Berita  

Jakarta Pusat Memanas di Peta Pengamanan, 1.289 Aparat Siaga Hadapi Gelombang Unjuk Rasa

Jakarta Pusat Memanas di Peta Pengamanan, 1.289 Aparat Siaga Hadapi Gelombang Unjuk Rasa

 

Jakarta Pusat, Senin pagi 15 Juni 2026, kawasan Silang Monas kembali menjadi pusat konsentrasi aparat gabungan TNI dan Polri. Sejak dini hari, area lapangan sudah dipadati kendaraan taktis, personel berseragam lengkap, serta unsur pengamanan dari berbagai satuan yang bersiap menghadapi potensi aksi unjuk rasa (unras) dari elemen mahasiswa yang dijadwalkan berlangsung di sejumlah titik strategis sekitar Ibu Kota.

Kesiapsiagaan tersebut diawali dengan pelaksanaan Tactical Wall Game (TWG) dan Apel Pengamanan yang dipusatkan di Lapangan Plaza Monas. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah awal dalam memastikan seluruh rangkaian pengamanan berjalan terarah, terukur, dan sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh pimpinan.

Apel besar tersebut melibatkan total 1.289 personel gabungan dari unsur TNI dan Polri dengan komposisi yang tersebar di berbagai satuan fungsi. Kekuatan ini disiagakan untuk mengantisipasi potensi eskalasi kegiatan unjuk rasa yang diperkirakan berlangsung di beberapa titik, khususnya kawasan Silang Monas, Bundaran Hotel Indonesia (HI), hingga sekitar Gedung DPR RI.

Dari unsur TNI, tercatat 249 personel Kostrad turut dikerahkan sebagai bagian dari kekuatan pengamanan terpadu. Sementara dari jajaran Mabes Polri, Korps Brimob menjadi salah satu unsur terbesar dengan total 437 personel yang terbagi dalam beberapa resimen. Resimen 1 menurunkan 176 personel yang dipimpin oleh AKP Junaidi, Resimen 2 sebanyak 85 personel di bawah komando IPTU Santos, serta Resimen 4 sebanyak 176 personel yang dipimpin oleh Kompol Sularno.

Dari Polda Metro Jaya, pengerahan personel juga cukup besar dan tersebar dalam berbagai fungsi teknis. Satuan Brimob Polda Metro Jaya menurunkan 200 personel PHH di bawah kendali Kompol Darkun serta 20 personel Patra yang dipimpin AIPDA Rochmat. Dit Samapta mengerahkan total 225 personel, yang terdiri dari 150 personel Dalmas di bawah komando Kompol II Sutasman, 50 personel Gasum dipimpin IPTU Muamin, serta 25 personel Negosiator Polwan di bawah kendali AKP Bambang.

Selain itu, Dit Polair Polda Metro Jaya turut mengerahkan 30 personel yang dipimpin IPTU Iskandar, Dit Resnarkoba sebanyak 16 personel di bawah komando Kompol Indah, Dit Reskrimum 10 personel dipimpin AKP Igo, Dit Intelkam 23 personel di bawah AKBP Eka Baasit, serta Dit Res PPA/PPO sebanyak 5 personel yang dikendalikan IPDA Petrus. Bid Propam menurunkan 16 personel di bawah AKP Muji, sementara Bid Dokkes menyiagakan 4 tenaga medis di bawah dr. Imam.

Dari tingkat kewilayahan, Polres Metro Jakarta Pusat beserta Polsek jajaran juga turut memperkuat pengamanan dengan total puluhan personel. Sat Intelkam menurunkan 3 personel di bawah AIPDA Hendra, Sat Samapta 23 personel dipimpin Briptu Azril, Sat Reskrim 2 personel di bawah Brigadir Ikhsan, Sat Binmas 2 personel dipimpin AIPTU Lulu, Si Propam 1 personel AIPDA Harri, Sat Narkoba 2 personel di bawah Bripka Sigit, serta Polsektro Gambir sebanyak 21 personel di bawah kendali Gambir 1.

Apel pengamanan secara keseluruhan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., yang hadir didampingi oleh Brigjen Pol Dekananto Eko Purwono, S.I.K., M.H. Kehadiran pimpinan tertinggi di wilayah hukum Polda Metro Jaya ini sekaligus memberikan arahan strategis kepada seluruh personel yang akan bertugas di lapangan.

Sekitar pukul 07.05 WIB, kegiatan Tactical Wall Game resmi dimulai. Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Eko Yulianto, S.H., S.I.K., M.M., M.Tr.Opsla, bertindak sebagai pemimpin jalannya TWG. Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pada hari itu terdapat setidaknya 19 titik aksi unjuk rasa yang harus diantisipasi secara simultan oleh seluruh kekuatan pengamanan.

