Opini  

Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan

Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan

Jakarta (ANTARA) – TNI AD buka suara soal viral video di media sosial yang dinarasikan bahwa Jembatan Gantung Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk pada Minggu (30/8). Kondisi yang terjadi bukan merupakan keruntuhan atau ambruknya keseluruhan struktur jembatan. Menurut keterangan pers tersebut, jembatan yang dibuat oleh Kodim 0625/Pangandaran ini memang memiliki batas kapasitas berat tertentu.

Keterangan yang tercatat menyebut Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan masih menjalani perbaikan serta evaluasi teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali dapat digunakan," jelas keterangan pers itu.

Informasi lain yang berkaitan dengan peristiwa tersebut mencakup Video tersebut pun sempat diunggah akun instagram @antaranewscom. Berdasarkan keterangan pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, dijelaskan bahwa jembatan tersebut tidak sepenuhnya ambruk melainkan salah satu tali sling penahan jembatan hanya terputus putus. Hal ini pun sudah sempat disosialisasikan oleh pihak kodim setempat ke masyarakat sekitar demi keamanan dan kenyamanan selama digunakan. Namun, antusiasme warga setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Akibatnya, rombongan pejabat termasuk Bupati Pangandaran terjatuh karena putusnya tali jembatan.

Akses warga Desa Harumandala lebih mudah berkat jembatan gantung Jembatan gantung di Pangandaran permudah distribusi hasil panen petani Jembatan gantung jadi jalur utama warga Pangandaran–Tasikmalaya Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian yang mengalami kendala adalah tali sling pada sisi kiri yang terlepas dari sistem pengikat utama," seperti dikutip siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin. Peristiwa terjadi saat jajaran Forkopimda bersama masyarakat berjalan di atas jembatan setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran," ditulis siaran pers tersebut. Kini, TNI AD dan jajaran pemerintah daerah setempat tengah berupaya memperbaiki jembatan agar bisa kembali digunakan masyarakat.

Referensi: antaranews.com.