JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 23 September 2026, Telkom Indonesia (Persero) Tbk telah menunjukkan komitmen kooperatif yang nyata dalam usaha mencapai dekarbonisasi. Dengan mengadopsi berbagai inisiatif ramah lingkungan, perusahaan ini bertujuan untuk menurunkan emisi karbon dan berkontribusi pada keberlanjutan lingkungan. Salah satu langkah signifikan yang diambil oleh Telkom Indonesia adalah pencapaian status net zero emission (NZE) untuk cakupan emisi 1 dan 2 di lokasi The Telkom Hub, yang berhasil diraih pada tanggal 23 September 2026.
Pencapaian ini mencerminkan dedikasi perusahaan terhadap perubahan iklim dan berupaya keras untuk memastikan operasi yang lebih bersih dan efisien. Dalam upaya tersebut, Telkom Indonesia berinvestasi dalam teknologi energi terbarukan, memperbaiki infrastruktur yang ada, dan meningkatkan efisiensi energinya. Selain itu, perusahaan juga mendorong kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan organisasi non-pemerintah, untuk mencapai tujuan bersama dalam mengurangi emisi karbon secara keseluruhan.
Penekanan pada praktik operasi berkelanjutan membuat Telkom Indonesia menjadi salah satu pelopor dalam industri telekomunikasi mengenai keberlanjutan. Dengan mengimplementasikan strategi inovatif yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, perusahaan ini tidak hanya memenuhi tanggung jawabnya terhadap masyarakat dan lingkungan tetapi juga meningkatkan daya saing di pasar yang semakin peduli terhadap masalah lingkungan.
Secara keseluruhan, langkah-langkah yang diambil oleh Telkom Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak hanya memiliki visi jangka panjang untuk keberlanjutan tetapi juga mampu menerapkan komitmen tersebut dalam praktik. Keterlibatan aktif dalam inisiatif dekarbonisasi ini adalah suatu cerminan dari tanggung jawab sosial perusahaan yang lebih besar, berkontribusi pada tujuan global dalam mengejar emisi nol dan menghadapi tantangan perubahan iklim.
Inisiatif Telkom Indonesia menuju emisi nol bukan hanya merupakan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan, tetapi juga ditandai dengan pencapaian beragam penghargaan dan sertifikasi yang menegaskan keberhasilan perusahaan dalam mengurangi jejak karbonnya. Salah satu tonggak penting dari program dekarbonisasi ini adalah penerimaan Renewable Energy Certificate (REC) dan Sertifikat Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca (SPE GRK) dari PT Energy Management Indonesia. Sertifikasi ini berfungsi sebagai pengakuan resmi dari upaya yang telah dilakukan untuk mengurangi emisi, serta menunjukkan bahwa perusahaan telah memenuhi standar yang ditetapkan dalam penggunaan energi terbarukan.
Penerimaan sertifikat tersebut mencerminkan respons positif Telkom Indonesia terhadap tuntutan lingkungan, yang semakin menjadi perhatian global. Penghargaan semacam ini tidak hanya mengakui komitmen perusahaan terhadap praktek ramah lingkungan, tetapi juga mendorong organisasi lain untuk mengikuti jejaknya dalam menerapkan kebijakan serupa. Dengan memiliki sertifikat seperti REC, Telkom Indonesia dapat memastikan bahwa produksinya memanfaatkan energi yang dihasilkan dari sumber terbarukan, sehingga meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan.
Lebih lanjut, pencapaian dalam hal sertifikasi emisi ini juga berimplikasi positif bagi reputasi perusahaan di mata pemangku kepentingan dan masyarakat umum. Hal ini menunjukkan bahwa Telkom Indonesia tidak hanya memfokuskan perhatian pada keuntungan ekonomi, tetapi juga pada pencapaian tujuan keberlanjutan yang lebih luas. Integrasi praktik ramah lingkungan dalam operasional perusahaan menjadi salah satu kunci untuk memenuhi tanggung jawab sosial dan perusahaan terhadap lingkungan.
Dengan komitmen yang kuat dan langkah-langkah nyata seperti ini, Telkom Indonesia berpotensi menjadi salah satu pelopor dalam transformasi industri menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan. Ke depan, diharapkan lebih banyak inisiatif serupa dapat ditiru oleh perusahaan lain, untuk berbagai sektor, dalam upaya bersama mencapai emisi nol dan melindungi bumi kita.
