Pelatihan pembuatan lampu hias di Laut Dendang merupakan inisiatif yang diadakan oleh tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed). Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan khusus kepada pemuda-pemudi di desa tersebut. Dalam konteks ini, pelatihan bukan hanya sekadar transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya untuk meningkatkan kreativitas, produktivitas, dan kemandirian masyarakat setempat.
Desa Laut Dendang, dengan sumber daya alam yang melimpah, memiliki potensi yang signifikan namun belum sepenuhnya dimanfaatkan. Banyak pemuda di desa ini menghadapi tantangan ekonomi yang diakibatkan oleh kurangnya peluang kerja dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar. Oleh karena itu, pelatihan pembuatan lampu hias diharapkan dapat menjadi solusi untuk meningkatkan daya saing mereka dalam dunia kerja serta mendorong terciptanya usaha mandiri di bidang kerajinan.
Selain itu, kegiatan ini juga merespons kebutuhan masyarakat akan program pemberdayaan yang lebih efektif. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak hanya memiliki keterampilan dalam membuat lampu hias, tetapi juga memahami aspek pemasaran dan kemampuan berwirausaha yang penting untuk keberlanjutan usaha di masa depan. Dengan cara ini, kami berharap dapat memperkuat ekonomi lokal dan menciptakan lapangan kerja baru yang dapat mengurangi angka pengangguran di desa tersebut.
Sehingga, kegiatan ini tidak hanya berfungsi untuk meningkatkan keterampilan teknis peserta, tetapi juga sebagai wadah untuk membangun semangat kolaborasi dan berbagi pengetahuan antaranggota masyarakat. Dengan pelatihan ini, harapan kami adalah lahirnya generasi muda yang berdaya saing, mandiri, dan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan desa Laut Dendang.
Pelatihan pembuatan lampu hias di Laut Dendang merupakan suatu kegiatan yang diorganisir dengan baik untuk mengedukasi peserta tentang teknik pembuatan lampu yang inovatif. Kegiatan ini melibatkan sejumlah peserta yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk pelajar dan masyarakat umum, dengan total peserta mencapai 50 orang. Dalam hal ini, peran dosen sangat penting untuk memberikan arahan dan materi yang relevant dalam proses pelatihan.
Dosen yang berpartisipasi dalam pelatihan ini berasal dari program studi seni dan desain, serta teknik industri, sehingga memberikan perspektif yang lebih luas terhadap pembuatan lampu hias. Mereka tidak hanya menyampaikan teori, tetapi juga memberikan demonstrasi langsung agar peserta dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik. Selain dosen, mahasiswa dari Universitas Negeri Medan (Unimed) juga dilibatkan dalam acara ini. Mahasiswa berperan sebagai asisten, membantu dosen dalam menjelaskan proses dan menjawab pertanyaan dari peserta.
Proses pelatihan dimulai dengan pengenalan alat dan bahan yang digunakan untuk membuat lampu hias. Selanjutnya, peserta diajarkan teknik dasar pembuatan lampu. Setiap langkah dijelaskan dengan rinci dan peserta diberikan kesempatan untuk praktek langsung, yang memungkinkan mereka untuk mengembangkan keterampilan praktis. Dalam sesi pelatihan ini, insentif untuk menciptakan karya yang unik dan menarik juga diberikan, untuk membangkitkan kreativitas dan keinginan peserta.
Ketika pelatihan berlangsung, interaksi yang aktif peserta dan pengajar sangat dianjurkan, dengan tujuan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan efektif. Setelah proses pembuatan lampu selesai, karya peserta dipamerkan dan dinilai. Pendekatan ini ternyata sangat efektif, karena tidak hanya membekali peserta dengan pengetahuan teoritis tetapi juga memperkuat keterampilan praktis mereka dalam pembuatan lampu hias.
