Sidoarjo | Pemerintah daerah bersama aparat keamanan mulai mematangkan langkah antisipasi menjelang malam 1 Muharram atau 1 Suro yang tahun ini bertepatan dengan agenda pengesahan warga baru Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Sidoarjo. Sejumlah unsur TNI, Polri, pemerintah daerah hingga pengurus perguruan silat duduk bersama dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Posko Pusdalops Gedung Utama lantai 1 Polresta Sidoarjo, Jumat (12/6/2026).
Pertemuan yang berlangsung sejak pagi tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi salah satu agenda besar yang diperkirakan melibatkan ratusan calon warga baru PSHT. Fokus pembahasan tidak hanya berkaitan dengan pengamanan, tetapi juga upaya menjaga suasana Kabupaten Sidoarjo tetap aman dan kondusif selama rangkaian kegiatan berlangsung.
Sekitar 30 peserta hadir dalam rapat tersebut. Kapolresta Sidoarjo diwakili Kabag Ops Polresta Sidoarjo Kompol M. Bayu Agustiyan, S.I.K. Sementara dari unsur TNI hadir Pasi Ops Kodim 0816/Sidoarjo Kapten Arh Aan Chunaidi mewakili Dandim 0816 Sidoarjo. Selain itu, hadir pula perwakilan Bakesbangpol Sidoarjo, Satpol PP, IPSI Sidoarjo, pengurus PSHT Cabang Sidoarjo, panitia pelaksana, serta para kapolsek jajaran.
Suasana rapat berlangsung cukup serius. Para peserta tampak membahas berbagai potensi kerawanan yang mungkin muncul saat pelaksanaan malam 1 Suro yang identik dengan meningkatnya mobilitas masyarakat di sejumlah wilayah.
Dalam sambutannya, Kompol M. Bayu Agustiyan menekankan bahwa peringatan tahun baru Islam dan agenda pengesahan warga baru PSHT merupakan momentum penting yang harus dijaga bersama. Menurutnya, keberhasilan pengamanan bukan hanya menjadi tugas aparat keamanan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh pihak, termasuk masyarakat dan keluarga besar PSHT.
Ia mengingatkan agar komunikasi dan koordinasi terus diperkuat sehingga segala potensi gangguan keamanan dapat diantisipasi sejak dini. Menurutnya, sinergitas antarinstansi menjadi faktor utama untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tanpa kendala.
“Kegiatan ini harus menjadi momentum mempererat persaudaraan, bukan sebaliknya. Karena itu kami berharap seluruh pihak memiliki persepsi yang sama dalam menjaga situasi tetap aman dan tertib,” ujar Kompol Bayu dalam forum tersebut.
Selain menyampaikan kesiapan aparat, Kabag Ops juga mengajak seluruh warga PSHT agar tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan tidak mudah terpengaruh oleh provokasi yang dapat mengganggu situasi keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengesahan Warga Baru PSHT Cabang Sidoarjo, Maulani, menyampaikan apresiasi kepada seluruh instansi yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan. Menurutnya, proses pengesahan warga baru bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari pembinaan karakter yang menjadi tradisi dalam organisasi.
Ia menjelaskan bahwa pihak panitia berkomitmen menjalankan seluruh tahapan kegiatan sesuai ketentuan yang telah disepakati bersama. Panitia juga memastikan koordinasi dengan aparat keamanan akan terus dilakukan guna meminimalisir berbagai potensi hambatan di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Maulani mengungkapkan bahwa pengesahan warga baru PSHT Cabang Sidoarjo dijadwalkan berlangsung di Gedung Gajah Mada Pusdik Sabhara Porong. Acara tersebut diperkirakan diikuti sekitar 560 calon warga baru dengan penanggung jawab kegiatan Petrus.
Jumlah peserta yang cukup besar menjadi salah satu alasan mengapa berbagai unsur terkait mulai melakukan persiapan jauh hari sebelumnya. Pengamanan dipandang perlu dilakukan secara terpadu agar kegiatan dapat berjalan dengan aman dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Sidoarjo turut memberikan perhatian terhadap pentingnya menjaga stabilitas daerah. Perwakilan Bakesbangpol, Farhan, menilai koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif.
Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah, aparat keamanan, organisasi kemasyarakatan hingga pengurus perguruan silat menjadi modal penting dalam mencegah potensi konflik maupun gangguan ketertiban.
Farhan mengajak seluruh keluarga besar PSHT untuk terus menjaga semangat persaudaraan serta menjadikan organisasi sebagai bagian dari elemen masyarakat yang mampu menciptakan kerukunan.
“Harapannya semua pihak memiliki pemahaman yang sama sehingga langkah-langkah pengamanan dan antisipasi kerawanan dapat dilaksanakan secara maksimal,” ujarnya.
Hal senada juga disampaikan Kapten Arh Aan Chunaidi dari Kodim 0816/Sidoarjo. Ia menilai malam 1 Suro memiliki makna yang mendalam, baik dari sisi spiritual maupun budaya. Oleh karena itu, momentum tersebut seharusnya dimanfaatkan untuk melakukan introspeksi diri serta memperkuat nilai-nilai persaudaraan.
Pihaknya mengingatkan agar perayaan tidak berubah menjadi kegiatan yang berlebihan dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Konvoi yang tidak terkendali maupun tindakan provokatif diharapkan tidak terjadi selama pelaksanaan agenda tersebut.
Menurutnya, masyarakat, khususnya keluarga besar PSHT, memiliki peran penting dalam menjaga suasana damai. Aparat keamanan memang siap memberikan dukungan, namun keberhasilan pengamanan juga sangat ditentukan oleh kesadaran seluruh peserta kegiatan.
“Kedewasaan dan disiplin menjadi kunci agar momentum yang sakral ini dapat berlangsung dengan baik tanpa menimbulkan gangguan bagi masyarakat,” kata Kapten Aan.
Selain sambutan dari sejumlah pihak, rapat koordinasi tersebut juga diisi dengan paparan dari Kasat Intelkam Polresta Sidoarjo mengenai berbagai aspek yang perlu menjadi perhatian selama pelaksanaan kegiatan. Materi yang disampaikan berkaitan dengan situasi keamanan serta langkah-langkah antisipasi yang perlu dilakukan.
Memasuki sesi berikutnya, Kompol M. Bayu Agustiyan kembali memaparkan strategi pengamanan yang akan diterapkan. Pembahasan kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dimanfaatkan para peserta untuk menyampaikan berbagai masukan dan usulan.
Suasana diskusi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta memberikan pandangan mengenai pola pengamanan, koordinasi antarwilayah, hingga upaya pencegahan terhadap potensi gesekan yang dapat mengganggu kondusivitas daerah.
Salah satu momen penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan kesepakatan bersama yang melibatkan perguruan pencak silat di wilayah Sidoarjo. Kesepahaman tersebut menjadi bentuk komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan pengesahan warga baru PSHT berlangsung.
Penandatanganan dilakukan menjelang berakhirnya kegiatan dan disaksikan seluruh peserta rapat. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk tanggung jawab bersama dalam menciptakan situasi yang aman serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah sesi foto bersama, rangkaian rapat koordinasi resmi ditutup sekitar pukul 11.05 WIB. Seluruh kegiatan berlangsung dalam suasana tertib dan lancar tanpa kendala berarti.
Dari hasil rapat tersebut, seluruh unsur yang hadir sepakat bahwa keberhasilan pengamanan tidak dapat dibebankan hanya kepada aparat keamanan semata. Diperlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi pencak silat dan para peserta pengesahan warga baru.
Dengan adanya koordinasi sejak dini, diharapkan peringatan 1 Muharram atau 1 Suro yang bertepatan dengan pengesahan warga baru PSHT Cabang Sidoarjo dapat berlangsung aman, tertib, serta menjadi momentum untuk memperkuat nilai persaudaraan dan menjaga kondusivitas wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Sejauh ini, situasi keamanan di Kabupaten Sidoarjo masih terpantau kondusif. Aparat bersama seluruh stakeholder terkait pun terus memperkuat sinergi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan mendatang dapat berjalan sesuai harapan dan tidak menimbulkan gangguan terhadap keamanan maupun ketertiban masyarakat.






Respon (1)