Bisnis  

Serikat Pekerja Sambut Kepemimpinan Baru JAI, Soroti Produktivitas dan Keandalan Operasi

Serikat Pekerja Sambut Kepemimpinan Baru JAI, Soroti Produktivitas dan Keandalan Operasi

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 4 Oktober 2026, Serikat Pekerja Pelabuhan Indonesia Bersatu (SPPI Bersatu) DPC PT Jasa Armada Indonesia Tbk memandang perubahan jajaran direksi JAI atau IPCM sebagai bagian dari kesinambungan perusahaan. Pergantian kepemimpinan tersebut tidak dipahami sebagai pemisah satu periode dan periode berikutnya, melainkan sebagai kelanjutan dari fondasi yang telah dibangun. Pandangan ini menempatkan perubahan manajemen dalam kerangka keberlanjutan, sehingga arah perusahaan tetap dapat dijaga sambil menyesuaikan diri dengan tuntutan dan tantangan yang berkembang.

Bagi SPPI Bersatu, kepemimpinan baru JAI memiliki tanggung jawab untuk meneruskan berbagai dasar pengelolaan perusahaan sekaligus memperkuat pelaksanaannya. Tantangan ke depan tidak berhenti pada upaya memperbesar skala usaha. Pertumbuhan juga perlu menghasilkan kinerja yang lebih kuat, baik bagi perusahaan maupun seluruh pemangku kepentingan. Karena itu, perkembangan bisnis perlu berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, keandalan operasi, dan kemampuan perusahaan dalam menjaga kualitas layanan.

Momentum perubahan direksi ini sekaligus dipandang relevan dengan penguatan bisnis maritim Pelindo Group. JAI diharapkan terus mengambil bagian dalam kesinambungan dan pengembangan ekosistem tersebut melalui kinerja yang konsisten serta operasi yang andal. Dengan perspektif itu, kepemimpinan baru tidak hanya membawa harapan atas pencapaian target usaha, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkokoh fondasi perusahaan. Dukungan terhadap arah tersebut perlu disertai perhatian pada kepentingan seluruh pihak yang terlibat, sehingga pertumbuhan JAI dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Ketua DPC SPPI Bersatu PT Jasa Armada Indonesia Tbk (JAI), Agung Subali, menyampaikan penghargaan kepada jajaran direksi sebelumnya yang telah menjalankan tanggung jawab dan memberikan kontribusi bagi perkembangan perusahaan. Pernyataan tersebut disampaikannya di Jakarta pada Sabtu, 3 Oktober 2026, dalam konteks menyambut kepemimpinan baru JAI serta menegaskan pentingnya kesinambungan dalam pengelolaan perusahaan.

Agung secara khusus mengapresiasi Shanti Puruhita atas kepemimpinannya sebagai direktur utama. Menurut dia, Shanti telah menunjukkan dedikasi dalam mengarahkan perusahaan, menjaga keberlangsungan kerja organisasi, serta menghadapi berbagai tuntutan operasional dan bisnis. Penghargaan juga diberikan kepada Arief Hermawan atas kontribusinya sebagai direktur armada dan operasi. Peran tersebut dinilai penting karena berkaitan langsung dengan keandalan layanan, pengelolaan armada, dan pelaksanaan kegiatan operasional JAI.

Agung menilai setiap kepemimpinan selalu meninggalkan dasar penting bagi pemimpin berikutnya. Karena itu, pergantian jajaran direksi tidak semata-mata dipandang sebagai perubahan personal, melainkan sebagai bagian dari proses berkelanjutan untuk memperkuat perusahaan. Dedikasi, kerja, dan kontribusi Shanti serta Arief disebut telah menjadi bagian dari perjalanan JAI yang patut dihargai dan diteruskan.

Ia menegaskan bahwa fondasi yang telah dibangun melalui kepemimpinan sebelumnya dapat menjadi modal bagi JAI untuk melangkah lebih jauh. Dasar tersebut mencakup pengalaman organisasi, penguatan tata kelola, pemahaman terhadap operasional, serta komitmen terhadap kualitas layanan. Dengan memanfaatkan fondasi itu, kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga hal-hal yang telah berjalan baik sekaligus mendorong peningkatan produktivitas dan keandalan operasi. Sikap saling menghargai antarkepemimpinan, menurut Agung, juga penting untuk memastikan proses transisi berlangsung konstruktif dan berorientasi pada kepentingan perusahaan serta seluruh pekerja.