TelkomGroup telah mengambil langkah signifikan dalam perjalanan menuju emisi nol dengan menetapkan rencana transisi iklim yang ambisius. Target utama dari inisiatif ini adalah mencapai operasional net zero emissions (NZE) 100 persen pada tahun 2060. Ini merupakan sebuah komitmen yang menunjukkan keberanian dan keinginan Telkom untuk berkontribusi terhadap keberlangsungan lingkungan yang lebih baik.
Dalam mencapai target jangka panjang tersebut, TelkomGroup merancang rencana aksi yang berfokus pada penurunan emisi secara bertahap. Rencana ini mencakup berbagai inisiatif, termasuk peningkatan efisiensi energi, pengembangan infrastruktur yang ramah lingkungan, serta pemanfaatan teknologi terbarukan. Dengan pendekatan ini, Telkom bertujuan untuk tidak hanya mematuhi regulasi yang ada, tetapi juga untuk melampaui ekspektasi dalam hal keberlanjutan.
Sebagai bagian dari implementasi, perusahaan berkomitmen untuk melakukan pemantauan secara berkala terhadap jejak karbon yang dihasilkan dari aktivitas operasionalnya. Dengan melakukan evaluasi rutin, Telkom dapat menyesuaikan strategi dan rencana aksi yang diterapkan, memastikan keberlanjutan dalam progres yang dicapai. Partisipasi aktif dari seluruh pemangku kepentingan, termasuk karyawan dan pelanggan, juga dianggap krusial dalam meminimalisir emisi dan membangun kesadaran mengenai pentingnya pelestarian lingkungan.
Meneruskan rencana jangka panjang ini, kolaborasi dengan partner strategis dalam industri energi terbarukan juga menjadi fokus. Melalui kerjasama ini, Telkom berharap dapat mengadopsi praktik terbaik serta teknologi inovatif untuk secara signifikan mengurangi dampak lingkungan dari operasional sehari-hari. Dengan langkah-langkah yang terencana dan terarah, TelkomGroup optimis bahwa pencapaian operasional NZE pada tahun 2060 akan terealisasi, sekaligus berkontribusi positif terhadap laju dekarbonisasi global.
Dalam era global yang semakin menekankan pentingnya keberlanjutan, Telkom Indonesia telah mengambil langkah inovatif dalam mengurangi jejak karbonnya. Salah satu inisiatif besar dalam upaya dekarbonisasi adalah melalui pembelian lebih dari 45.000 unit Renewable Energy Certificates (REC) dari Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen Telkom untuk mengurangi emisi karbon, tetapi juga memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Telkom percaya bahwa efisiensi energi dan inovasi teknologi menjadi kunci dalam mencapai tujuan ini. Dengan mengoperasikan 77 unit Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) di seluruh kawasan The Telkom Hub, perusahaan memperlihatkan bagaimana teknologi dapat diimplementasikan untuk mencapai penghematan energi yang signifikan. Penggunaan PJUTS tidak hanya berkontribusi pada pengurangan penggunaan energi konvensional, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pemanfaatan sumber daya energi terbarukan.
Inovasi tidak hanya terbatas pada penerapan teknologi baru, tetapi juga meliputi pengembangan serta penerapan praktik terbaik dalam pengelolaan energi. Melalui digitalisasi dan penggunaan sistem cerdas, efisiensi operasional dapat ditingkatkan, yang juga berpotensi mengurangi konsumsi energi secara keseluruhan. Apakah itu melalui pengoptimalan database, perangkat keras yang lebih efisien, atau pengurangan energi yang dihasilkan dari aktivitas operasional, Telkom berusaha untuk mendefinisikan ulang cara di mana energi dikelola dalam ekosistemnya.
Setiap langkah yang diambil menuju efisiensi energi dan inovasi teknologi tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga membantu Telkom dalam mencapai ambisi untuk emisi nol. Dalam konteks perubahan iklim yang mendesak, langkah-langkah ini adalah bagian dari respons strategis dan komprehensif untuk menghadapi tantangan global yang ada.







