Bandung | Persib Bandung kembali menunjukkan daya juang tinggi ketika menghadapi Dewa United pada pekan keempat Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Minggu, 11 Oktober 2026, tim asuhan Igor Tolic sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal dua gol pada babak pertama. Egy Maulana Vikri lebih dahulu mencatatkan namanya di papan skor, sebelum Noah Sadaoui menggandakan keunggulan Dewa United. Dua gol tersebut membuat Persib harus memasuki ruang ganti dengan pekerjaan berat untuk membalikkan keadaan.
Respons Persib pada babak kedua memperlihatkan karakter dan ketahanan mental para pemain. Balsa Sekulic berhasil memperkecil ketertinggalan, lalu Marc Klok mencetak gol yang mengubah skor menjadi 2-2. Kebangkitan itu menjadi bukti bahwa Persib tidak mudah menyerah meskipun tertinggal dalam pertandingan. Perubahan intensitas permainan serta keberanian untuk terus menekan membuat Persib mampu menyelamatkan hasil setelah sebelumnya berada di bawah tekanan.
Namun, comeback tersebut juga menyoroti persoalan yang belum terselesaikan. Persib tercatat selalu kebobolan lebih dulu dalam empat pertandingan Super League musim 2026/2027. Pola itu menunjukkan bahwa masalah bukan hanya terletak pada kemampuan mengejar ketertinggalan, tetapi juga pada kesiapan tim sejak menit awal. Ketika lawan memperoleh momentum lebih dahulu, Persib dipaksa mengeluarkan energi tambahan untuk memulihkan keadaan.
Bagi Igor Tolic, catatan tersebut perlu menjadi perhatian dalam evaluasi berikutnya. Daya juang yang menghasilkan persamaan kedudukan merupakan modal penting, tetapi konsistensi pertahanan dan konsentrasi pada awal laga juga harus diperbaiki. Jika kebiasaan tertinggal lebih dulu terus berulang, Persib berisiko kehilangan poin ketika menghadapi lawan yang mampu mempertahankan keunggulan. Hasil melawan Dewa United pun memperlihatkan dua sisi tim: memiliki kapasitas untuk bangkit, tetapi masih perlu membangun awal pertandingan yang lebih solid.
Persoalan Persib dalam mengawali pertandingan sudah terlihat sejak laga pertama Super League 2026/2027. Ketika menghadapi PSM Makassar pada 6 September 2026, tim Bandung tidak langsung mampu mengendalikan jalannya permainan. Baru tujuh menit pertandingan berjalan, gawang Persib telah dibobol Kodai Tanaka. Gol cepat tersebut kembali menempatkan Persib dalam situasi yang menuntut respons segera, sekaligus menunjukkan adanya persoalan konsentrasi dan kesiapan pada awal laga.
Meski demikian, Persib memperlihatkan kemampuan untuk bangkit pada pertandingan tersebut. Setelah tertinggal lebih dahulu, mereka berhasil memperbaiki permainan, meningkatkan tekanan, dan membalikkan keadaan hingga menang 3-1. Hasil itu memang memberikan tiga poin penting, tetapi prosesnya memperlihatkan bahwa Persib harus bekerja lebih keras karena memulai pertandingan dari posisi yang kurang menguntungkan. Keunggulan lawan pada menit-menit awal menjadi pola yang langsung muncul sejak pekan pembuka.
Situasi serupa kembali terjadi ketika Persib berhadapan dengan Persija Jakarta pada 12 September 2026. Persib lebih dahulu tertinggal setelah Alexander Jeremejeff mencetak gol untuk Persija. Keadaan tersebut membuat Persib kembali harus mengejar skor, bukan membangun keunggulan sejak awal. Walaupun berupaya memberikan perlawanan, Persib tidak mampu menghindari kekalahan setelah Persija mencetak gol penentu menjelang pertandingan berakhir. Laga itu ditutup dengan skor 2-1 untuk Persija Jakarta.
Dua pertandingan awal tersebut memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai tantangan Persib pada awal musim. Ketertinggalan dari PSM masih dapat dibalikkan menjadi kemenangan, sedangkan melawan Persija situasinya berakhir dengan kekalahan. Perbedaan hasil itu tidak mengubah fakta bahwa Persib selalu harus mengejar skor sejak awal pertandingan liga. Jika pola tersebut terus berulang, tim perlu membenahi fokus, organisasi pertahanan, serta pendekatan pada menit-menit pembuka agar tidak kembali memberikan ruang bagi lawan untuk mencetak gol cepat.
