Said Iqbal Kembali Terpilih Pimpin Partai Buruh Periode 2026-2031 Melalui Mufakat

Said Iqbal Kembali Terpilih Pimpin Partai Buruh Periode 2026-2031 Melalui Mufakat

Sibernkri.com // Jakarta – Kongres V Partai Buruh yang digelar di Golden Boutique Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat, resmi menetapkan Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh untuk periode 2026–2031 pada Selasa (20/1/2026). Forum tertinggi lima tahunan ini bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan panggung demokrasi kaum pekerja yang mengedepankan musyawarah di atas rivalitas.

Dalam proses persidangan, muncul tiga nama sebagai kandidat calon presiden: Said Iqbal, Henry Saragih, dan Andi Gani. Namun, Andi Gani berhalangan hadir karena urusan mendesak yang tidak bisa ditinggalkan.

Hingga Selasa malam, tersisa dua figur utama di arena kongres, yakni Said Iqbal dan Henry Saragih. Sesuai dengan tata tertib partai yang menempatkan mufakat sebagai identitas ideologis, pimpinan sidang mengupayakan musyawarah sebagai jalan utama sebelum menempuh jalur pemungutan suara (voting).

Hasil musyawarah tersebut disampaikan langsung oleh Henry Saragih. Dalam pernyataannya, Henry menegaskan bahwa perjuangan Partai Buruh memerlukan kesinambungan kepemimpinan untuk menghadapi tantangan besar, terutama target menang dalam Pemilu 2029.

“Kami sepakat melanjutkan Said Iqbal sebagai Presiden Partai Buruh periode 2026–2031,” tegas Henry.

Baginya, penyatuan kekuatan petani, buruh, nelayan, dan masyarakat desa adalah rumus kunci yang harus dijalankan secara konsisten.

Setelah palu sidang diketuk secara sah, Said Iqbal memberikan pidato perdana sebagai presiden terpilih. Dengan nada rendah hati namun tegas, ia memposisikan dirinya bukan sebagai penguasa, melainkan sebagai “pelayan” bagi kaum buruh, petani, dan rakyat kecil di 38 provinsi serta 514 kabupaten/kota.

Said Iqbal menekankan bahwa partai politik adalah instrumen sah untuk merebut kekuasaan demi perubahan nasib rakyat. Ia mengingatkan bahwa jika orang-orang baik menjauh dari politik, maka kursi kekuasaan akan diisi oleh mereka yang abai terhadap nasib kelas pekerja.

“Indonesia adalah negeri industri, di mana lebih dari 54 persen PDB disumbang oleh sektor ini. Sudah selayaknya Indonesia dipimpin oleh kekuatan yang lahir dari rahim industri itu sendiri,” ujar Said, merujuk pada keberhasilan pemimpin kelas pekerja di kancah global seperti Anthony Albanese di Australia.

Menatap masa depan, Said Iqbal menetapkan target ambisius namun terukur. Partai Buruh akan fokus memperkuat basis di luar Jawa, Sumatera, Kalimantan, hingga Sulawesi, serta mendominasi pusat-pusat kota industri untuk meraih kursi di DPRD maupun DPR RI.

Kongres V ini ditutup dengan sebuah pesan kuat: bahwa di dalam Partai Buruh, kesadaran bersama mampu melampaui ego politik, dan musyawarah terbukti menjadi jalan tercepat untuk melahirkan keputusan besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *