Ketua Partai Buruh Jatim: Seluruh Rakyat Nikmati BPJS Kesehatan Berkat Demo Buruh 

PROBOLINGGO, Sibernkri.com – Menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) pada 1 Mei 2026, jajaran buruh di Jawa Timur menggelar koordinasi intensif. Dalam rapat virtual melalui Zoom yang dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026, Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Jawa Timur sekaligus Ketua DPW FSPMI Jawa Timur, H. Jazuli, SH., memaparkan fakta sejarah penting mengenai lahirnya BPJS Kesehatan yang kini dinikmati oleh seluruh rakyat Indonesia.

Rapat tersebut merupakan bagian dari persiapan aksi May Day 2026 yang akan dipusatkan di Kantor Gubernur Jawa Timur, Surabaya. Dalam paparannya, Jazuli meluruskan sejarah bahwa jaminan kesehatan nasional bukan sekadar “hadiah” pemerintah, melainkan hasil perjuangan keras kaum buruh.

Awalnya, jaminan sosial di Indonesia hanya berfokus pada kaum buruh melalui BPJS Ketenagakerjaan (dahulu Jamsostek) yang mencakup tiga program utama:

JHT (Jaminan Hari Tua): Tabungan masa tua saat berhenti bekerja.

JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja): Perlindungan insiden di tempat kerja.

JKM (Jaminan Kematian): Santunan bagi keluarga ahli waris.

Jazuli menyoroti bahwa pada masa itu, program Jaminan Kesehatan (JKA) memiliki iuran yang besar namun sering kali tidak terserap sepenuhnya (nandon). Dari titik itulah muncul pemikiran visioner dari gerakan buruh untuk memperluas manfaat tersebut.

“Kami berpikir, kenapa uang sebanyak itu tidak dimanfaatkan untuk masyarakat luas atau saudara kita yang tidak bekerja di pabrik? Termasuk untuk buruh itu sendiri saat mereka pensiun atau ter-PHK, agar tetap bisa berobat gratis melalui program kesehatan yang iurannya telah mereka bayar selama bekerja,” ujar Jazuli.

Lahirnya UU BPJS Kesehatan diakui Jazuli sebagai proses yang berdarah-darah. Hal ini merupakan hasil sinergi antara “Parlemen Jalanan” (demonstrasi massa) dan jalur hukum formal.

“BPJS Kesehatan lahir dari hasil demo-demo yang sangat luar biasa, dibarengi dengan gugatan hukum di pengadilan. Kami memenangkan gugatan tersebut hingga akhirnya pemerintah mengesahkan UU BPJS,” tegasnya.

Jazuli mengingatkan bahwa konsistensi gerakan buruh dari tingkat pusat, provinsi, hingga daerah yang melakukan aksi besar-besaran adalah kunci utama. Kini, setelah BPJS Kesehatan berdiri, seluruh rakyat Indonesia, baik pekerja maupun non-pekerja, dapat merasakan akses kesehatan yang lebih adil.

Penegasan sejarah ini menjadi pemantik semangat bagi ribuan buruh Jawa Timur yang akan turun ke jalan di Surabaya pada 1 Mei mendatang. Partai Buruh ingin menegaskan kembali bahwa suara buruh adalah suara perubahan bagi kesejahteraan seluruh rakyat.

“Rakyat harus tahu bahwa apa yang mereka nikmati hari ini melalui BPJS Kesehatan adalah buah keringat dan perjuangan buruh di jalanan dan di ruang sidang,” tutup Jazuli dalam rapat koordinasi tersebut.

 

“Red/**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *