KNEKS Perkuat Sinergi Kampus untuk Menyiapkan Talenta Ekonomi Syariah

KNEKS Perkuat Sinergi Kampus untuk Menyiapkan Talenta Ekonomi Syariah

JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) memperkuat sinergi dengan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Indonesia (AFEBI) dan Asosiasi Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (AFEBIS). Kerja sama ini diarahkan untuk menyiapkan talenta yang memiliki pengetahuan, keterampilan, serta pemahaman menyeluruh mengenai ekonomi dan keuangan syariah. Penguatan kolaborasi lembaga pemerintah dan lingkungan perguruan tinggi dinilai penting untuk menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang.

Pembahasan mengenai kerja sama tersebut berlangsung dalam rapat program pengembangan talenta ekonomi dan keuangan syariah terintegrasi. Pertemuan itu digelar di kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, pada Selasa (6/10). Forum tersebut menjadi ruang untuk menyelaraskan program, memperkuat koordinasi, dan membangun langkah bersama dalam pengembangan sumber daya manusia di sektor syariah.

Melalui keterlibatan AFEBI dan AFEBIS, KNEKS dapat memperluas komunikasi dengan fakultas ekonomi serta fakultas ekonomi dan bisnis Islam di berbagai perguruan tinggi. Asosiasi fakultas diharapkan berperan dalam menghubungkan kebijakan pengembangan talenta dengan kebutuhan akademik dan praktik dunia usaha. Dengan demikian, proses pendidikan dapat semakin relevan terhadap perubahan ekosistem ekonomi syariah, termasuk kebutuhan kompetensi di bidang keuangan, industri halal, kewirausahaan, dan pengelolaan bisnis.

Sinergi tersebut juga membuka peluang untuk mengembangkan kurikulum, riset, pelatihan, sertifikasi, dan kegiatan peningkatan kapasitas secara lebih terarah. Keterpaduan program pemerintah, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lainnya diperlukan agar lulusan tidak hanya memahami konsep syariah, tetapi juga mampu menerapkannya secara profesional. Talenta yang dipersiapkan diharapkan memiliki integritas, kemampuan analitis, kecakapan digital, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.

Penguatan hubungan kelembagaan ini menunjukkan bahwa pengembangan talenta menjadi salah satu fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah. Kolaborasi berkelanjutan KNEKS, AFEBI, dan AFEBIS diharapkan menghasilkan ekosistem pendidikan yang mendukung ketersediaan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing.

Arah program yang dibahas KNEKS bersama para asosiasi fakultas menempatkan pengembangan talenta ekonomi syariah dalam kerangka yang lebih luas daripada pencapaian akademik. Pengetahuan dan pemahaman konseptual tetap menjadi dasar penting bagi mahasiswa, tetapi kesiapan lulusan juga perlu dibangun melalui kemampuan lain yang mendukung penerapan ilmu. Pendekatan ini mencerminkan perhatian terhadap kebutuhan dunia kerja dan ekosistem ekonomi syariah yang menuntut perpaduan penguasaan materi, kecakapan praktis, serta kemampuan berinteraksi secara efektif.

Dalam pembahasan tersebut, pengembangan talenta diarahkan untuk menyelaraskan kemampuan akademik dengan pengalaman praktis. Pengalaman semacam itu membantu mahasiswa memahami bagaimana pengetahuan yang diperoleh di lingkungan kampus dapat diterapkan dalam situasi yang lebih nyata. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak berhenti pada pemahaman teori, melainkan turut mendorong terbentuknya kesiapan untuk menghadapi persoalan dan dinamika yang berkaitan dengan bidang ekonomi syariah. Keselarasan aspek akademik dan praktik menjadi bagian penting dalam menyiapkan lulusan yang memiliki bekal lebih relevan.

Selain pengalaman praktis, arah pengembangan tersebut juga mencakup kepemimpinan dan kemampuan berkolaborasi. Kepemimpinan diperlukan agar lulusan mampu mengambil peran dan menjalankan tanggung jawab secara baik, sementara kolaborasi mendukung kemampuan untuk bekerja bersama pihak lain dengan latar belakang dan keahlian yang beragam. Penekanan pada kedua kemampuan ini menunjukkan bahwa talenta ekonomi syariah perlu dipersiapkan secara menyeluruh. Lulusan tidak hanya diharapkan memahami bidangnya secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan untuk berkontribusi, berkomunikasi, dan bekerja secara kolektif dalam lingkungan profesional.

Ketua Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) sekaligus Dekan Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung, Prof. Dr. Aurik Gustomo, memandang perguruan tinggi memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan syariah. Peran tersebut tidak berhenti pada penyelenggaraan pendidikan, tetapi juga mencakup kontribusi melalui pengembangan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.

Menurutnya, perguruan tinggi perlu terus meningkatkan kontribusi melalui riset dan kolaborasi. Riset dapat menjadi landasan untuk memahami berbagai tantangan serta peluang dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Dengan dukungan kajian yang kuat, perguruan tinggi dapat menghasilkan pemikiran dan rekomendasi yang membantu memperkaya pembahasan mengenai arah pengembangan sektor tersebut.

Kolaborasi juga dipandang sebagai unsur penting untuk memperkuat peran kampus. Hubungan yang lebih erat perguruan tinggi dan pemangku kepentingan dapat membuka ruang pertukaran pengetahuan, mempertemukan perspektif, serta mendorong penyelarasan proses akademik dan kebutuhan pengembangan talenta. Dalam konteks ini, kampus tidak hanya menyiapkan sumber daya manusia melalui pembelajaran, tetapi juga berkontribusi membangun fondasi keilmuan bagi ekonomi syariah.

Pandangan Prof. Aurik menegaskan bahwa peningkatan kualitas talenta ekonomi dan keuangan syariah memerlukan dukungan berkelanjutan dari institusi pendidikan tinggi. Penguatan riset dan kolaborasi menjadi bagian dari upaya untuk memastikan kontribusi perguruan tinggi tetap relevan terhadap agenda nasional. Melalui peran tersebut, kampus dapat ikut mendorong lahirnya talenta yang memiliki pemahaman akademik, kemampuan analitis, serta kesiapan untuk berkontribusi dalam perkembangan ekonomi syariah.

KNEKS mendorong penguatan talent branding lulusan ekonomi dan keuangan syariah agar lebih dikenal oleh industri. Upaya ini penting karena lulusan tidak hanya perlu memiliki kompetensi akademik, tetapi juga harus mampu menunjukkan keahlian, pengalaman, dan kesiapan kerja yang relevan dengan kebutuhan sektor ekonomi syariah. Citra lulusan yang kuat dapat membantu perusahaan memahami nilai tambah serta peran yang dapat diberikan oleh talenta dari bidang tersebut.

Sejumlah kajian yang dilakukan KNEKS bersama berbagai asosiasi, termasuk Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI), menunjukkan bahwa pemahaman industri terhadap kompetensi dan profil lulusan ekonomi syariah masih perlu ditingkatkan. Industri membutuhkan informasi yang lebih jelas mengenai kemampuan teknis, pemahaman regulasi, kecakapan digital, serta keterampilan profesional yang dimiliki lulusan. Kejelasan informasi tersebut dapat memperkecil kesenjangan persepsi industri dan kapasitas nyata lulusan.

Penguatan citra lulusan juga perlu disertai pemetaan kebutuhan sumber daya manusia secara berkala. Perubahan model bisnis, perkembangan teknologi finansial, dan pertumbuhan ekosistem keuangan syariah membuat kebutuhan kompetensi terus berkembang. Karena itu, perguruan tinggi perlu memperoleh gambaran yang lebih konkret mengenai posisi pekerjaan, keahlian, dan karakter tenaga kerja yang dibutuhkan oleh perusahaan.

Narasumber menegaskan bahwa pemetaan tersebut membutuhkan sinergi perguruan tinggi, praktisi, asosiasi, kementerian dan lembaga, serta industri. Kolaborasi lintas pemangku kepentingan diperlukan untuk menyelaraskan kurikulum, memperluas pengalaman praktis mahasiswa, dan memperjelas kompetensi lulusan sesuai kebutuhan dunia kerja. Melalui kerja sama yang terarah, pengembangan talenta ekonomi syariah dapat berlangsung lebih responsif, sementara industri memperoleh akses terhadap sumber daya manusia yang sesuai dengan tantangan dan peluang sektor syariah.