Budaya  

Pementasan Budaya NTB Jadi Ruang Apresiasi Seni dan Tradisi Daerah

Pementasan Budaya NTB Jadi Ruang Apresiasi Seni dan Tradisi Daerah

Mataram | Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Nusa Tenggara Barat, Risman Somantri, menghadiri pementasan atraksi budaya Nusa Tenggara Barat pada Sabtu malam, 17 Oktober. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Teater Taman Budaya, Mataram, dan diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat. Pementasan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kebudayaan, yang menghadirkan seni dan tradisi daerah sebagai ruang bagi masyarakat untuk mengenal kekayaan budaya NTB.

Pelaksanaan acara di gedung teater menyediakan tempat bagi atraksi budaya untuk ditampilkan di hadapan penonton dalam suasana yang terarah. Kehadiran Risman Somantri menunjukkan bahwa kegiatan kebudayaan dapat menarik perhatian berbagai unsur, termasuk jajaran instansi pemerintah. Pementasan semacam ini juga memberi kesempatan kepada masyarakat untuk menyaksikan ekspresi seni daerah secara langsung, sekaligus memahami bahwa tradisi merupakan bagian penting dari kehidupan dan identitas masyarakat setempat.

Melalui rangkaian Hari Kebudayaan, Dinas Kebudayaan Provinsi NTB mengangkat pementasan sebagai salah satu bentuk perayaan yang berpusat pada karya dan warisan lokal. Atraksi budaya yang ditampilkan menjadi sarana untuk memperlihatkan ragam ekspresi seni Nusa Tenggara Barat kepada publik. Kehadiran penonton dan pemangku kepentingan dalam acara tersebut turut menciptakan ruang perjumpaan pelaku seni, pemerintah, dan masyarakat. Ruang seperti ini penting agar kebudayaan tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga dapat hadir dalam kegiatan publik masa kini.

Berlangsungnya pementasan di Taman Budaya Mataram menegaskan peran ruang seni sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan budaya di daerah. Peringatan Hari Kebudayaan melalui atraksi langsung dapat membantu memperluas apresiasi terhadap tradisi, baik bagi warga maupun pengunjung yang ingin mengenal NTB. Selain menjadi agenda perayaan, kegiatan ini membuka peluang bagi publik untuk memberi perhatian pada keberlanjutan seni daerah. Dengan demikian, pementasan tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan kebudayaan NTB secara terbuka dan memperkuat hubungan masyarakat dengan identitas lokalnya.

Tema kegiatan ini, “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya (Berakar, Bertumbuh, Berbuah) untuk NTB Makmur Mendunia”, menempatkan kebudayaan sebagai sesuatu yang hidup dan perlu dijaga keberlangsungannya. Rangkaian kata tersebut menggambarkan budaya yang berakar pada tradisi, bertumbuh melalui pemeliharaan, serta berbuah dalam kehidupan masyarakat. Dalam konteks pementasan budaya NTB, tema itu menjadi landasan untuk menghadirkan seni dan tradisi daerah sebagai bagian penting dari identitas kebudayaan. Penekanan pada keberlanjutan menunjukkan bahwa warisan budaya bukan sekadar peninggalan masa lalu, tetapi juga nilai yang tetap memperoleh tempat dalam kehidupan masa kini dan mendatang.

Pementasan ini menjadi ruang apresiasi bagi seni dan tradisi daerah. Melalui ruang tersebut, beragam bentuk ekspresi budaya NTB dapat disaksikan dan dihargai sebagai bagian dari kekayaan kebudayaan setempat. Apresiasi tidak hanya tertuju pada karya yang tampil, tetapi juga pada tradisi yang menjadi akar dari ekspresi tersebut. Tema kegiatan menghubungkan penghargaan terhadap seni dengan perhatian pada keberlanjutan budaya. Dengan demikian, pementasan dipahami sebagai kesempatan untuk memberi tempat bagi seni dan tradisi daerah, sekaligus menegaskan nilai yang terkandung di dalamnya. Fokusnya tetap pada kebudayaan NTB, pada akar tradisi yang dijaga, dan pada upaya bersama agar kebudayaan itu terus hidup.

Makna “Berakar, Bertumbuh, Berbuah” juga menggarisbawahi pentingnya komitmen bersama dalam menjaga keberlanjutan kebudayaan NTB. Berakar merujuk pada hubungan dengan tradisi, sementara bertumbuh dan berbuah menggambarkan kesinambungan budaya yang dipelihara dari waktu ke waktu. Dalam semangat tema tersebut, kegiatan ini memperkuat komitmen bersama untuk menjaga seni dan tradisi daerah agar tetap menjadi bagian dari kehidupan kebudayaan. Komitmen itu sejalan dengan gagasan NTB Makmur Mendunia yang tercantum dalam tema, tanpa memisahkan kebudayaan dari akar daerahnya. Pementasan menjadi ruang untuk mengapresiasi warisan tersebut dan menegaskan bahwa kelangsungannya memerlukan perhatian bersama. Dengan begitu, tema acara mengikat penghargaan terhadap seni, tradisi, dan keberlanjutan kebudayaan NTB dalam satu pesan.

Kehadiran unsur pemerintahan dan lembaga dalam pementasan budaya NTB menunjukkan bahwa kegiatan seni dan tradisi daerah mendapat perhatian dari berbagai pihak. Di pejabat yang hadir terdapat Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Ketua DPRD Provinsi, Sekretaris Daerah, serta Ketua TP PKK. Kehadiran mereka melengkapi partisipasi jajaran pemerintah daerah dalam menyaksikan kegiatan tersebut. Pementasan ini menjadi ruang pertemuan bagi unsur pimpinan daerah dan masyarakat, sekaligus menghadirkan kesempatan untuk mengapresiasi kekayaan budaya yang ditampilkan. Para pejabat hadir sebagai bagian dari unsur pemerintahan yang turut mengikuti jalannya acara, tanpa mengubah fokus utama kegiatan sebagai ruang ekspresi seni dan tradisi lokal.

Dari lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, acara tersebut juga dihadiri staf ahli, para asisten, kepala biro, dan kepala perangkat daerah. Kehadiran berbagai unsur ini mencerminkan keterlibatan jajaran perangkat pemerintahan provinsi dalam kegiatan budaya. Mereka hadir bersama pimpinan daerah dan unsur lain yang mewakili lembaga masing-masing. Dengan hadirnya beragam pejabat dan perwakilan, pementasan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi berbagai unsur untuk menyaksikan pertunjukan dan memberi perhatian pada karya serta tradisi daerah. Penyebutan para hadirin ini menggambarkan luasnya unsur yang hadir, tanpa mengaitkan mereka dengan peran atau tanggung jawab khusus yang tidak disebutkan.

Perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turut hadir, bersama unsur TNI dan kepolisian. Sejumlah lembaga lain juga diwakili, termasuk kejaksaan, pengadilan tinggi, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta Ombudsman. Kehadiran unsur lintas lembaga tersebut memperlihatkan bahwa pementasan budaya dihadiri oleh perwakilan dari lingkungan pemerintahan, aparat, dan lembaga terkait di daerah. Berbagai pihak menyaksikan kegiatan dalam satu ruang yang sama, bersama unsur pemerintah provinsi. Susunan kehadiran ini menjadi bagian dari suasana acara dan menegaskan bahwa apresiasi terhadap seni serta tradisi daerah dapat melibatkan banyak unsur. Tidak ada rincian nama individu atau jabatan lebih spesifik yang perlu ditambahkan selain posisi dan lembaga yang telah disebutkan.

Kehadiran berbagai unsur dalam acara ini memperlihatkan bahwa pementasan budaya NTB dihadiri oleh kalangan yang beragam. Para rektor perguruan tinggi, perwakilan organisasi profesi, seniman, budayawan, serta mitra pendukung tercatat turut hadir. Kehadiran mereka menjadi bagian dari suasana acara yang mempertemukan pihak-pihak dengan latar belakang berbeda. Dalam konteks pementasan seni dan tradisi daerah, keberadaan para undangan tersebut menambah ragam unsur yang hadir untuk menyaksikan kegiatan. Masing-masing hadir sebagai bagian dari kelompoknya, tanpa perlu mengaitkan kehadiran tersebut dengan pernyataan atau tanggapan tertentu yang tidak tercatat. Dengan demikian, daftar hadirin mencakup unsur akademik, profesi, seni, budaya, dan dukungan mitra.

Para rektor perguruan tinggi dan organisasi profesi hadir bersama seniman serta budayawan. Kehadiran unsur akademik dan profesi melengkapi kehadiran kalangan yang berkegiatan di bidang seni dan kebudayaan. Informasi mengenai kehadiran mereka memberi gambaran tentang cakupan undangan yang hadir, tetapi tidak menjadi dasar untuk menyimpulkan bentuk keterlibatan atau pandangan masing-masing pihak. Tidak ada kutipan atau respons yang perlu dilekatkan kepada para hadirin. Penyebutan kelompok-kelompok ini cukup menunjukkan bahwa acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan, selain para pelaku dan pemerhati seni budaya. Setiap unsur dapat disebut secara proporsional berdasarkan informasi yang tersedia, tanpa menambahkan rincian mengenai agenda, interaksi, maupun kontribusi khusus yang tidak disebutkan.

Sejumlah mitra pendukung juga tercatat hadir dalam acara tersebut. Di antaranya adalah perwakilan ITDC Mandalika, Bank NTB Syariah, BPR Syariah NTB, BSI Area NTB, dan PT Narmada Awet Muda.

Baca juga: Catatan Politik Bamsoet; Penyesuaian Transfer Daerah Idealnya Tidak Menimbukan Ekses Bagi Daerah