Bukan nya Cari Solusi Diduga Sepihak, Sikap Ketua RT 05 RW 01 Jrebeng Kidul Tuai Sorotan Warga

Sibernkri.Com // Kota Probolinggo – Suasana yang selama ini kondusif di lingkungan RT 05 RW 01, Kelurahan Jrebeng Kidul, mendadak memanas setelah kegiatan balap kelereng yang telah berlangsung selama beberapa bulan dikabarkan diminta untuk dihentikan.

Sabtu.( 18/07/26)

Sejumlah warga mengaku kecewa atas langkah Ketua RT berinisial Z yang diduga melaporkan kegiatan tersebut kepada pihak kelurahan dengan alasan mengganggu lingkungan dan diduga mengandung unsur perjudian. Laporan itu bahkan memicu turunnya unsur tiga pilar bersama lurah ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Menurut keterangan sejumlah warga, selama kegiatan balap kelereng berlangsung justru tidak pernah terjadi keributan maupun gangguan ketertiban. Mereka menilai kegiatan tersebut menjadi hiburan masyarakat sekaligus membawa dampak positif bagi lingkungan.

Dulu sebelum ada kegiatan ini warga pernah di hebohkan kebobolan beberapa ekor kambing lenyap di gondol maling
Dengan adanya kegiatan ini. Lingkungan Aman tiap malam. Dan warga bisa tidur nyenyak bagi yang punya. Ternak. Dan lainnya.

Kegiatan ini
Selain menjadi sarana mempererat kebersamaan, kegiatan itu juga disebut membantu meningkatkan perekonomian warga. Pedagang kopi dan makanan ringan memperoleh tambahan penghasilan, sementara semangat gotong royong masyarakat tetap terjaga.

Warga mempertanyakan dasar tudingan yang menyebut kegiatan tersebut sebagai perjudian. Hingga kini, mereka mengaku tidak pernah melihat adanya praktik perjudian di lokasi dan menegaskan bahwa kegiatan yang berlangsung hanyalah perlombaan balap kelereng sebagai hiburan masyarakat.

Sikap Ketua RT yang tetap bersikeras meminta pembubaran pun memunculkan berbagai pertanyaan di tengah masyarakat. Warga berharap aparat maupun pihak kelurahan melakukan kajian secara objektif berdasarkan fakta di lapangan, bukan semata-mata berdasarkan dugaan yang belum terbukti.

Apabila memang tidak ditemukan unsur perjudian maupun pelanggaran hukum, warga meminta agar kegiatan yang dinilai memberikan manfaat sosial dan ekonomi tersebut dapat kembali berjalan seperti sediakala. Mereka juga berharap Ketua RT lebih mengedepankan dialog dengan yg masyarakat daripada mengambil langkah yang justru berpotensi menimbulkan kegaduhan di lingkungan.

“R, firdaus/**