Pada pelatihan pembuatan lampu hias di Laut Dendang, respons peserta menunjukkan semangat dan antusiasme yang tinggi. Saat para peserta diajari teknik dasar pembuatan lampu menggunakan pipa PVC, terlihat jelas bahwa mereka sangat tertarik dan ingin segera mempraktikkan apa yang mereka pelajari. Beberapa peserta menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan baru, tetapi juga membuka peluang untuk menciptakan usaha mandiri yang berbasis kerajinan.
Salah satu peserta, Ibu Siti, menjelaskan, "Saya sangat senang bisa mengikuti pelatihan ini. Sebelumnya, saya tidak pernah terpikir untuk memanfaatkan pipa PVC untuk membuat barang-barang hias. Kini, saya merasa percaya diri untuk memulai usaha sendiri." Antusiasme serupa juga terlihat pada peserta lainnya, di mana banyak yang berpendapat bahwa pelatihan ini memungkinkan mereka untuk menggali kreativitas dalam berbisnis.
Kepala desa, Bapak Ahmad, juga memberi pernyataan positif mengenai kegiatan ini. Dalam wawancaranya, beliau mengatakan, "Pelatihan semacam ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan masyarakat. Diharapkan, setelah mengikuti pelatihan, peserta dapat menjadikan produk kerajinan dari pipa PVC sebagai sumber penghasilan tambahan." Dukungan yang diberikan oleh kepala desa menandakan komitmennya terhadap upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan keterampilan.
Secara keseluruhan, pelatihan ini tidak hanya bertujuan untuk mengajarkan keterampilan, tetapi juga membangun kepercayaan diri peserta untuk berkreasi dan berinovasi. Dengan meningkatnya respons positif dari peserta, diharapkan pelatihan semacam ini dapat terus berlanjut dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal yang lebih baik.
Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Universitas Negeri Medan (Unimed) memiliki pandangan jangka panjang terhadap pelatihan pembuatan lampu hias di Laut Dendang. Rencana keberlanjutan program ini bertujuan untuk memastikan bahwa pelatihan ini tidak hanya berlangsung dalam waktu singkat, tetapi juga dapat memberikan dampak positif secara berkelanjutan bagi masyarakat setempat. Salah satu cita-cita utama adalah menciptakan kerajinan lampu hias yang tidak hanya menarik tetapi juga menggambarkan kekayaan serta keunikan budaya lokal.
Selain cela cita yang disebutkan, dukungan dari pemerintah desa sangat krusial dalam pengembangan program ini. Melalui kerjasama yang erat, diharapkan pemerintah desa dapat membantu dalam menyediakan fasilitas yang memadai, seperti studio kerja, yang akan menjadi pusat bagi pemuda setempat untuk berlatih dan mengembangkan keterampilan mereka dalam pembuatan lampu hias. Dengan adanya studio ini, para pemuda akan memiliki ruang yang nyaman dan inspiratif untuk menciptakan berbagai produk yang dapat dipasarkan bukan hanya di tingkat lokal, tetapi juga di luar wilayah tersebut.
Rencana lain yang menjadi fokus adalah peningkatan kapasitas dan pengetahuan para peserta pelatihan melalui workshop lanjut dan program pendampingan. Kegiatan ini akan melibatkan para ahli di bidang kerajinan tangan dan pengembangan produk sehingga akan terus menambah wawasan dan keterampilan peserta. Dengan melibatkan masyarakat dalam proses kreatif, diharapkan mereka akan memiliki rasa memiliki serta dapat berinovasi lebih lanjut dalam menciptakan produk yang berkualitas dan berkelanjutan.
Melalui langkah-langkah ini, tim PKM Unimed optimis bahwa program pelatihan pembuatan lampu hias ini akan berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang, serta menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat Laut Dendang. Inisiatif ini diharapkan juga bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lain dalam mengembangkan potensi lokal melalui kerajinan tangan yang berbasis budaya. Sumber informasi: waspada.id











