KOTA YOGYAKARTA, DI YOGYAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pertamina SMExpo digelar di Pasar Ngasem, Kota Yogyakarta, pada 2–4 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk mengangkat, memperkenalkan, dan mengembangkan potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan kepada masyarakat yang lebih luas. Melalui pameran tersebut, pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk menampilkan produk, membangun interaksi langsung dengan konsumen, serta memperluas peluang pasar.
Beragam produk UMKM binaan Pertamina dihadirkan dalam kegiatan ini, mulai dari kebutuhan sehari-hari hingga produk kreatif dan olahan khas daerah. Kehadiran produk-produk tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki kemampuan untuk menghasilkan barang yang bernilai, memiliki karakter, dan relevan dengan kebutuhan konsumen. Pameran juga memberikan ruang bagi pelaku usaha untuk memperkenalkan keunggulan produknya secara langsung, termasuk kualitas bahan, proses produksi, serta identitas lokal yang menjadi pembeda.
Komisaris Independen Pertamina Nanik S Deyang menyampaikan bahwa kualitas produk UMKM tidak kalah dibandingkan dengan produk yang dihasilkan industri besar. Pernyataan ini menegaskan pentingnya membangun kepercayaan publik terhadap produk usaha kecil dan menengah. Dengan dukungan promosi, peningkatan kapasitas, dan akses pasar yang lebih luas, produk UMKM berpeluang semakin dikenal serta mampu bersaing di berbagai segmen.
Pemilihan Pasar Ngasem sebagai lokasi SMExpo memiliki alasan strategis. Pasar tersebut berada di kawasan wisata Kota Yogyakarta yang ramai didatangi wisatawan dan masyarakat. Arus pengunjung yang tinggi menjadikan lokasi ini ruang yang efektif untuk memperkenalkan produk UMKM binaan Pertamina kepada calon konsumen dari berbagai daerah. Selain berbelanja, pengunjung dapat mengenal langsung karya dan produk pelaku usaha, sehingga tercipta hubungan yang lebih dekat UMKM dan pasar. Penyelenggaraan di ruang publik seperti Pasar Ngasem juga memperkuat keterhubungan pengembangan UMKM, potensi wisata, dan aktivitas ekonomi lokal.
Pameran Pertamina SMExpo di Pasar Ngasem mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari berbagai wilayah Indonesia dengan konsumen di Yogyakarta. Peserta yang hadir tidak hanya berasal dari daerah setempat, tetapi juga mencakup pelaku usaha dari Aceh dan Jawa Timur. Keberagaman asal peserta tersebut menunjukkan bahwa kegiatan pameran menjadi ruang pertemuan bagi produk UMKM dari berbagai daerah untuk diperkenalkan di pasar yang berbeda dari wilayah asalnya.
Kehadiran UMKM dari luar Yogyakarta di Pasar Ngasem memberikan peluang untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Para pelaku usaha dapat memperkenalkan produk secara langsung, membangun komunikasi dengan calon pelanggan, serta melihat respons pasar Yogyakarta terhadap barang yang mereka tawarkan. Akses seperti ini dapat membantu UMKM memperluas jangkauan pemasaran, terutama bagi usaha yang sebelumnya lebih banyak melayani konsumen di daerah masing-masing.
Nanik menyampaikan bahwa potensi pasar di lokasi tersebut membuka kemungkinan bagi pelaku UMKM dari daerah lain untuk membuka stan di Yogyakarta. Pasar Ngasem menjadi salah satu lokasi yang dapat dipertimbangkan karena mempertemukan aktivitas perdagangan dengan masyarakat dan pengunjung yang datang ke kawasan tersebut. Dengan adanya peluang itu, pelaku usaha dari berbagai wilayah dapat mempertimbangkan kehadiran yang lebih berkelanjutan, tidak hanya melalui pameran, tetapi juga dengan mengenalkan produknya kepada pasar Yogyakarta.
Perjumpaan produk dari berbagai daerah dan konsumen di Yogyakarta juga menempatkan UMKM sebagai salah satu penopang pertumbuhan perekonomian Indonesia. Aktivitas pameran memberi ruang bagi usaha untuk memperluas pasar, meningkatkan interaksi dengan konsumen, dan membuka peluang pengembangan usaha. Keterlibatan UMKM dari Aceh, Jawa Timur, Yogyakarta, serta wilayah lainnya memperlihatkan cakupan usaha yang dapat hadir dalam satu kegiatan dan berhubungan dengan pasar yang lebih beragam.
