Sibernkri.com, Jakarta // Perwakilan perempuan Jawa Timur yang tergabung dalam Srikandi Jawa Timur hadir membawa aspirasi krusial dalam gelaran Diskusi Publik Kongres Perempuan Indonesia yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu (18/1).
Kehadiran delegasi ini menjadi simbol kuat komitmen perempuan pekerja dari Bumi Majapahit dalam memperjuangkan hak-hak konstitusional, kesetaraan gender, dan penguatan keterwakilan perempuan di kancah publik nasional.
Jawa Timur diwakili oleh sosok advokat dan aktivis perempuan, Eka Hernawati, S.H., M.H. Dalam kehadirannya, Eka didampingi oleh Lia Mayang Sari, Ketua EXCO Partai Buruh Kabupaten Lumajang.
Eka Hernawati menegaskan bahwa partisipasi mereka bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk memastikan suara perempuan pekerja di daerah didengar di tingkat pusat.
“Kami hadir untuk membawa mandat dari ribuan perempuan pekerja di Jawa Timur. Isu kesetaraan bukan lagi soal angka keterwakilan, tapi bagaimana kebijakan publik ke depan benar-benar berpihak pada perlindungan perempuan dan akses keadilan yang setara,” ujar Eka di sela-sela diskusi.
Diskusi publik ini menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi perempuan di era modern, mulai dari perlindungan tenaga kerja hingga peran strategis perempuan dalam pengambilan keputusan politik. Poin-poin utama yang dibawa oleh delegasi Jawa Timur meliputi memastikan perlindungan hukum bagi perempuan pekerja di sektor industri dan mendorong peran aktif perempuan dalam struktur partai politik dan jabatan publik untuk kebijakan yang lebih inklusif serta memperjuangkan ruang aman bagi perempuan di lingkungan kerja dan ruang publik.
Senada dengan Eka, Lia Mayang Sari menambahkan bahwa kolaborasi antar wilayah sangat penting untuk membangun kekuatan kolektif. “Dari Lumajang hingga Jakarta, semangatnya sama: perempuan harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan,” tegasnya.
Kongres Perempuan Indonesia merupakan forum strategis yang mempertemukan aktivis, akademisi, dan praktisi dari berbagai daerah untuk merumuskan rekomendasi kebijakan nasional. Kehadiran perwakilan dari Jawa Timur diharapkan mampu memberi warna dan bobot tersendiri dalam perumusan hasil kongres tahun ini.

