Lapangan gas Jambaran-Tiung Biru (JTB) telah mencapai tonggak penting dalam keselamatan kerja dengan mencatat lebih dari 71 juta jam kerja selamat tanpa kehilangan waktu akibat kecelakaan. Pencapaian ini merupakan bukti nyata dari komitmen PT Pertamina EP Cepu (PEPC) terhadap keselamatan kerja yang tinggi di lingkungan industri energi. Angka ini tidak hanya mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap perlindungan tenaga kerja tetapi juga berkontribusi terhadap upaya keberlanjutan pasokan energi nasional.
Keselamatan kerja merupakan aspek krusial dalam pengoperasian lapangan gas, mengingat potensi risiko yang terlibat dalam berbagai aktivitas di sektor ini. JTB telah menerapkan berbagai standar dan prosedur keselamatan yang ketat, yang berkontribusi signifikan terhadap pencapaian jam kerja selamat ini. Pelatihan rutin mengenai keselamatan, identifikasi risiko, serta perbaikan prosedur operational terus dilakukan untuk mengedukasi dan memastikan seluruh karyawan berpartisipasi aktif dalam menjaga keamanan saat bekerja.
Keberhasilan mencapai lebih dari 71 juta jam kerja selamat di JTB adalah indikator positif dari lingkungan kerja yang kondusif dan berorientasi pada keselamatan. Hal ini juga mencerminkan adanya budaya keselamatan yang kuat di dalam organisasi, di mana setiap individu berperan dalam memastikan keselamatan kerja. Dengan terus mengedepankan keselamatan kerja, PT Pertamina EP Cepu (PEPC) tidak hanya menetapkan standar tinggi dalam industri, tetapi juga memperkuat reputasinya sebagai pemimpin dalam sektor energi berkelanjutan.
Angka pencapaian jam kerja selamat ini merupakan langkah penting dalam mewujudkan visi jangka panjang perusahaan untuk berkontribusi terhadap keberlanjutan serta memastikan bahwa operasi di lapangan gas JTB tidak hanya efisien tetapi juga aman. Upaya ini berkontribusi dalam memberikan pasokan energi yang handal dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Keselamatan kerja di JTB (Jasa Transportasi Bahan Bakar) merupakan aspek yang sangat penting dan lebih dari sekadar statistika. Ini mencakup penerapan budaya keselamatan yang mengedepankan tanggung jawab bersama di seluruh lapisan organisasi. Budaya keselamatan ini dibangun melalui komitmen yang kuat dari manajemen dan keterlibatan aktif dari pekerja di setiap level. Melalui pendekatan ini, JTB memastikan bahwa keselamatan bukan hanya sekadar program, tetapi menjadi bagian integral dari setiap aktivitas kerja.
Pembentukan budaya keselamatan kerja dimulai dengan pelatihan dan edukasi. Karyawan diberikan pemahaman yang mendalam tentang praktik keselamatan yang harus diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari mereka. Selain itu, sesi simulasi dan latihan rutin juga dilakukan untuk menguji kesiapan dalam menghadapi situasi darurat. Penekanan pada komunikasi yang terbuka memungkinkan pekerja untuk melaporkan potensi bahaya tanpa rasa takut, sehingga perbaikan dapat dilakukan sebelum insiden terjadi.
Selain itu, JTB menerapkan sistem penghargaan bagi karyawan yang menunjukkan kepatuhan tinggi terhadap prosedur keselamatan. Dengan cara ini, karyawan merasa dihargai atas upaya mereka, sehingga mendorong mereka untuk terus berperilaku aman. Setiap tahun, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik keselamatan ini, di mana umpan balik dari pekerja juga sangat dihargai dan dipertimbangkan untuk perbaikan lebih lanjut. Akhirnya, pendekatan ini tidak hanya meningkatkan keselamatan kerja tetapi juga meningkatkan produktivitas dan efisiensi secara keseluruhan, menciptakan lingkungan kerja yang optimis dan berkelanjutan bagi semua yang terlibat.
