Warga Desa Jangur Merasa Tertipu oleh Travel PT Marwah Al Mabrur Haromain

Sibernkri.Com // Probolinggo – Pasangan suami istri asal Desa Jangur, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, bernama Sartam dan Ibu Isa, mengaku merasa tertipu oleh biro perjalanan haji dan umroh PT Marwah Al Mabrur Haromain yang berkantor di Kelurahan Kedopok, Kota Probolinggo.

Kasus ini bermula dari penawaran paket perjalanan umroh oleh pihak sales travel tersebut. Sartam dan istrinya dijanjikan akan berangkat umroh dengan paket 16 hari, namun setelah mengikuti kegiatan manasik, keduanya mendengar informasi bahwa paket tersebut berubah menjadi 12 hari, meskipun biaya yang disepakati tetap sebesar paket 16 hari.

Pada 6 September 2025 sekitar pukul 20.00 WIB, pasangan ini berangkat dari rumah menuju titik kumpul di Masjid Kyai H. Mudi, Jalan Mastrip, Kota Probolinggo. Di lokasi tersebut mereka mengikuti kegiatan pembekalan sebelum keberangkatan. Sekitar pukul 21.00 WIB, rombongan jamaah diberangkatkan menggunakan bus menuju Bandara Soekarno-Hatta Surabaya.

Namun sesampainya di bandara, sekitar 32 jamaah diberangkatkan menuju Tanah Suci, sedangkan 15 jamaah lainnya, termasuk Sartam dan istrinya, dibawa ke Hotel Sinar Terang, Surabaya, dengan alasan menunggu jadwal penerbangan berikutnya.

Selama menunggu, pihak travel beberapa kali memberangkatkan sebagian jamaah: tiga orang pada hari ketiga, enam orang pada hari keempat, dan empat orang pada hari kelima. Namun hingga 10 hari berlalu, Sartam, Ibu Isa, dan dua orang pemimpin rombongan (leader) belum juga diberangkatkan.

Setelah 11 hari menunggu tanpa kejelasan, mereka akhirnya memutuskan untuk pulang ke Probolinggo. “Kami sangat kecewa terhadap pihak PT Marwah Al Mabrur Haromain, karena sejak kami pulang pada 17 September hingga 29 November tidak ada itikad baik dari mereka,” ujar Sartam.

Menurut pengakuannya, ia telah berulang kali menghubungi pihak travel melalui telepon dan WhatsApp — sebanyak tujuh kali — namun tak mendapat respons. Barulah pada 30 Oktober 2025, setelah pihak media mencoba mengonfirmasi ke pimpinan PT Marwah Al Mabrur Haromain, pihak travel akhirnya memberikan tanggapan dan mendatangi rumah Sartam dan Ibu Isa.

Kasus ini kini menjadi perhatian masyarakat sekitar, yang berharap agar pihak berwenang dapat menindaklanjuti dan memberikan perlindungan kepada calon jamaah umroh agar tidak menjadi korban penipuan serupa.

“Red/**

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *