Skydance Corp., entitas hasil penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery (WBD), mulai membentuk jajaran pimpinan baru setelah penyatuan kedua perusahaan tersebut. Langkah awal ini ditandai dengan masuknya sejumlah tokoh penting ke dalam struktur kepemimpinan perusahaan, termasuk dua direktur independen untuk dewan direksi serta seorang penasihat dewan.
Laurene Powell Jobs, pendiri sekaligus presiden Emerson Collective, bergabung sebagai direktur independen di dewan direksi Skydance Corp. Kehadirannya menambah pengalaman dan perspektif baru dalam jajaran pengawasan perusahaan yang kini menaungi bisnis hasil penggabungan Paramount dan WBD. Penunjukan tersebut menjadi bagian dari upaya Skydance menyusun struktur dewan setelah terbentuk sebagai entitas gabungan.
Selain Powell Jobs, Bobby Kotick juga ditunjuk sebagai direktur independen. Kotick dikenal sebagai pendiri serta mantan CEO Activision. Ia akan menjalankan peran tersebut bersama Powell Jobs dalam dewan direksi Skydance Corp., seiring perusahaan menata kepemimpinan barunya setelah proses penggabungan.
Skydance Corp. turut menunjuk Tony Blair sebagai penasihat dewan direksi dalam kapasitas pribadi. Blair merupakan mantan perdana menteri Inggris. Penunjukan ini melengkapi susunan tokoh yang mulai dilibatkan dalam kepemimpinan perusahaan baru tersebut. Dengan bergabungnya Powell Jobs dan Kotick sebagai direktur independen, serta Blair sebagai penasihat, Skydance mulai menetapkan komposisi pimpinan setelah Paramount dan WBD bersatu.
Susunan awal ini menempatkan pengalaman dari sektor teknologi, hiburan, bisnis, dan pemerintahan dalam lingkungan dewan serta penasihat perusahaan. Namun, informasi yang tersedia dalam pengumuman tersebut berfokus pada penunjukan ketiga tokoh itu, tanpa merinci jabatan tambahan atau perubahan lain dalam struktur pimpinan Skydance Corp. Rekrutmen ini menjadi perkembangan penting pertama dalam pembentukan jajaran kepemimpinan setelah penggabungan kedua perusahaan.
Laurene Powell Jobs ditempatkan dalam susunan pimpinan baru karena pengalaman dan perspektifnya di bidang media, jurnalisme, serta investasi sosial. Ia dikenal melalui posisinya di Emerson Collective, yang disebut sebagai pemilik mayoritas The Atlantic. Selain berperan sebagai organisasi filantropi, Emerson Collective juga menjalankan investasi modal ventura untuk mendukung para wirausahawan dalam menghadapi tantangan global yang kompleks. Penempatan Powell Jobs mencerminkan kebutuhan untuk menghadirkan pandangan yang memahami hubungan keberlanjutan media, kualitas jurnalistik, dan perubahan sosial. David Ellison menilai Powell Jobs memiliki visi, pertimbangan, serta komitmen terhadap jurnalisme berkualitas tinggi dan investasi media. Penilaian tersebut menjadi dasar bagi keberadaannya dalam kepemimpinan perusahaan yang sedang dibentuk.
Bobby Kotick hadir dengan pengalaman panjang dalam memimpin perusahaan hiburan global. Menurut Ellison, Kotick telah memimpin perusahaan tersebut selama tiga dekade pertumbuhan berkelanjutan. Dalam periode itu, ia disebut membangun waralaba yang mampu bertahan lama sekaligus menjalin hubungan dengan para penggemar. Pengalaman tersebut dipandang relevan bagi perusahaan gabungan yang perlu mengelola aset hiburan, memperkuat berbagai waralaba, dan memahami keterlibatan audiens. Peran Kotick, sebagaimana dijelaskan Ellison, berkaitan dengan rekam jejak kepemimpinan di industri hiburan global serta kemampuannya mengembangkan hubungan yang berkelanjutan dengan penggemar.
Tony Blair melengkapi susunan tersebut melalui pengalaman kepemimpinannya di tingkat pemerintahan tertinggi. Ellison menggambarkan Blair sebagai sosok yang memiliki kecerdasan dan visi strategis. Ia juga disebut mampu menyatukan berbagai pihak di sekitar gagasan-gagasan berani yang berorientasi pada masa depan. Pengalaman itu memberi Blair posisi yang berbeda dari Powell Jobs dan Kotick, sekaligus menempatkan perspektif pemerintahan, strategi, dan pembangunan kesepahaman dalam struktur baru. Penjelasan Ellison mengenai ketiga tokoh tersebut menunjukkan alasan spesifik di balik keberadaan masing-masing: Powell Jobs membawa perhatian pada jurnalisme dan investasi media, Kotick menawarkan pengalaman membangun bisnis hiburan serta waralaba, sedangkan Blair menghadirkan kemampuan strategis untuk menyatukan pihak-pihak di sekitar gagasan masa depan.
