah. Menurut MUI, ikhtiar tersebut memiliki nilai positif selama dilaksanakan dengan memperhatikan situasi sosial dan karakter masyarakat Tasikmalaya.
Namun, MUI meminta momentum penyelenggaraan kompetisi dievaluasi. Orado, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), dan Pemerintah Kota Tasikmalaya diimbau meninjau kembali jadwal yang telah direncanakan. Kejuaraan tersebut disarankan dipindahkan ke waktu lain yang tidak berdekatan atau berada dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya, Hari Santri Nasional, dan Hari Sumpah Pemuda.
Imbauan itu disampaikan untuk menjaga kondusivitas sekaligus mempertimbangkan citra Tasikmalaya sebagai kota santri. Rangkaian hari besar tersebut dinilai memiliki makna sosial, keagamaan, kebangsaan, dan historis yang kuat bagi masyarakat. Karena itu, penyesuaian waktu dipandang dapat mencegah munculnya persepsi yang kurang tepat serta menjaga suasana peringatan tetap berlangsung secara khidmat dan harmonis.
KH Aminudin menegaskan bahwa sikap MUI bukan merupakan larangan terhadap olahraga domino. Pertimbangannya berfokus pada ketepatan waktu penyelenggaraan dan kemaslahatan yang lebih luas, termasuk hubungan baik penyelenggara, pemerintah, komunitas olahraga, serta masyarakat. Tausiyah dan imbauan resmi tersebut disampaikan Aminudin sebagai bentuk perhatian keumatan, dengan keterangannya diterbitkan pada Selasa, 13 Oktober 2026. MUI berharap seluruh pihak dapat mengedepankan komunikasi dan mencari jadwal alternatif yang dapat diterima bersama.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) berpandangan bahwa peringatan hari-hari bersejarah di Kota Tasikmalaya sebaiknya diisi dengan kegiatan yang dapat diterima secara lebih luas oleh masyarakat. Pilihan kegiatan tersebut diharapkan tetap mencerminkan semangat kebersamaan, pendidikan, serta pembinaan generasi muda, tanpa menimbulkan kontroversi di tengah warga. Dengan demikian, perayaan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan nilai positif bagi peserta maupun masyarakat sekitar.
Sejumlah kegiatan alternatif yang dapat dipertimbangkan lain lomba catur, cerdas cermat keagamaan, dan aktivitas kepemudaan positif lainnya. Lomba catur dapat mengembangkan kemampuan berpikir strategis serta sportivitas, sedangkan cerdas cermat keagamaan dapat memperkuat pengetahuan dan pemahaman peserta terhadap nilai-nilai agama. Kegiatan kepemudaan, seperti olahraga, bakti sosial, pelatihan keterampilan, atau perlombaan kreatif, juga dinilai dapat menjadi sarana pembinaan yang melibatkan lebih banyak kalangan.
Apabila kompetisi domino tetap akan dilaksanakan pada waktu berbeda, MUI mengimbau panitia untuk memenuhi sejumlah ketentuan. Penyelenggara harus memastikan bahwa pertandingan tidak disertai perjudian atau taruhan dalam bentuk apa pun. Uang pendaftaran, apabila diberlakukan, juga tidak boleh digunakan sebagai hadiah bagi pemenang. Pengelolaan dana perlu dilakukan secara terbuka dan sesuai tujuan kegiatan yang telah ditetapkan. Selain itu, jadwal pertandingan harus disusun dengan memperhatikan waktu ibadah, sehingga peserta, panitia, dan penonton tetap memiliki kesempatan menjalankan kewajiban keagamaan. Ketentuan tersebut merupakan imbauan agar kegiatan berlangsung tertib, bertanggung jawab, dan tidak menimbulkan keberatan di masyarakat. Panitia juga diharapkan berkomunikasi dengan tokoh agama serta unsur terkait sebelum menetapkan pelaksanaan ulang, sehingga seluruh aspek penyelenggaraan dapat dipertimbangkan secara matang.
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tasikmalaya belum mengeluarkan rekomendasi maupun izin resmi untuk pelaksanaan kompetisi domino yang semula masuk dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Kota Tasikmalaya. Penegasan tersebut disampaikan setelah rencana kegiatan mendapat sorotan dari sejumlah ulama dan organisasi masyarakat Islam, termasuk Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU), serta imbauan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Menurut Viman, cabang olahraga domino memang telah ada dan menjadi bagian dari aktivitas olahraga yang dikenal masyarakat. Namun, keberadaan cabang olahraga tersebut tidak serta-merta berarti setiap kegiatan yang mengatasnamakannya dapat langsung dilaksanakan. Pemerintah kota masih menunggu kejelasan kepengurusan rangkaian Hari Jadi Kota Tasikmalaya, termasuk rekomendasi izin dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora).
Karena proses administrasi dan rekomendasi itu belum selesai, Pemkot Tasikmalaya tidak merekomendasikan pelaksanaan kompetisi domino tersebut untuk saat ini. Pemerintah juga mempertimbangkan masukan masyarakat serta seruan organisasi keagamaan agar setiap agenda publik diselenggarakan dengan memperhatikan ketertiban, kepatutan, dan kondisi sosial di daerah.
Viman menegaskan bahwa kegiatan itu resmi ditunda demi menjaga situasi tetap kondusif. Penundaan berlaku sampai waktu yang belum ditentukan, sambil menunggu seluruh proses perizinan dan rekomendasi dinilai kondusif serta diterbitkan oleh pihak yang berwenang. Dengan demikian, pelaksana tidak dapat menjalankan agenda tersebut sebelum persyaratan administratif dan persetujuan terkait dinyatakan lengkap. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga membuka ruang koordinasi dengan penyelenggara, KONI, Dispora, tokoh agama, dan unsur masyarakat agar keputusan berikutnya dapat diambil secara hati-hati serta tidak menimbulkan polemik baru.
Baca juga: Aksi Perusakan Mobil di Jagakarsa Jadi Sorotan | Perpisahan Terakhir untuk Kanaya Whu di Tasikmalaya | Dugaan Korupsi Melibatkan Guru SMA di Tasikmalaya

