JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 23 September 2026, Pada tanggal yang telah ditentukan, Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melaksanakan acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB). Acara ini dihadiri oleh sekitar 4.100 mahasiswa baru, termasuk juga mahasiswa internasional yang datang dari 17 negara di seluruh dunia. PKKMB merupakan inisiatif penting yang bertujuan untuk memperkenalkan lingkungan kampus kepada mahasiswa baru, serta membantu mereka dalam melakukan transisi dari kehidupan sekolah ke lingkungan akademis.
Universitas Muhammadiyah Jakarta memahami betapa pentingnya proses adaptasi ini, sehingga perencanaan kegiatan PKKMB diatur dengan baik. Selama acara ini, mahasiswa baru diberikan kesempatan untuk mengenal berbagai aspek kehidupan kampus, termasuk fasilitas akademik, kegiatan ekstrakurikuler, dan nilai-nilai karakter yang menjadi pegangan universitas. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang mendukung dalam pembentukan karakter mahasiswa, agar mereka dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama masa studi.
Selain pemaparan mengenai lingkungan kampus, acara PKKMB juga mencakup sesi interaktif, di mana mahasiswa dapat bertanya dan berdiskusi dengan dosen serta senior. Hal ini diharapkan dapat membantu mahasiswa baru untuk lebih mengenali dan memahami budaya akademis di UMJ. Dengan melibatkan mahasiswa dari berbagai latar belakang negara, universitas ini menunjukkan komitmennya terhadap pengembangan wawasan global dan keberagaman, yang merupakan bagian integral dari pendidikan di era modern.
Dengan pelaksanaan PKKMB ini, Universitas Muhammadiyah Jakarta berharap mahasiswa baru dapat mengembangkan potensi dan jiwa kewirausahaan mereka, serta menjadikan pengalaman ini sebagai fondasi yang kuat untuk perjalanan akademis mereka. Seluruh rangkaian kegiatan diharapkan mampu meningkatkan rasa kebersamaan dan memupuk semangat untuk menggapai prestasi di tahun-tahun mendatang.
Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, H. Yandri Susanto, memberikan arahan yang sangat penting bagi mahasiswa baru dalam kesempatan yang berlangsung di kampus. Beliau menekankan bahwa mahasiswa harus mampu mengembangkan mental yang kuat sebagai dasar untuk menghadapi tantangan di masa depan. Dalam pandangannya, kekuatan mental menjadi krusial mengingat dinamika perubahan yang cepat di dunia saat ini.
Dalam kesempatan tersebut, menteri menjelaskan bahwa masing-masing individu harus memiliki visi yang jelas terkait masa depan mereka. Menyusun rencana dan menetapkan tujuan yang terukur merupakan langkah awal yang perlu dilakukan. Dengan memiliki fokus yang kuat pada apa yang ingin dicapai, mahasiswa baru dapat mengarahkan semua usaha dan energi mereka untuk mencapai sukses yang diimpikan.
Lebih lanjut, H. Yandri Susanto mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan lingkungan kampus seoptimal mungkin. Kampus tidak hanya sekadar menjadi tempat belajar teori, tetapi juga sebagai wadah pengembangan karakter dan jiwa kewirausahaan. Dalam proses belajar dan berinteraksi dengan sesama mahasiswa, mereka dianjurkan untuk memperkaya pengalaman, menambah wawasan, dan membangun jaringan yang positif.
Menurut Menteri, pengalaman berorganisasi di dalam kampus juga dapat menjadi bekal berharga untuk masa depan. Organisasi mahasiswa yang ada dapat mengasah soft skills seperti kepemimpinan, kerjasama tim, dan kemampuan berkomunikasi. Hasil dari kegiatan-kegiatan ini diharapkan mampu membentuk karakter serta mental mahasiswa yang tangguh, siap menghadapi segala kemungkinan di dunia kerja.
Secara keseluruhan, pesan H. Yandri Susanto menggarisbawahi pentingnya pengembangan diri bagi mahasiswa baru. Dengan mengasah potensi dan merangkul kesempatan yang ada, diharapkan mahasiswa dapat menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga berjiwa kewirausahaan dan berani mengambil inisiatif. Hal ini sangat vital untuk mendukung pembangunan daerah dan menciptakan perubahan positif di tengah masyarakat.
