SAMARINDA.SIBERNKRI.COM – Prajurit yang naik sabuk dalam pencak silat, khususnya di lingkungan TNI, menunjukkan peningkatan kemampuan dalam ilmu bela diri pencak silat militer.
Ujian kenaikan sabuk ini merupakan bagian dari program pembinaan satuan untuk membentuk prajurit yang profesional dan tangguh.
Kemampuan beladiri menjadi salah satu keterampilan utama yang harus dimiliki oleh setiap prajurit TNI AD, tidak hanya sebagai bekal dalam melaksanakan tugas, tetapi juga sebagai sarana pembinaan prestasi olahraga.
Sebanyak 44 prajurit mengikuti kenaikan tingkat pencak silat militer dari sabuk kuning ke sabuk hijau yang digelar di Sport Center Korem 091/ASN, Jl. Awang Long Samarinda, Kamis (14/8/2025).

Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si didampingi Kasrem 091 ASN Kolonel Kav Rahyanto Edy Yunianto, S.A.P mengambil apel pagi sekaligus meninjau kegiatan kenaikan sabuk pencak silat militer (PSM), yang merupakan acara rutin untuk mengevaluasi kemampuan dan kemajuan prajurit.
Danrem mengatakan, Acara ini menjadi momentum penting bagi anggota pencak silat militer (PSM), untuk mengukur sejauh mana mereka telah memahami dan menguasai materi yang diajarkan, serta untuk mempererat tali silaturahmi antar anggota.
Danrem mengapresiasi partisipasi aktif anggota pencak silat militer (PSM), dalam kegiatan tersebut, yang menunjukkan kecintaan mereka pada tanah air dan organisasi.
Danrem 091/ASN berharap para prajurit dapat terus berlatih dan meningkatkan kemampuannya agar dapat menjadi prajurit yang tangguh dan profesional.
“Saya mengucapkan selamat kepada para peserta yang telah berhasil naik tingkat. Mudahan dari yang ada di sini ada yang menjadi atlet silat dan kalian punya andil bagi negara ini. Serta pelestarian pencak silat tetap terjaga,” tutupnya.
(Penrem091)

