Sinopsis dan Jadwal Tayang Tazza: Beelzebub’s Song di Bioskop Indonesia

Sinopsis dan Jadwal Tayang Tazza: Beelzebub’s Song, Kisah Pengkhianatan di Meja Poker

Tazza: Beelzebub’s Song hadir sebagai film Korea terbaru yang kembali membawa penonton ke dunia kriminal, intrik, dan perjudian kelas atas. Film ini memperluas seri Tazza dengan menghadirkan kisah yang berpusat pada permainan berisiko tinggi, ketika kepentingan pribadi, strategi, dan persaingan menjadi bagian penting dari setiap langkah para tokohnya. Suasana dunia perjudian dalam film tersebut tidak hanya menampilkan ketegangan di meja permainan, tetapi juga memperlihatkan hubungan yang dibentuk oleh kepercayaan, kepentingan, serta konflik.

Film ini menandai debut Byun Yo-han dalam seri Tazza. Kehadirannya menempatkan karakter yang diperankannya di tengah arena poker profesional, sebuah ruang yang menjadi pusat cerita. Di arena tersebut, kemampuan membaca lawan dan menentukan pilihan memiliki konsekuensi besar. Poker tidak sekadar berfungsi sebagai latar, melainkan menjadi bagian utama yang menggerakkan alur dan mempertemukan berbagai kepentingan dalam cerita.

Tema pengkhianatan, ambisi, dan pembalasan dendam menjadi dasar konflik dalam Tazza: Beelzebub’s Song. Pengkhianatan menguji hubungan antartokoh, sementara ambisi mendorong mereka untuk mengejar posisi dan kemenangan dengan taruhan yang semakin besar. Di sisi lain, pembalasan dendam menghadirkan dorongan yang membuat persaingan terus berkembang. Ketiga tema tersebut saling berkelindan dalam dunia kriminal dan perjudian kelas atas, sehingga setiap keputusan dapat mengubah arah hubungan maupun pertarungan yang berlangsung. Melalui perpaduan intrik dan permainan poker profesional, film ini memperkenalkan babak terbaru dalam seri Tazza dengan konflik yang bertumpu pada perebutan kendali, kepercayaan, dan kesempatan untuk membalas.

Jang Tae-young, yang diperankan oleh Byun Yo-han, digambarkan sebagai pria cerdas dengan naluri bisnis yang tajam. Ia memiliki kemampuan alami untuk melihat peluang, memutar modal, dan mengubahnya menjadi keuntungan. Bagi Tae-young, uang bukan sekadar alat untuk memenuhi kebutuhan, melainkan sumber daya yang dapat dikembangkan melalui keberanian, perhitungan, serta strategi yang tepat. Kecerdasannya membuat ia mampu membaca situasi dengan cepat dan mengambil keputusan ketika orang lain masih mempertimbangkan risiko.

Ketika melihat potensi keuntungan yang besar dalam industri poker, Tae-young memutuskan untuk terjun ke bidang tersebut. Ia tidak memandang poker hanya sebagai permainan yang mengandalkan keberuntungan. Di matanya, meja poker merupakan ruang persaingan yang menuntut kemampuan membaca lawan, mengendalikan emosi, dan menyusun langkah secara cermat. Peluang bisnis di balik industri itu mendorongnya untuk membangun usaha yang lebih besar, sekaligus membuka jalan menuju ambisi finansial yang selama ini ia kejar.

Untuk merealisasikan rencananya, Tae-young mengajak sahabatnya, Park Tae-young, yang diperankan oleh Roh Jae-won, bergabung dalam usaha tersebut. Keduanya memiliki hubungan yang dibangun dari kepercayaan, tetapi juga menyimpan dinamika yang tidak sederhana. Jang Tae-young tampil sebagai sosok yang berani mengambil inisiatif dan menentukan arah, sedangkan Park Tae-young membawa kemampuan istimewa yang dapat menjadi aset penting bagi bisnis mereka.

Park Tae-young dikenal sebagai seorang jenius di meja poker. Ia mampu menganalisis permainan, mengenali pola, serta memanfaatkan celah yang tidak mudah dilihat pemain lain. Namun, kehebatan itu tidak otomatis membuatnya percaya diri. Park merasa selalu kalah bersaing dan terus berada di bawah bayang-bayang Jang Tae-young. Perasaan tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam kerja sama mereka. Seiring berkembangnya usaha, persahabatan, ambisi, dan kebutuhan untuk membuktikan kemampuan masing-masing berpotensi saling berbenturan.