Persib kembali harus mengejar ketertinggalan ketika menjalani laga tandang melawan Persijap Jepara pada 20 September 2026. Bermain dalam pertandingan Super League, Persib lebih dahulu berada di bawah tekanan setelah Persijap memperoleh hadiah penalti. Pirulo yang dipercaya sebagai eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik dan membawa tim tuan rumah unggul lebih dahulu. Gol tersebut menambah catatan bahwa Persib belum mampu mencetak gol pembuka dalam rangkaian pertandingan awal musim 2026/2027.
Namun, ketertinggalan itu tidak membuat Persib kehilangan peluang untuk mengubah jalannya pertandingan. Thom Haye mencetak gol yang mengembalikan keseimbangan skor, sebelum Uilliam Barros menuntaskan proses kebangkitan Persib melalui gol keduanya. Dua gol tersebut membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan Persib dengan skor 2-1 atas Persijap Jepara. Hasil ini menunjukkan bahwa Persib tetap dapat membawa pulang poin penuh meskipun lawan lebih dahulu mencatatkan gol.
Berdasarkan data dari empat pertandingan Super League, lawan selalu mencetak gol pembuka ketika menghadapi Persib. Persijap menjadi tim terbaru yang menambah bukti atas pola tersebut melalui gol penalti Pirulo. Kendati demikian, Persib tetap mengumpulkan tujuh poin dari rangkaian empat pertandingan itu, berkat dua kemenangan dan satu hasil imbang. Catatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Persib pada awal musim, ketika klub sedang menjalankan ambisi untuk mempertahankan gelar juara Liga Indonesia. Pertandingan di Jepara juga memperlihatkan bahwa perolehan hasil Persib tetap berjalan di tengah pola pertandingan yang membuat mereka harus mengejar skor sejak awal.
Catatan ketertinggalan Persib pada awal musim 2026/2027 ternyata tidak hanya muncul di kompetisi domestik. Dalam laga pembuka Shopee Cup 2026/2027 melawan Port FC di Thailand pada Kamis, 8 Oktober 2026, Persib kembali berada dalam posisi tertinggal. Situasi tersebut memperluas perhatian terhadap pola permainan tim pada fase awal pertandingan, karena masalah serupa juga terlihat ketika Persib menjalani agenda resmi di luar liga domestik. Kehadiran catatan ini menunjukkan bahwa persoalan tersebut mengikuti Persib ketika menghadapi persaingan dengan karakter dan lingkungan pertandingan yang berbeda.
Jika seluruh kompetisi resmi yang telah dijalani diperhitungkan, Persib tercatat sudah lima kali tertinggal lebih dulu dari tujuh pertandingan. Angka tersebut mencakup penampilan di kompetisi domestik serta partisipasi pada laga pembuka Shopee Cup musim 2026/2027. Dengan demikian, catatan ketertinggalan tidak dapat dipandang semata-mata sebagai persoalan yang terbatas pada satu ajang. Frekuensi tersebut menjadi gambaran mengenai bagaimana Persib memulai sejumlah pertandingan pada musim ini, sekaligus memperlihatkan adanya aspek yang perlu mendapat perhatian dalam evaluasi tim.
Catatan lima kali tertinggal dalam tujuh pertandingan resmi menjadi perhatian tersendiri di tengah penampilan Persib yang beberapa kali mampu bangkit. Kemampuan untuk merespons keadaan tersebut tetap menjadi bagian penting dari perjalanan tim, tetapi kecenderungan memulai laga dari posisi tertinggal masih tercatat secara jelas. Perluasan catatan ke kompetisi Asia Tenggara membuat gambaran awal musim Persib semakin lengkap. Hingga titik ini, fakta yang tersedia menunjukkan bahwa ketertinggalan lebih dulu bukan hanya terjadi di liga domestik, melainkan juga muncul ketika Persib membuka kiprah di Shopee Cup.
Baca juga: Pertarungan Seru: Persija vs Persib di Super League 2026/2027 | Pertarungan Epik: Persija Jakarta Vs Persib Bandung di Super League 2026/2027 | Persib Bandung Siap Hadapi FC Seoul di AFC Champions League 2026