Komitmen Pertamina dalam mendampingi dan membina UMKM perlu terus dijaga agar pelaku usaha tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga memiliki kemampuan untuk memasarkannya secara lebih baik. Pendampingan menjadi penting karena kualitas produk saja belum cukup untuk memastikan keberlanjutan usaha. Produk yang baik perlu diperkenalkan kepada konsumen melalui akses pasar yang tepat, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk dikenal, dibeli, dan berkembang.
Nanik menyampaikan bahwa kemampuan menghasilkan produk harus diiringi dengan kemampuan menjual. Kedua hal tersebut merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan usaha. Pelaku UMKM dapat memiliki produk yang berkualitas, tetapi tanpa kemampuan memasarkan, produk tersebut akan sulit menjangkau konsumen. Karena itu, penguatan kapasitas pemasaran perlu berjalan seiring dengan proses pembinaan dan bimbingan yang diberikan kepada UMKM.
Pasar dapat menjadi ruang yang efektif untuk memasarkan hasil usaha. Kehadiran pasar memungkinkan pelaku UMKM bertemu langsung dengan calon konsumen, memperkenalkan keunggulan produknya, serta memperoleh pemahaman mengenai kebutuhan dan selera masyarakat. Akses semacam ini juga memberi kesempatan bagi UMKM untuk membangun kepercayaan konsumen melalui interaksi langsung dan pengalaman terhadap produk yang ditawarkan.
Atas dasar itu, Nanik berharap Pertamina tidak berhenti pada pendampingan, pembinaan, dan bimbingan. Pertamina juga diharapkan ikut menghidupkan pasar di berbagai daerah sebagai ruang pemasaran bagi produk UMKM. Pasar yang aktif akan memperluas kesempatan pelaku usaha untuk menawarkan produknya kepada masyarakat. Dengan demikian, pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada kemampuan produksi, tetapi juga mendorong terbentuknya ekosistem pemasaran yang mendukung keberlangsungan usaha.
Penguatan pasar di berbagai daerah juga dapat membuat hasil pembinaan memiliki dampak yang lebih nyata. Ketika UMKM memperoleh ruang untuk memasarkan produk secara berkelanjutan, kemampuan usaha yang telah dibangun melalui pendampingan dapat digunakan secara optimal. Langkah tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM memerlukan dukungan yang menyeluruh, mulai dari peningkatan kemampuan menghasilkan produk hingga tersedianya ruang untuk menjual dan memperkenalkannya kepada konsumen.
Corporate Secretary Pertamina Arya Dwi Paramita menjelaskan bahwa SMExpo merupakan singkatan dari Small Medium Enterprise Expo. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk mendukung perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) binaan Pertamina. Melalui pameran dan berbagai aktivitas pendukung, pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk, membangun jejaring, serta menjangkau konsumen dan mitra bisnis yang lebih luas.
Program SMExpo dibentuk pada 2020, ketika pandemi COVID-19 memberikan tekanan besar terhadap aktivitas ekonomi. Pada masa tersebut, banyak pelaku UMKM mengalami kesulitan menembus pasar karena mobilitas masyarakat terbatas dan kegiatan perdagangan tidak dapat berlangsung secara normal. Untuk menjawab tantangan itu, pelaksanaan SMExpo pada tahap awal dilakukan secara daring. Format tersebut memungkinkan produk UMKM tetap diperkenalkan kepada calon pembeli, meskipun interaksi dan transaksi tatap muka masih terbatas.
Seiring membaiknya kondisi dan berkembangnya kebutuhan pelaku usaha, pelaksanaan SMExpo terus disesuaikan. Pada 2026, rangkaian kegiatan dilaksanakan secara regional dengan agenda yang dimulai di Pekanbaru, kemudian berlanjut di Yogyakarta. Setelah itu, kegiatan dijadwalkan berlangsung di Bekasi, Cirebon, dan Cilacap, sementara pelaksanaan pada tingkat nasional direncanakan digelar di Jakarta. Perluasan lokasi tersebut menunjukkan upaya untuk menghadirkan akses promosi dan pemasaran yang lebih dekat dengan UMKM di berbagai daerah.
Rangkaian SMExpo tersebut dimaksudkan untuk mempertemukan produk UMKM dengan pasar, baik melalui konsumen langsung maupun peluang kerja sama dengan berbagai pihak. Dengan memperluas ruang promosi dan membuka akses jejaring, Pertamina berupaya membantu UMKM meningkatkan daya saing serta mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi wujud komitmen Pertamina dalam mendukung pertumbuhan ekonomi melalui penguatan sektor UMKM.