David Ellison, chairman sekaligus CEO Skydance, menyampaikan antusiasmenya terhadap susunan kepemimpinan baru perusahaan setelah proses penggabungan Paramount dan Warner Bros. Discovery. Dalam pernyataannya, Ellison menyambut Laurene Powell Jobs dan Bobby Kotick yang bergabung sebagai anggota dewan direksi. Ia juga menyatakan kehormatan atas keterlibatan Tony Blair sebagai penasihat, yang dinilai dapat memperkuat arah strategis perusahaan di tengah perubahan besar industri hiburan.
Ellison menggambarkan Powell Jobs sebagai sosok yang memiliki rekam jejak kuat dalam membangun institusi. Menurutnya, pengalaman tersebut akan memberikan kontribusi penting bagi perusahaan ketika Skydance berupaya membentuk organisasi yang memiliki fondasi kokoh, visi jangka panjang, serta kemampuan untuk menghasilkan dampak yang luas. Kehadiran Powell Jobs di dewan direksi diharapkan turut memperkaya pertimbangan perusahaan dalam menjalankan agenda pertumbuhan dan pengembangan bisnis.
Ia juga menyoroti pengalaman Kotick dalam membangun waralaba serta mengembangkan hubungan yang erat dengan para penggemar. Keahlian itu dipandang relevan bagi perusahaan yang bergantung pada kekuatan merek, cerita, dan komunitas audiens. Sementara itu, Ellison menilai perspektif global Tony Blair akan menjadi aset penting dalam membantu perusahaan menerjemahkan ambisinya menjadi hasil yang nyata. Blair diharapkan memberikan pandangan strategis mengenai dinamika internasional dan peluang yang muncul di berbagai pasar.
Penataan jajaran pimpinan tersebut melengkapi penunjukan Ynon Kreiz, mantan CEO Mattel, sebagai co-CEO untuk mendampingi Ellison. Dengan kombinasi pengalaman di bidang media, hiburan, produk konsumen, serta perspektif pemerintahan dan global, Skydance berupaya membangun struktur kepemimpinan yang mampu mengawal integrasi dan merealisasikan potensi perusahaan gabungan. Pernyataan Ellison menegaskan bahwa susunan baru ini tidak hanya berfungsi sebagai perubahan organisasi, tetapi juga menjadi dasar untuk mengejar ambisi perusahaan secara lebih terarah dan terukur.
Pada 6 Oktober, Paramount dan Warner Bros. Discovery (WBD) diumumkan resmi telah menjadi satu perusahaan bernama Skydance Corp. Perusahaan gabungan tersebut berada di bawah kepemimpinan David Ellison, yang sebelumnya memimpin Skydance Media. Kesepakatan ini bernilai US$111 miliar, termasuk pengambilalihan utang yang dimiliki WBD sebagai bagian dari transaksi.
Merger tersebut menyatukan dua studio besar beserta berbagai aset media dan hiburan mereka. Di dalam perusahaan baru ini terdapat jaringan televisi CBS, CNN, Comedy Central, MTV, dan TBS, serta layanan streaming Paramount dan HBO Max. Berdasarkan nilai aset dan bisnis yang digabungkan, Skydance Corp. diperkirakan membukukan pendapatan tahunan hampir US$70 miliar. Namun, perusahaan tersebut juga menanggung utang bersih sekitar US$80 miliar.
Penyelesaian transaksi berlangsung lebih dari setahun setelah Ellison pertama kali mengajukan penawaran untuk WBD. Langkah itu dilakukan melalui Paramount Skydance, entitas yang dibentuk pada 2025 setelah Skydance Media mengakuisisi Paramount Global. Struktur tersebut menjadi kendaraan bagi Ellison untuk mengajukan rencana penggabungan dengan WBD dan menata kepemimpinan baru perusahaan hasil merger.
Proses menuju penyelesaian kesepakatan menghadapi sejumlah hambatan. Netflix sempat mengajukan tawaran tandingan untuk aset Warner Bros., sehingga persaingan atas bisnis tersebut semakin ketat. Selain itu, 12 jaksa agung dari Partai Demokrat mengajukan gugatan antimonopoli yang menentang transaksi itu. Setelah melewati rangkaian proses tersebut, kesepakatan Paramount dan WBD akhirnya berhasil dirampungkan dan secara resmi melahirkan Skydance Corp.