Dari total tersebut, 10 titik berada di kawasan Silang Monas, sementara 9 titik lainnya tersebar di area sekitar Monas. Kondisi ini menuntut kesiapan penuh seluruh personel agar mampu merespons dinamika lapangan secara cepat, tepat, dan terukur tanpa menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat umum di sekitar lokasi.

Dalam penekanannya, Wakapolres juga menggarisbawahi pentingnya pendekatan humanis dalam setiap tindakan pengamanan. Seluruh personel diinstruksikan untuk mengedepankan komunikasi persuasif serta menghindari tindakan represif yang tidak diperlukan. Penggunaan senjata api maupun senjata tajam secara tegas dilarang dalam pelaksanaan tugas pengamanan aksi unjuk rasa tersebut.

Arahan lainnya menyoroti larangan keras terhadap tindakan anarkis seperti pembakaran ban, spanduk, maupun benda lain yang berpotensi memicu eskalasi situasi di lapangan. Setiap personel diminta tetap berada dalam kendali komando serta menjaga profesionalitas selama bertugas.

Tidak berselang lama, tepat pukul 07.50 WIB, Apel Pelayanan Pengamanan Aksi Unjuk Rasa dilanjutkan dan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya, Komjen Pol Asep Edi Suheri. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel gabungan TNI-Polri atas kesiapan dan disiplin yang ditunjukkan sejak tahap awal kegiatan.

Ia juga menyinggung pelaksanaan pengamanan aksi sebelumnya yang berlangsung kondusif berkat kerja sama solid antara TNI dan Polri. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi standar dalam setiap penanganan aksi serupa di kemudian hari, terutama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Ibu Kota.

Dalam arahannya, Kapolda menegaskan bahwa kegiatan unjuk rasa yang berlangsung hari ini merupakan bagian dari penyampaian aspirasi masyarakat, termasuk mahasiswa dan sejumlah organisasi kemasyarakatan. Oleh karena itu, seluruh personel diminta untuk memandang peserta aksi sebagai bagian dari masyarakat yang harus dilindungi, bukan dihadapi secara konfrontatif.

Ia menekankan pentingnya sikap sabar, tenang, dan tidak terpancing emosi dalam menghadapi dinamika di lapangan. Pendekatan humanis kembali menjadi penekanan utama, di mana aparat diharapkan mampu mengendalikan situasi tanpa menciptakan gesekan dengan massa aksi.

Selain itu, Kapolda juga menginstruksikan pemeriksaan ketat terhadap personel yang bertugas untuk memastikan tidak ada yang membawa senjata api maupun senjata tajam. Pengawasan internal melalui fungsi provos diminta diperketat guna menjamin disiplin dan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.

Aspek pengamanan VVIP juga menjadi perhatian penting dalam apel tersebut. Kapolda menegaskan bahwa pada hari yang sama terdapat kegiatan tamu negara dari Jerman yang memerlukan pengawalan dan pengamanan jalur khusus Presiden. Oleh karena itu, seluruh unsur pengamanan diminta memastikan jalur VVIP steril dan bebas dari potensi gangguan sekecil apa pun.

Koordinasi lintas instansi antara TNI, Polri, dan unsur terkait lainnya juga ditekankan sebagai kunci utama keberhasilan pengamanan kegiatan berskala besar tersebut. Penempatan personel harus sesuai dengan rencana pengamanan (sprint) yang telah ditetapkan sebelumnya agar tidak terjadi kekosongan maupun tumpang tindih tugas di lapangan.

Selain pengamanan massa aksi, Kapolda juga mengingatkan potensi ancaman lain seperti penggunaan benda berbahaya, termasuk molotov, yang sebelumnya sempat ditemukan dalam aksi serupa. Antisipasi dini diminta dilakukan secara maksimal oleh seluruh satuan yang bertugas di lapangan.

Menjelang akhir kegiatan apel, Kapolda kembali mengingatkan pentingnya keselamatan personel sebagai prioritas utama. Ia menegaskan bahwa tidak boleh ada tindakan berlebihan dalam menghadapi massa aksi, namun di sisi lain tetap harus siap bertindak tegas apabila terjadi pelanggaran hukum yang membahayakan ketertiban umum.

Sekitar pukul 08.15 WIB, rangkaian kegiatan apel dan TWG dinyatakan selesai. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan senjata api oleh satuan provos sebagai bagian dari pengawasan internal. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa seluruh personel berada dalam kondisi sesuai ketentuan dan situasi terpantau aman serta terkendali.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan kemudian dilanjutkan dengan penempatan pasukan ke titik-titik yang telah ditentukan. Hingga laporan ini disusun, situasi di kawasan Monas dan sekitarnya terpantau dalam keadaan kondusif tanpa adanya insiden yang mengganggu stabilitas keamanan.

Demikian rangkaian laporan kegiatan TWG dan Apel Pengamanan Aksi Unjuk Rasa Elemen Mahasiswa di wilayah Jakarta Pusat disampaikan. Situasi secara umum dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali.

Respon (2)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *