PROBOLINGGO , Sibernkri.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, H. Jazuli, SH., memberikan catatan refleksi mendalam mengenai sejarah panjang perjuangan buruh di Indonesia.
Dalam rapat koordinasi virtual melalui Zoom pada Jumat, 24 April 2026, Jazuli menegaskan bahwa hak-hak yang dinikmati masyarakat umum saat ini, seperti libur nasional 1 Mei dan layanan BPJS Kesehatan, tidak jatuh dari langit, melainkan lahir dari keringat dan air mata gerakan buruh.
Jazuli mengingatkan kembali momen bersejarah ketika Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), datang ke Jawa Timur bertepatan dengan momen May Day. Kunjungan tersebut menjadi titik balik di mana pemerintah akhirnya meresmikan 1 Mei sebagai hari libur nasional.
“Catatan sejarah ini penting. Penetapan 1 Mei sebagai libur nasional diputuskan setelah Presiden SBY datang langsung ke Jawa Timur menemui para buruh. Ini adalah pengakuan negara terhadap eksistensi kami,” ujar Jazuli.
Lebih jauh, Jazuli memaparkan “dapur” di balik lahirnya BPJS Kesehatan. Awalnya, jaminan sosial hanya berfokus pada kaum buruh melalui BPJS Ketenagakerjaan (sebelumnya Jamsostek) yang mencakup tiga program utama:
JHT (Jaminan Hari Tua): Tabungan yang dirasakan manfaatnya saat berhenti bekerja.
JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja): Perlindungan saat mengalami insiden di tempat kerja.
JKM (Jaminan Kematian): Santunan bagi keluarga jika pekerja meninggal dunia.
Namun, Jazuli menyoroti program Jaminan Kesehatan (JKA) saat itu yang iurannya sangat besar namun sering kali tidak terserap sepenuhnya (nandon). Dari sanalah muncul pemikiran visioner untuk memperluas manfaat tersebut.
“Kami berpikir, kenapa uang sebanyak itu tidak dimanfaatkan untuk keluarga, saudara yang tidak bekerja di pabrik, atau bahkan untuk buruh itu sendiri saat mereka sudah pensiun atau ter-PHK, agar semua rakyat bisa merasakan berobat gratis dengan program BPJS kesehatan,” jelasnya.
Lahirnya UU BPJS Kesehatan bukan proses yang mudah. Jazuli menekankan bahwa hal tersebut adalah hasil perpaduan antara “Parlemen Jalanan” dan jalur hukum.
“BPJS Kesehatan lahir dari hasil demo-demo yang sangat luar biasa, dibarengi dengan gugatan hukum di pengadilan. Kami memenangkan gugatan tersebut hingga akhirnya pemerintah mengesahkan UU BPJS. Tentu perjuangan panjang ini tidak terlepas dari konsistensi gerakan buruh,” tegas Jazuli di hadapan para peserta rapat Zoom.
Menutup arahannya, H. Jazuli mengajak seluruh elemen buruh di Jawa Timur untuk menjadikan May Day 2026 sebagai momentum menjaga capaian-capaian besar yang sudah ada dan terus memperjuangkan keadilan yang belum tuntas. Ia menegaskan bahwa Partai Buruh akan terus menjadi garda terdepan dalam memastikan jaminan sosial tetap dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.
” Red/**