Prof. Dr. Ma’mun Murod, Rektor Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), menyampaikan pentingnya mahasiswa baru untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan di luar lingkungan kelas. Dalam pandangannya, pendidikan yang komprehensif tidak hanya tercermin dari nilai akademis semata, melainkan juga dari pengembangan karakter dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia saat ini.
Rektor UMJ mengajak mahasiswa untuk mengambil bagian dalam berbagai program dan organisasi yang ada di kampus. Kegiatan-kegiatan ini, seperti seminar, lokakarya, dan organisasi kemahasiswaan, memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar dan berkembang, baik di bidang kepemimpinan maupun kewirausahaan. Dengan terlibat dalam aktivitas di luar kelas, mahasiswa akan memiliki peluang untuk mengenali potensi diri yang sesungguhnya dan memperluas jaringan sosial yang dapat menguntungkan di masa depan.
Prof. Ma’mun juga menekankan pentingnya rasa bangga menjadi bagian dari Universitas Muhammadiyah Jakarta. Dia berharap mahasiswa tidak hanya melihat kampus sebagai tempat menimba ilmu, tetapi sebagai wadah untuk mengembangkan jiwa kewirausahaan dan berkontribusi kepada masyarakat. Dalam kesempatan ini, dia mendorong mahasiswa untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada, baik dalam bentuk kompetisi, proyek kolaboratif, maupun kegiatan sosial yang dapat memperkaya pengalaman mereka.
Selain itu, pengembangan diri dilihat sebagai langkah awal untuk membentuk para pemimpin masa depan. Melalui berbagai kegiatan yang diikuti, mahasiswa diharapkan dapat meningkatkan soft skills yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja. Oleh karena itu, keterlibatan dalam aktivitas non-akademik harus dianggap sama pentingnya dengan pencapaian akademis. Hal ini sejalan dengan visi universitas untuk mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan keterampilan interpersonal yang baik.
Di era globalisasi yang semakin berkembang, penting bagi mahasiswa baru untuk memahami bahwa mencari pekerjaan bukanlah satu-satunya pilihan untuk mencapai kesuksesan. Yandri Susanto menekankan perlunya mahasiswa untuk meluaskan pandangan dan menggali potensi diri, sehingga mereka dapat menciptakan peluang usaha yang inovatif. Dengan memanfaatkan pendidikan yang diperoleh selama perkuliahan, mahasiswa diharapkan dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan yang dapat mendatangkan manfaat bagi diri sendiri dan masyarakat.
Pendidikan tinggi menawarkan berbagai ilmu dan keterampilan yang dapat digunakan untuk membuka usaha. Melalui kombinasi pengetahuan yang diperoleh dan keberanian untuk berinovasi, mahasiswa dapat menemukan celah pasar yang mungkin belum ditempati. Sikap proaktif seperti ini tidak hanya akan membantu mahasiswa dalam menghadapi tantangan ekonomi, tetapi juga mendorong mereka untuk berkontribusi secara positif dalam perekonomian.
Mahasiswa juga harus didorong untuk berpikir kreatif dalam setiap aspek usaha yang mereka jalankan. Mereka bisa mulai dari hal-hal kecil, seperti menyediakan jasa yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, atau merintis usaha berbasis teknologi. Dengan semakin meningkatnya pemakaian internet dan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, banyak peluang yang menunggu untuk dijelajahi.
Keberanian dalam mengambil risiko dan tekad untuk bangkit saat mengalami kegagalan merupakan bagian penting dari proses kewirausahaan. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa baru untuk tidak hanya fokus pada aspek akademik, tetapi juga untuk mengasah keterampilan interpersonal dan manajemen yang diperlukan dalam menjalankan usaha mereka. Membangun jejaring dengan para pengusaha lain, mengikuti seminar dan pelatihan, serta belajar dari pengalaman para mentor dapat menjadi langkah yang baik untuk mengembangkan potensi diri mereka.
Dengan mendukung mahasiswa untuk berpikir sebagai pencipta peluang, bukan sekadar pencari kerja, mereka dapat menemukan arah baru dalam perjalanan hidupnya yang lebih berarti dan produktif. Hal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif tidak hanya bagi individu tersebut, tetapi juga bagi kesejahteraan masyarakat luas.







