Sibernkri.com / Probolinggo – Dewan Koordinasi Cabang (DKC) Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo menggelar kegiatan “Harmoni Ramadan” sebagai ajang konsolidasi besar-besaran, Sabtu (14/3/2026). Bertempat di Aula Kantor DPC PKB Kabupaten Probolinggo, acara ini mengusung tajuk “Spirit Harlah Garda Bangsa Dalam Menyongsong Kemenangan.”
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi organisasi sayap pemuda Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut untuk memanaskan mesin politik sekaligus mempererat silaturahmi antar-kader di tengah suasana bulan suci.
Ketua DKC Garda Bangsa Kabupaten Probolinggo, Mohammad Badrul Kamal, dalam sambutannya menegaskan bahwa Garda Bangsa memiliki peran krusial sebagai garda terdepan dalam menggaet pemilih muda.
“Sejak dilantik, ini adalah momen konsolidasi perdana kita secara menyeluruh. Perlu diingat, Garda Bangsa adalah ujung tombak dan pintu masuk pertama bagi anak muda untuk mengenal dan terjun ke dunia politik,” ujar sosok yang akrab disapa Cak Bat itu.
Ia menambahkan bahwa politik yang dijalankan PKB bukanlah politik kekuasaan semata, melainkan politik kebermanfaatan. Menurutnya, seluruh kader harus siap hadir di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata.
Menatap kontestasi politik mendatang, Cak Bath mematok target tinggi namun realistis. Ia menegaskan kesiapan Garda Bangsa untuk memenangkan PKB di wilayah Kabupaten Probolinggo.
“Target kita jelas, 14 kursi di DPRD Kabupaten Probolinggo pada pemilu mendatang. Kita akan buktikan itu dengan kerja keras. Syaratnya satu: kita harus solid dan patuh pada instruksi serta garis perjuangan partai,” tegasnya di hadapan para kader yang hadir.
Dalam orasi politiknya yang menggugah semangat, Badrul mengutip pernyataan ikonik dari tokoh politik dunia, Benazir Bhutto, tentang filosofi sebuah kapal.
“Benazir Bhutto pernah berkata bahwa saat paling indah dari sebuah kapal adalah ketika ditambatkan di dermaga, cantik bermandikan cahaya. Namun, kapal tidak dibuat untuk sekadar ditambatkan. Kapal dibuat untuk menghajar gelombang dan membelah lautan.”
Cak Bath memaknai kutipan tersebut sebagai pelecut semangat bagi para kader untuk tidak hanya berdiam diri dalam zona nyaman.
“Artinya, kehadiran kita di sini bukan sekadar seremonial, melainkan untuk aksi nyata dan keterlibatan aktif demi menjemput kemenangan di pemilu yang akan datang,” pungkasnya.
*Firdaus/”

