Harga BBM Pertamina pada 4 November 2026: Rincian Pertamax, Dex, dan BBM Subsidi

Harga BBM Pertamina pada 18 Oktober 2026: Rincian Produk dan Perubahan Tarif

Jakarta | Pada awal November 2026, Pertamina belum melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi. Berdasarkan informasi yang tersedia di laman resmi Pertamina, harga yang berlaku masih mengacu pada penetapan sebelumnya, yaitu 2 September 2026. Dengan demikian, memasuki bulan ini belum terdapat perubahan harga untuk kelompok BBM nonsubsidi yang dibahas dalam informasi tersebut. Konsumen dapat memahami bahwa daftar harga pada awal November masih sama dengan acuan yang telah diberlakukan sejak tanggal penetapan itu.

Kabar tidak berubahnya harga ini mencakup produk nonsubsidi Pertamina, termasuk jenis Pertamax dan Dex. Artinya, awal bulan tidak disertai pengumuman penyesuaian baru yang mengubah harga produk-produk tersebut dari ketentuan 2 September. Informasi yang tersedia hanya menyatakan bahwa acuan harga sebelumnya masih berlaku; karena itu, rincian harga perlu dibaca sesuai daftar resmi Pertamina, wilayah, dan jenis produk yang tercantum di sana. Tidak ada dasar dalam informasi tersebut untuk menyebut adanya kenaikan maupun penurunan pada awal November.

Bagi masyarakat yang hendak mengisi BBM, laman Pertamina menjadi rujukan untuk memeriksa harga yang berlaku, terutama apabila membutuhkan rincian berdasarkan daerah atau varian produk. Namun, pokok kabar pada 4 November 2026 tetap jelas: belum ada penyesuaian harga BBM nonsubsidi pada awal bulan, dan penetapan 2 September 2026 masih menjadi acuan. Pernyataan ini terbatas pada informasi yang tersedia dan tidak menjelaskan alasan di balik tidak adanya perubahan. Karena itu, pembaca sebaiknya merujuk pada pengumuman resmi terbaru jika mencari pembaruan setelah tanggal tersebut, tanpa menganggap ada perubahan yang belum diumumkan.

Untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan daerah sekitarnya, Pertamax Turbo tercatat Rp19.600 per liter. Angka tersebut dibandingkan dengan harga sebelumnya sebesar Rp18.300 per liter, sehingga selisihnya Rp1.300 per liter. Perbandingan ini menunjukkan posisi harga yang dirujuk dalam rincian, bukan pengumuman bahwa perubahan harga baru berlaku pada November. Konsumen perlu memperhatikan wilayah pembelian karena harga BBM nonsubsidi dapat berbeda mengikuti ketentuan pajak daerah dan kebijakan distribusi yang berlaku.

Pertamax Green 95 tercatat Rp19.150 per liter, dibandingkan dengan harga sebelumnya Rp16.600 per liter. Dengan demikian, selisih kedua angka tersebut adalah Rp2.550 per liter. Produk ini menjadi pilihan bensin dengan kandungan etanol yang dipasarkan Pertamina, sementara Pertamax Turbo berada pada tingkat harga Rp19.600 per liter untuk wilayah PBBKB 5 persen. Perbandingan harga tersebut membantu pembaca melihat perbedaan nominal antarkategori, tetapi tidak dengan sendirinya menyatakan waktu berlakunya penyesuaian atau perubahan baru khusus pada 4 November 2026.

Pada kategori diesel nonsubsidi, Dexlite tercatat Rp23.700 per liter, sedangkan harga sebelumnya adalah Rp19.700 per liter. Selisihnya mencapai Rp4.000 per liter. Pertamina Dex berada pada angka Rp25.200 per liter, dibandingkan harga sebelumnya Rp21.150 per liter, atau selisih Rp4.050 per liter. Berdasarkan angka yang dicantumkan, Pertamina Dex memiliki harga tertinggi di empat produk nonsubsidi tersebut, diikuti Dexlite, Pertamax Turbo, lalu Pertamax Green 95. Seluruh perbandingan ini menyajikan harga yang disebutkan saat ini dan pembanding sebelumnya; angka selisih hanya merupakan hasil pengurangan, bukan keterangan tentang tanggal efektif kenaikan yang baru. Sebelum mengisi bahan bakar, pengendara sebaiknya memeriksa papan harga di SPBU setempat, sebab wilayah, pajak daerah, dan pembaruan informasi dapat memengaruhi nominal yang dibayarkan. Dengan membaca harga per liter beserta pembanding sebelumnya secara cermat, konsumen dapat menilai biaya pengisian dan memilih produk sesuai kebutuhan kendaraan serta anggaran tanpa menyamakan perbandingan historis dengan keputusan harga terbaru pada November.

Pada 4 November 2026, harga Pertamax tercatat Rp15.950 per liter dan tidak berubah dalam informasi yang tersedia. Angka tersebut menjadi acuan bagi pengguna kendaraan yang memilih bensin nonsubsidi dengan nilai oktan lebih tinggi dibandingkan Pertalite. Meski begitu, harga Pertamax perlu dibedakan dari beberapa produk nonsubsidi lain yang disebut mengalami kenaikan sejak penetapan harga pada September. Perubahan pada produk tersebut tidak berarti seluruh BBM nonsubsidi naik serentak. Untuk mengetahui biaya pengisian secara tepat, konsumen sebaiknya memperhatikan jenis produk yang dibeli dan harga yang berlaku untuk masing-masing bahan bakar.

Di kelompok BBM bersubsidi, Pertalite tetap tercantum seharga Rp10.000 per liter. Bio Solar juga tidak berubah, dengan harga Rp6.800 per liter. Dengan demikian, ketiga angka tersebut menunjukkan kondisi harga yang berbeda menurut jenis produknya: Pertamax sebagai BBM nonsubsidi, sedangkan Pertalite dan Bio Solar merupakan bahan bakar bersubsidi. Harga yang tetap ini penting bagi pengendara untuk memperkirakan pengeluaran rutin, terutama ketika merencanakan perjalanan atau mengatur anggaran transportasi. Namun, keterangan tidak berubah hanya merujuk pada harga yang dinyatakan dalam informasi untuk tanggal tersebut, bukan jaminan bahwa nilainya akan selalu sama pada waktu mendatang.

Perbandingan harga sebaiknya dilakukan secara terpisah agar kenaikan pada sejumlah BBM nonsubsidi lain tidak disalahartikan sebagai perubahan tarif Pertamax, Pertalite, atau Bio Solar. Berdasarkan rincian yang disebutkan, Pertamax masih Rp15.950 per liter, Pertalite tetap Rp10.000 per liter, dan Bio Solar bertahan pada Rp6.800 per liter. Bagi konsumen, memperhatikan nama produk sebelum mengisi kendaraan dapat membantu menghindari kekeliruan dalam menghitung biaya. Informasi harga juga dapat berbeda mengikuti pembaruan kebijakan, sehingga pengecekan kembali melalui kanal resmi sebelum membeli merupakan langkah yang bijak. Untuk tanggal 4 November 2026, angka-angka tersebut menjadi rincian harga yang dinyatakan tetap.

Harga Pertamax Turbo sebesar Rp19.600 per liter perlu dibaca dengan memperhatikan cakupan wilayah yang menjadi dasar angka tersebut. Nilai itu berlaku di daerah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya. Karena besaran pajak daerah dapat berbeda, angka ini tidak otomatis mewakili harga Pertamax Turbo di seluruh Indonesia. Konsumen sebaiknya memastikan harga yang berlaku di lokasi pengisian masing-masing sebelum membeli, terutama ketika berada di luar cakupan wilayah yang disebutkan.

Rincian harga dalam pembahasan ini mengacu pada daftar yang berlaku pada Rabu, 4 November 2026. Untuk BBM nonsubsidi, acuan harga yang digunakan mulai berlaku sejak 2 September 2026. Dengan demikian, informasi tersebut menggambarkan daftar harga pada tanggal yang disebutkan, bukan pernyataan bahwa seluruh jenis BBM atau seluruh wilayah memiliki harga seragam. Perbedaan wilayah, termasuk ketentuan PBBKB setempat, dapat memengaruhi harga jual yang ditampilkan di stasiun pengisian.

Dalam membaca daftar harga Pertamina, bedakan pula BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo dan produk yang memperoleh subsidi. Pertamax Turbo merupakan produk nonsubsidi, sehingga harga yang dicantumkan mengikuti acuan harga nonsubsidi beserta cakupan wilayahnya. Untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, harga yang dirujuk adalah Rp19.600 per liter. Namun, informasi yang tersedia di sini tidak merinci harga Pertamax Turbo untuk daerah lain. Karena itu, jangan menerapkan angka tersebut secara umum ke seluruh provinsi atau kota. Pemeriksaan pada kanal resmi Pertamina atau papan harga di SPBU setempat dapat membantu memastikan tarif yang berlaku pada hari pembelian. Keterangan tanggal dan wilayah ini penting agar perbandingan harga tetap tepat, serta tidak mencampur angka dari daerah atau periode yang berbeda.

Baca juga: Pertamina SMExpo di Pasar Ngasem Buka Akses Lebih Luas bagi UMKM Binaan | Promo GOKIL Pertamina Enduro Tawarkan Kuota Internet bagi Driver Ojol Telkomsel di Jakarta | Aspirasi Pengemudi Towing dan Tanggapan Pertamina

21 kunjungan