Keterlibatan Jang Tae-young dan Park Tae-young dalam bisnis perjudian perlahan mengubah hubungan yang sebelumnya dibangun atas dasar persahabatan dan kepercayaan. Pada awalnya, keduanya tampak memiliki tujuan yang sama, yakni mengembangkan permainan poker menjadi usaha yang menghasilkan keuntungan besar. Namun, lingkungan bisnis yang dipenuhi risiko, uang, dan persaingan membuat Park Tae-young semakin terobsesi. Ia tidak lagi melihat usaha tersebut sebagai proyek bersama, melainkan sebagai kesempatan untuk menguasai kekayaan dan kekuatan secara pribadi.

Obsesi Park Tae-young kemudian berkembang menjadi ambisi yang tidak terkendali. Dalam upaya meraih kendali penuh, ia mengkhianati Jang Tae-young, sahabat sekaligus rekan bisnisnya sendiri. Park mengambil seluruh aset dan usaha yang sebelumnya mereka bangun bersama, tanpa menyisakan ruang bagi Jang untuk mempertahankan haknya. Pengkhianatan tersebut membuat Jang Tae-young kehilangan segalanya, termasuk sumber penghasilan, posisi dalam bisnis, dan kepercayaan terhadap orang yang selama ini dianggap sebagai sahabat. Konflik mereka pun berubah menjadi pertarungan pribadi yang semakin rumit, dengan taruhan yang jauh lebih besar daripada sekadar keuntungan dari meja poker.

Situasi menjadi semakin kompleks setelah Kaneko hadir dalam pusaran bisnis tersebut. Tokoh yang diperankan Ayaka Miyoshi ini merupakan seorang direktur umum perusahaan yang memperoleh dukungan dari jaringan yakuza asal Jepang. Dengan kedudukan dan koneksi yang dimilikinya, Kaneko mempunyai pengaruh besar terhadap berbagai keputusan bisnis, sekaligus kemampuan untuk mengubah keseimbangan kekuatan di para pemain. Ia mulai mencampuri bisnis poker karena melihat potensi keuntungan besar yang dikelola Jang Tae-young dan Park Tae-young. Ketertarikannya bukan sekadar rasa ingin tahu, melainkan bagian dari perhitungan strategis untuk memperluas kepentingan perusahaan dan jaringan yang berada di belakangnya. Kehadiran Kaneko akhirnya menambah tekanan baru bagi kedua tokoh utama, terutama ketika ambisi pribadi, kepentingan korporasi, dan kekuatan kriminal saling beririsan.

Setelah dikhianati oleh orang-orang yang pernah dipercaya, Jang Tae-young berusaha membangun kembali hidupnya dari titik terendah. Pengalaman tersebut tidak hanya merenggut peluang dan kedudukannya, tetapi juga meninggalkan luka yang mendorongnya untuk mencari jawaban. Dalam proses bangkit, Tae-young menyadari bahwa jalan menuju pemulihan tidak dapat ditempuh dengan cara biasa. Ia harus kembali memasuki dunia perjudian yang penuh tipu daya, strategi, dan pengkhianatan.

Situasi menjadi semakin rumit ketika Jang Tae-young bertemu kembali dengan Park Tae-young. Pertemuan itu berlangsung dalam ajang perjudian internasional berskala global, tempat para pemain dari berbagai latar belakang mempertaruhkan lebih dari sekadar uang. Meja judi tersebut menjadi arena pertarungan berisiko tinggi yang mempertemukan ambisi, kekuasaan, nasib, serta keinginan untuk membalas dendam. Setiap keputusan dapat mengubah masa depan, sementara satu kesalahan kecil berpotensi membuat seorang pemain kehilangan segalanya.

Di tengah permainan yang semakin menegang, hubungan kedua tokoh utama menjadi salah satu pusat konflik. Persaingan mereka tidak hanya ditentukan oleh kemampuan membaca kartu dan menebak langkah lawan, tetapi juga oleh sejarah masa lalu yang belum terselesaikan. Perjudian pun berkembang menjadi pertarungan psikologis, ketika kepercayaan sulit diberikan dan setiap kesepakatan dapat menyembunyikan rencana lain. Bagi Jang Tae-young, kemenangan di arena tersebut merupakan kesempatan untuk merebut kembali kendali atas hidupnya sekaligus menuntaskan pembalasan.

Tazza: Beelzebub’s Song diadaptasi dari komik berjudul sama karya Kim Se-young dengan ilustrasi Huh Young-man, yang pertama kali dipublikasikan pada 2000-an. Komik ini merupakan karya keempat dalam seri Tazza. Film tersebut disutradarai Choi Kook-hee, yang sebelumnya dikenal melalui No Way Out: The Roulette, Life Is Beautiful, dan Split. Tazza: Beelzebub’s Song dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada 30 September, sehingga penonton dapat menyaksikan langsung pertarungan sengit ambisi, nasib, dan dendam di layar lebar.