Dari Monas, Massa Sampaikan Pesan Keras: Jangan Hentikan MBG Milik Rakyat

Dari Monas, Massa Sampaikan Pesan Keras: Jangan Hentikan MBG Milik Rakyat

JAKARTA – Suara pengeras suara mulai terdengar dari kawasan Silang Selatan Monas, Jakarta Pusat, Senin (22/6/2026) siang. Di bawah terik matahari, massa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Jakarta secara bertahap memadati lokasi aksi sambil membawa berbagai spanduk dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Massa yang diperkirakan berjumlah sekitar 100 orang itu menyampaikan tuntutan agar pemerintah tetap melanjutkan program MBG sekaligus mengusut tuntas dugaan praktik korupsi yang berkaitan dengan pelaksanaannya.

Sejumlah peserta aksi tampak membawa bendera Merah Putih serta poster berisi dukungan terhadap program unggulan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tersebut. Di antara tulisan yang mencuri perhatian yakni “Makan Bergizi Gratis Lanjutkan”, “Jangan Hentikan MBG”, hingga “MBG untuk Rakyat Bukan Konglomerat”.

Pantauan di lapangan, kendaraan komando yang digunakan massa tiba lebih dahulu di kawasan Silang Selatan Monas sekitar pukul 10.49 WIB. Mobil tersebut kemudian menjadi pusat koordinasi sebelum peserta aksi berdatangan secara bergelombang dari berbagai titik menuju lokasi unjuk rasa.

Tidak lama berselang, rombongan massa mulai memenuhi area aksi. Beberapa kendaraan angkutan umum yang membawa peserta terlihat berhenti di sekitar lokasi untuk menurunkan rombongan yang kemudian bergabung dengan kelompok utama.

Menjelang pukul 11.15 WIB, suasana aksi mulai menghangat. Orator secara bergantian menyampaikan pandangan mereka mengenai pentingnya keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis yang dinilai memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Dalam orasinya, para peserta menyebut MBG sebagai salah satu program yang dinilai mampu menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya terkait pemenuhan gizi dan kesehatan. Mereka menilai program tersebut memiliki tujuan sosial yang kuat sehingga tidak seharusnya dihentikan di tengah jalan.

Massa juga menyoroti adanya pihak-pihak yang dianggap terus mendorong penghentian program tersebut. Menurut mereka, berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya tidak boleh dijadikan alasan untuk mengakhiri program yang telah berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Aliansi Masyarakat Jakarta menegaskan dukungannya terhadap upaya penegakan hukum apabila ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaan MBG. Namun di sisi lain, mereka meminta agar proses hukum terhadap pihak yang diduga melakukan korupsi tidak berdampak pada keberlangsungan program yang ditujukan bagi masyarakat luas.

“Adili koruptornya, lanjutkan programnya,” menjadi salah satu pesan yang berulang kali disampaikan dalam aksi tersebut.

Menurut para orator, Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia dini. Karena itu, mereka berharap program tersebut tetap berjalan sembari dilakukan perbaikan dan pengawasan yang lebih ketat.

Selama berlangsungnya kegiatan, massa tampak tertib mengikuti arahan koordinator lapangan. Mereka secara bergantian mendengarkan orasi dari atas mobil komando sembari mengibarkan bendera dan membentangkan spanduk yang telah disiapkan.

Hingga siang hari, peserta aksi masih terus berdatangan ke lokasi. Sebagian massa yang sebelumnya belum bergabung dilaporkan masih dalam perjalanan menuju kawasan Silang Selatan Monas untuk memperkuat jumlah peserta aksi.

Aksi yang berlangsung di salah satu titik strategis ibu kota itu menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis. Massa berharap pemerintah tetap mempertahankan program tersebut sembari menindak tegas pihak-pihak yang terbukti menyalahgunakan anggaran.

Sampai laporan ini disusun, kegiatan unjuk rasa masih berlangsung dengan agenda penyampaian orasi dan pernyataan sikap dari perwakilan Aliansi Masyarakat Jakarta. Aparat keamanan tampak melakukan pengamanan dan pemantauan guna memastikan jalannya aksi tetap kondusif.

 

Pewarta: Abdul Latif

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *