JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 1 Oktober 2026, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) menghadirkan program Masyarakat Tanya ATR/BPN, yang dikenal sebagai Masnya ATR/BPN. Program ini menjadi ruang dialog langsung masyarakat dan kementerian untuk membahas berbagai hal terkait layanan pertanahan. Melalui wadah tersebut, masyarakat dapat menyampaikan pertanyaan serta memperoleh informasi yang dibutuhkan mengenai keperluan pertanahan.
Masnya ATR/BPN menyediakan akses informasi secara real time melalui media sosial. Kehadiran layanan ini memungkinkan masyarakat mengikuti penjelasan dan mendapatkan jawaban atas pertanyaan pertanahan secara langsung. Dengan demikian, informasi mengenai layanan ATR/BPN dapat diterima masyarakat melalui saluran komunikasi yang lebih terbuka dan mudah diakses.
Program tersebut juga memiliki tujuan edukasi. Masyarakat dibantu untuk memahami hal-hal yang perlu disiapkan sebelum mengurus keperluan pertanahan di kantor pertanahan. Selain mengetahui persyaratan, masyarakat dapat memperoleh pemahaman mengenai langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam proses pengurusan layanan pertanahan. Pengetahuan ini diharapkan membantu masyarakat mempersiapkan kebutuhan secara lebih baik ketika mendatangi kantor pertanahan.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Protokol Kementerian ATR/BPN Uunk Din Parunggi menyampaikan keterangan mengenai program tersebut di Jakarta pada Kamis. Penjelasan itu menegaskan bahwa Masyarakat Tanya ATR/BPN dihadirkan sebagai wadah bagi masyarakat untuk memperoleh informasi pertanahan secara langsung dan tepat waktu melalui media sosial. Dengan format dialog, program ini membuka kesempatan bagi masyarakat untuk berinteraksi serta memahami layanan yang berkaitan dengan urusan pertanahan.
Masnya ATR/BPN merupakan program siaran langsung yang hadir melalui akun TikTok resmi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional. Program ini menjadi ruang dialog bagi masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan pertanahan, khususnya hal-hal yang berkaitan dengan pengurusan sertifikat tanah. Melalui format siaran langsung, informasi disampaikan secara terbuka dan dapat diikuti oleh pengguna TikTok secara langsung.
Dalam dialog tersebut, masyarakat dapat menanyakan berbagai hal mengenai prosedur pengurusan sertifikat tanah. Pertanyaan dapat mencakup tahapan yang perlu dilakukan, persyaratan yang harus disiapkan, serta informasi lain yang berhubungan dengan proses layanan. Masyarakat juga dapat meminta penjelasan mengenai biaya yang berkaitan dengan pengurusan sertifikat dan waktu yang diperlukan dalam prosesnya. Penyampaian pertanyaan secara langsung membantu pengguna memperoleh penjelasan sesuai dengan hal yang ingin diketahui.
Interaksi dalam program Masnya ATR/BPN memungkinkan masyarakat menyampaikan pertanyaan pada saat siaran berlangsung. Pertanyaan yang diajukan dapat berkaitan dengan layanan pertanahan dan proses pengurusan sertifikat tanah, sehingga dialog tidak hanya bersifat penyampaian informasi satu arah. Melalui komunikasi interaktif ini, pengguna memperoleh kesempatan untuk memahami prosedur, biaya, waktu, dan berbagai informasi lain yang terkait dengan layanan tersebut. Kehadiran program di akun TikTok resmi kementerian juga memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat untuk mengikuti penjelasan mengenai layanan pertanahan tanpa harus menyampaikan pertanyaan secara terpisah.
Program Masnya ATR/BPN hadir sebagai ruang dialog langsung masyarakat dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Siaran ini dilaksanakan secara rutin setiap Senin hingga Jumat, mulai pukul 09.00 sampai 11.00 WIB. Masyarakat dapat mengikutinya melalui akun TikTok resmi Kementerian ATR/BPN, sehingga akses terhadap informasi pertanahan dapat dilakukan melalui perangkat yang digunakan sehari-hari.
