YOGYAKARTA, DI YOGYAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menempati posisi pertama di perguruan tinggi di Indonesia untuk pilar research quality dalam Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Berdasarkan data yang dipublikasikan Kementerian Agama pada Kamis, 8 Oktober 2026, kampus tersebut memperoleh skor 82,8 pada indikator yang secara khusus mengukur kualitas penelitian.
Capaian ini menegaskan posisi UIN Sunan Kalijaga sebagai salah satu institusi pendidikan tinggi dengan performa riset paling kuat di tingkat nasional. Skor tersebut mencerminkan penilaian terhadap mutu keluaran penelitian, pengaruh akademik, serta aspek lain yang digunakan THE dalam mengukur kualitas riset perguruan tinggi. Hasil ini juga memperlihatkan kontribusi kampus Islam negeri tersebut dalam memperkuat ekosistem penelitian di Indonesia.
Meski demikian, predikat peringkat pertama pada pilar research quality perlu dipahami secara proporsional. Posisi tersebut bukan berarti UIN Sunan Kalijaga berada di peringkat pertama dalam klasifikasi keseluruhan perguruan tinggi terbaik di Indonesia. Capaian yang diumumkan merujuk pada satu pilar penilaian tertentu, yakni kualitas riset, bukan gabungan seluruh indikator THE WUR 2027.
THE WUR menilai perguruan tinggi melalui sejumlah dimensi yang dapat mencakup lingkungan pengajaran, lingkungan riset, kualitas penelitian, industri, serta pandangan internasional. Karena setiap pilar memiliki ukuran dan bobot tersendiri, posisi sebuah universitas dapat berbeda satu indikator dan indikator lainnya. Dalam konteks ini, keberhasilan UIN Sunan Kalijaga terutama menunjukkan keunggulan pada kualitas dan dampak penelitian yang dihasilkan.
Publikasi tersebut memberikan gambaran penting mengenai perkembangan kinerja riset perguruan tinggi Indonesia. Bagi UIN Sunan Kalijaga, skor 82,8 menjadi capaian yang memperkuat reputasi akademik sekaligus menjadi dasar untuk terus meningkatkan produktivitas, relevansi, dan mutu penelitian di masa mendatang.
Selain UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang menempati posisi pertama, tiga perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) lainnya turut masuk dalam jajaran sepuluh besar kualitas riset nasional pada THE WUR 2027. Capaian ini memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem penelitian di lingkungan PTKIN terus menunjukkan hasil yang signifikan. Institusi-institusi tersebut tidak hanya berperan dalam pengembangan pendidikan Islam, tetapi juga aktif menghasilkan riset yang memiliki relevansi bagi masyarakat, kebijakan publik, serta perkembangan ilmu pengetahuan.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berada di peringkat kedua dengan skor 60,2. Posisi tersebut menegaskan kekuatan universitas dalam membangun kapasitas akademik dan produktivitas penelitian. Pencapaian UIN Maulana Malik Ibrahim Malang juga memperkuat persaingan antarkampus Islam negeri dalam menghasilkan publikasi, memperluas kolaborasi ilmiah, dan meningkatkan dampak penelitian pada tingkat nasional.
Dua PTKIN lain yang tercatat dalam daftar sepuluh besar adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Sunan Gunung Djati Bandung. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menempati peringkat kesembilan dengan skor 44,2, sedangkan UIN Sunan Gunung Djati Bandung berada di peringkat kesepuluh dengan skor 43,8. Kehadiran kedua perguruan tinggi tersebut menunjukkan bahwa performa riset PTKIN tidak hanya terkonsentrasi pada satu atau dua institusi, tetapi mulai tersebar di sejumlah kampus dengan karakter akademik dan keunggulan bidang penelitian yang beragam.
Secara keseluruhan, terdapat empat PTKIN dalam sepuluh besar kualitas riset nasional. Jumlah ini menjadi indikator penting bagi perkembangan perguruan tinggi Islam negeri di Indonesia. Capaian tersebut menunjukkan kemampuan PTKIN untuk bersaing dalam aspek penelitian, baik melalui peningkatan mutu publikasi, pengembangan jejaring akademik, maupun kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan nasional. Tren ini sekaligus menjadi dasar bagi PTKIN untuk memperkuat strategi riset, meningkatkan kualitas sumber daya peneliti, dan memperluas pengaruh akademiknya di masa mendatang.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan empat Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berhasil mencatatkan kinerja membanggakan dalam pemeringkatan Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2027. Capaian tersebut dinilai menjadi bukti bahwa PTKIN terus mengalami perkembangan dalam penguatan mutu akademik, tata kelola kelembagaan, serta produktivitas penelitian.
Kamaruddin menegaskan bahwa keberhasilan tersebut memiliki arti penting bagi Kementerian Agama dan seluruh sivitas akademika PTKIN. “Ini merupakan capaian yang sangat membanggakan bagi Kementerian Agama dan seluruh keluarga besar PTKIN.” Pernyataan itu mencerminkan penghargaan terhadap kerja keras pimpinan perguruan tinggi, dosen, peneliti, tenaga kependidikan, dan mahasiswa yang berkontribusi dalam membangun reputasi akademik institusi.
Menurutnya, masuknya empat PTKIN dalam pemeringkatan global bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan indikator meningkatnya kualitas pendidikan tinggi Islam di Indonesia. Pemeringkatan tersebut juga menunjukkan bahwa penelitian yang dihasilkan PTKIN semakin memiliki daya saing dan pengakuan di tingkat internasional. Karena itu, pencapaian ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk memperkuat kolaborasi riset, meningkatkan publikasi ilmiah, serta memperluas kontribusi perguruan tinggi terhadap penyelesaian berbagai persoalan masyarakat.
Kementerian Agama berharap prestasi tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada periode mendatang. Konsistensi menjadi hal penting agar capaian PTKIN tidak berhenti pada satu pemeringkatan, tetapi berkembang menjadi budaya mutu yang berkelanjutan. Selain itu, keberhasilan empat PTKIN diharapkan mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam negeri lainnya untuk meningkatkan kualitas penelitian, memperkuat jejaring akademik, dan memenuhi standar pendidikan tinggi yang semakin kompetitif.
Dukungan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, penyediaan fasilitas riset, serta penguatan ekosistem inovasi perlu terus dilakukan secara terpadu. Dengan langkah tersebut, semakin banyak PTKIN berpeluang tampil dalam pemeringkatan internasional dan memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan ilmu pengetahuan berbasis nilai-nilai keislaman.
Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama, Sahiron, menjelaskan bahwa research quality tidak dapat dipahami semata-mata sebagai ukuran jumlah publikasi ilmiah yang dihasilkan sebuah perguruan tinggi. Banyaknya artikel memang menjadi salah satu gambaran aktivitas akademik, tetapi kualitas riset dinilai melalui ukuran yang lebih luas dan mendalam. Penilaian tersebut mencakup dampak sitasi, yaitu seberapa sering karya ilmiah dirujuk atau digunakan oleh peneliti lain dalam pengembangan kajian berikutnya. Tingginya sitasi menunjukkan bahwa suatu penelitian memiliki relevansi, pengaruh, dan manfaat bagi komunitas akademik.
Selain dampak sitasi, pilar ini turut mempertimbangkan kekuatan penelitian, keunggulan publikasi, serta pengaruh riset terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Kekuatan penelitian berkaitan dengan kapasitas institusi dalam menghasilkan kajian yang memiliki dasar metodologis kuat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan. Sementara itu, keunggulan publikasi tidak hanya dilihat dari jumlah artikel, tetapi juga reputasi media penerbitan, mutu hasil penelitian, dan kontribusinya terhadap diskursus ilmiah. Dengan demikian, riset yang berkualitas adalah riset yang mampu melampaui kepentingan internal kampus dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pengetahuan.
Dalam metodologi THE WUR 2027, research quality menjadi satu dari lima pilar utama penilaian dengan bobot 30 persen. Empat pilar lainnya adalah teaching, research environment, international outlook, dan industry. Struktur tersebut menunjukkan bahwa pemeringkatan menilai perguruan tinggi melalui sejumlah dimensi yang saling melengkapi, bukan berdasarkan satu indikator saja. Karena itu, peringkat UIN Sunan Kalijaga dalam THE WUR 2027 mencerminkan keunggulan institusi pada indikator kualitas riset, terutama dalam aspek pengaruh dan mutu penelitian. Posisi tersebut tidak otomatis berarti UIN Sunan Kalijaga merupakan kampus terbaik secara keseluruhan di Indonesia, sebab penilaian komprehensif tetap bergantung pada capaian di seluruh pilar yang digunakan.