SPPI Bersatu menyambut kepemimpinan Dwi Rahmad Toto sebagai direktur utama JAI dan I Wayan Wirawan sebagai direktur armada dan operasi. Sambutan tersebut menjadi penanda dimulainya fase kepemimpinan baru yang diharapkan mampu memperkuat arah perusahaan, sekaligus menjaga kesinambungan kinerja yang telah dibangun sebelumnya. Pergantian kepemimpinan dipandang bukan sebagai pemutusan terhadap fondasi lama, melainkan sebagai kesempatan untuk meneruskan praktik baik dan mengembangkan langkah strategis sesuai kebutuhan perusahaan.

Dalam pandangan SPPI Bersatu, kepemimpinan baru memiliki peran penting dalam memastikan produktivitas berjalan secara konsisten. Peningkatan produktivitas perlu ditopang oleh koordinasi yang efektif, pengelolaan pekerjaan yang terarah, serta perhatian terhadap pelaksanaan operasional di lapangan. Karena itu, kehadiran Dwi Rahmad Toto dan I Wayan Wirawan diharapkan dapat memperkuat sinergi kebijakan perusahaan dan pelaksanaan tugas, sehingga setiap bagian mampu bergerak menuju sasaran yang sama.

Keandalan operasi juga menjadi perhatian utama dalam menyambut jajaran pimpinan tersebut. Operasi yang andal membutuhkan kesinambungan proses, kepastian pelaksanaan, dan kemampuan merespons berbagai kebutuhan secara tepat. Dalam konteks ini, kepemimpinan Dwi Rahmad Toto dan I Wayan Wirawan diharapkan memberikan dorongan bagi penguatan tata kelola operasional, tanpa mengabaikan pengalaman serta sistem yang telah menjadi dasar perjalanan JAI.

Sikap SPPI Bersatu mencerminkan harapan agar fase baru ini berlangsung secara konstruktif dan melibatkan seluruh unsur perusahaan. Dukungan terhadap pimpinan baru berjalan seiring dengan dorongan untuk mempertahankan nilai-nilai positif dari periode sebelumnya, sambil membuka ruang bagi perbaikan yang terukur. Dengan keseimbangan kesinambungan dan pembaruan, JAI diharapkan mampu menjaga produktivitas, memperkuat keandalan operasi, serta membangun hubungan kerja yang mendukung pencapaian tujuan perusahaan.

SPPI Bersatu berharap jajaran direksi baru JAI dapat memperkuat kesinambungan bisnis melalui arah kebijakan yang konsisten, terukur, dan berorientasi pada peningkatan kinerja. Kepemimpinan baru diharapkan mampu menjaga fondasi operasional yang telah terbentuk, sekaligus merespons perubahan kebutuhan industri, dinamika pasar, serta tuntutan para pengguna jasa. Kesinambungan tersebut penting agar setiap rencana pengembangan dapat berjalan seiring dengan penguatan tata kelola, efisiensi biaya, dan penciptaan nilai bagi perusahaan. Dengan kepemimpinan yang terbuka terhadap dialog, masukan pekerja juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan kerja yang produktif dan adaptif.

Bidang keselamatan dan keandalan operasi menjadi perhatian utama karena keduanya berhubungan langsung dengan keberlangsungan layanan dan perlindungan seluruh pekerja. JAI juga diharapkan meningkatkan produktivitas armada melalui perencanaan pemeliharaan yang lebih baik, pemanfaatan aset secara optimal, serta pengendalian waktu tidak beroperasi. Pada saat yang sama, kualitas pelayanan perlu terus diperkuat agar perusahaan mampu memenuhi harapan pelanggan secara konsisten. Standar layanan yang jelas, respons yang cepat, dan evaluasi kinerja secara berkala dapat mendukung peningkatan kepercayaan pengguna jasa sekaligus memperkuat posisi JAI dalam persaingan.

Pemanfaatan teknologi merupakan unsur penting untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan berbasis data. Digitalisasi proses kerja, pemantauan kondisi armada, serta integrasi informasi operasional dapat membantu meningkatkan efisiensi dan mengurangi potensi gangguan layanan. Namun, keberhasilan perubahan tersebut tetap bergantung pada pengembangan kompetensi sumber daya manusia. Pelatihan teknis, peningkatan kemampuan manajerial, dan pembentukan budaya perbaikan berkelanjutan perlu ditempatkan sebagai investasi jangka panjang. Sinergi keselamatan, keandalan, produktivitas, mutu layanan, teknologi, dan kompetensi diharapkan menghasilkan daya saing yang lebih kuat. Pertumbuhan yang diharapkan bukan sekadar ekspansi skala usaha, melainkan pertumbuhan yang memberikan hasil semakin kuat bagi perusahaan dan para pemangku kepentingan.