Dikemas dalam format dialog interaktif, program tersebut memberikan kesempatan kepada pengguna TikTok untuk menyimak pembahasan secara langsung. Topik yang disampaikan berkaitan dengan layanan sertifikat tanah, termasuk prosedur pengurusan, dokumen yang perlu disiapkan, perkiraan waktu penyelesaian, serta biaya yang mungkin timbul sesuai jenis layanan. Format siaran langsung juga memungkinkan masyarakat memperoleh penjelasan yang lebih kontekstual dan mengikuti perkembangan pembahasan tanpa harus datang terlebih dahulu ke kantor pertanahan.
Program ini dipandu oleh Muhammad Akbar dari Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN yang berperan sebagai host. Dalam menjalankan tugasnya, ia mengarahkan alur diskusi agar tetap fokus pada persoalan yang dihadapi masyarakat. Pemandu juga membantu menyampaikan informasi dengan bahasa yang mudah dipahami, menghubungkan pertanyaan publik dengan narasumber, serta memastikan pokok-pokok layanan dijelaskan secara teratur.
Pengguna TikTok dapat memanfaatkan jadwal tersebut untuk mendapatkan informasi langsung mengenai pengurusan sertifikat tanah. Dengan mengikuti akun resmi Kementerian ATR/BPN dan memperhatikan waktu siaran, masyarakat berkesempatan menyimak jawaban atas pertanyaan yang relevan dengan kebutuhannya. Meski demikian, informasi dalam dialog sebaiknya digunakan sebagai pemahaman awal, kemudian dikonfirmasi melalui kanal resmi atau kantor pertanahan terkait apabila diperlukan.
ATR/BPN berharap dialog langsung melalui program Masnya ATR/BPN dapat membantu masyarakat memahami prosedur layanan pertanahan secara lebih jelas. Pemahaman tersebut dinilai penting agar pemohon tidak mudah bergantung pada pihak ketiga yang menawarkan jasa percepatan, kemudahan, atau bantuan khusus dalam pengurusan sertifikat tanah. Masyarakat perlu mengetahui bahwa setiap layanan memiliki persyaratan, tahapan, biaya, serta jangka waktu yang telah ditetapkan. Dengan informasi yang terbuka, pemohon dapat mengurus keperluannya berdasarkan prosedur resmi dan menghindari praktik percaloan atau janji penyelesaian yang tidak sesuai ketentuan.
Uunk Din Parunggi menyampaikan bahwa edukasi yang diberikan diharapkan membuat masyarakat berani datang sendiri ke kantor pertanahan tanpa kebingungan. Penjelasan secara langsung dapat membantu warga mengenali dokumen yang harus disiapkan, memahami alur permohonan, serta mengetahui petugas atau loket yang dapat dituju. Masyarakat juga dapat memperoleh penjelasan mengenai layanan sertifikat tanah dengan bahasa yang lebih mudah dipahami, sehingga tidak selalu memerlukan bantuan orang lain hanya untuk menanyakan informasi dasar. Kehadiran ruang dialog ini menjadi sarana bagi ATR/BPN untuk mendekatkan layanan sekaligus mendorong pemohon agar lebih mandiri dalam mengikuti proses administrasi pertanahan.
Untuk menanyakan berbagai hal terkait sertifikat tanah, masyarakat diminta memanfaatkan Masnya ATR/BPN. Pertanyaan dapat mencakup persyaratan, mekanisme pendaftaran, tahapan pemeriksaan berkas, maupun informasi lain yang berkaitan dengan layanan pertanahan. Namun, program tersebut bukan kanal untuk menangani pengaduan. Apabila warga ingin menyampaikan keluhan, melaporkan kendala, atau meminta tindak lanjut atas persoalan layanan, pengaduan harus disampaikan melalui kanal pengaduan resmi yang telah disediakan ATR/BPN. Pemisahan fungsi ini diperlukan agar setiap pertanyaan dan laporan diarahkan melalui saluran yang sesuai.