General Manager Zona 12 PEPC, Afwan Daroni, dalam pernyataannya, menegaskan pentingnya pencapaian jam kerja selamat sebagai cerminan dari disiplin dan komitmen seluruh tim di JTB. Dalam industri energi yang kompleks dan berisiko, pencapaian ini bukan hanya sebuah angka; melainkan mencerminkan kesadaran tim akan keselamatan kerja. Keselamatan merupakan hal yang utama dan harus menjadi prioritas di setiap aktivitas, terutama dalam produksi gas yang melibatkan berbagai proses dan prosedur yang ketat.
Afwan juga menjelaskan bahwa pencapaian jam kerja selamat ini menjadi indikator dari budaya kerja yang baik di Zona 12. Seluruh karyawan diharapkan memiliki pemahaman mendalam mengenai konsekuensi dari setiap tindakan dan keputusan yang diambil di lapangan. Ini termasuk mengenali potensi bahaya serta menerapkan langkah-langkah preventif yang diperlukan untuk mitigasi risiko. Dengan adanya kepedulian ini, diharapkan seluruh tim dapat berkontribusi pada keselamatan dan kesehatan kerja, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas.
Lebih jauh lagi, beliau menekankan bahwa keberhasilan dalam menjaga keselamatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi merupakan kolaborasi dari seluruh elemen yang terlibat di proyek JTB. Dukungan dan perhatian padu dari manajemen tinggi hingga seluruh operator di lapangan sangat penting. Dengan semangat teamwork dan saling percaya, diharapkan JTB tidak hanya mencapai target produksi yang optimal tetapi juga mempertahankan standar keselamatan yang tinggi.
Dengan demikian, setiap pencapaian yang diperoleh dalam hal keselamatan kerja di lapangan gas JTB, mencerminkan nilai-nilai yang dianut dan ditanamkan oleh organisasinya. Afwan Daroni berkomitmen untuk terus memimpin inisiatif keselamatan ini, memastikan bahwa setiap anggota tim tidak hanya terlindungi tetapi juga termotivasi untuk menjaga kinerja yang lebih aman.
PT Pertamina Patra Niaga, sebagai salah satu entitas di industri energi di Indonesia, memiliki tanggung jawab besar terhadap lingkungan. Dalam upaya mendukung keberlanjutan, perusahaan ini telah menegaskan komitmennya melalui berbagai inisiatif, termasuk partisipasi aktif dalam Festival Mangrove Jawa Timur. Festival ini tidak hanya menjadi ajang edukasi, tetapi juga sebagai fase perwujudan kesadaran akan pentingnya menjaga ekosistem mangrove yang sangat vital bagi keseimbangan lingkungan.
Perusahaan menyadari bahwa kegiatan operasionalnya memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Oleh karena itu, PT Pertamina Patra Niaga berupaya meminimalkan dampak tersebut melalui program-program yang berfokus pada konservasi dan pemulihan lingkungan. Dalam konteks ini, kegiatan di Festival Mangrove merupakan salah satu langkah konkrit yang menunjukkan bagaimana perusahaan berkontribusi terhadap upaya pelestarian dan rehabilitasi lingkungan. Dengan berpartisipasi dalam festival ini, PT Pertamina Patra Niaga mendemonstrasikan komitmennya untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pelestarian hutan mangrove.
Inisiatif ini sejalan dengan misi perusahaan untuk menjadi penyedia energi yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Selain itu, PT Pertamina Patra Niaga juga melibatkan karyawan dalam berbagai kegiatan lingkungan sebagai bagian dari program corporate social responsibility (CSR) mereka. Melalui partisipasi langsung dan edukasi komunitas, mereka berharap dapat meningkatkan kesadaran publik tentang tanggung jawab terhadap lingkungan. Keterlibatan dalam kegiatan seperti Festival Mangrove menjadi landasan bagi perusahaan untuk membangun hubungan yang lebih baik dengan masyarakat serta lingkungan, mendemonstrasikan komitmen yang berkelanjutan terhadap pelestarian alam dan energi yang berkelanjutan. Sumber informasi: ngopibareng.id











