Jakarta | PT Tempo Scan Pacific Tbk mendirikan Yayasan Tempo Scan Kasih Mulia (TSKM) pada Kamis, 15 Oktober 2026. Pendirian yayasan ini menandai langkah perusahaan untuk meneruskan kepedulian sosial melalui sebuah lembaga yang memiliki wadah dan arah kerja lebih terstruktur. Informasi mengenai pembentukan TSKM disampaikan dalam konferensi pers yang berlangsung di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Kehadiran yayasan tersebut juga berkaitan dengan upaya meneruskan nilai-nilai Kartini Muljadi, yang menjadi landasan bagi perhatian terhadap masyarakat dan kegiatan sosial.
Melalui TSKM, kepedulian sosial tidak hanya dijalankan sebagai kegiatan yang berdiri sendiri atau bersifat sesaat. Yayasan ini dibentuk agar berbagai inisiatif dapat dikelola dengan lebih terarah, sehingga tujuan, pelaksanaan, dan kesinambungan program dapat diperhatikan secara lebih konsisten. Dengan adanya wadah khusus, perusahaan memiliki struktur yang dapat mendukung pengembangan kegiatan sosial dari waktu ke waktu. Pendekatan tersebut memberi ruang untuk membangun pelaksanaan yang berkelanjutan, sekaligus menjaga agar nilai yang hendak diteruskan tetap menjadi perhatian dalam setiap upaya.
Pendirian TSKM menjadi bagian dari komitmen PT Tempo Scan Pacific Tbk untuk memberi bentuk kelembagaan pada kepedulian sosialnya. Yayasan ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk merawat dan mengembangkan nilai-nilai Kartini Muljadi dalam kegiatan yang nyata, terencana, dan berkesinambungan. Pembentukan lembaga tersebut menegaskan pentingnya pengelolaan yang tertata ketika perusahaan ingin meneruskan kepedulian kepada masyarakat dalam jangka panjang. Dengan demikian, TSKM tidak sekadar menjadi nama bagi kegiatan sosial, melainkan wadah yang memungkinkan perhatian tersebut dijalankan secara lebih sistematis dan berkelanjutan.
Pembentukan yayasan oleh Tempo Scan Group menjadi wujud komitmen jangka panjang untuk meneruskan keteladanan dan nilai-nilai luhur almarhumah Kartini Muljadi, salah satu co-founder perusahaan tersebut. Langkah ini menempatkan penghormatan terhadap sosok Kartini Muljadi dalam bentuk yang berkelanjutan, bukan sekadar ungkapan mengenang. Melalui yayasan, nilai yang melekat pada teladannya diharapkan tetap menjadi perhatian dan dapat diteruskan dari waktu ke waktu. Pendirian lembaga ini sekaligus menegaskan bahwa warisan pemikiran dan semangat seseorang dapat dijaga melalui komitmen bersama, dengan tujuan agar inspirasi yang ditinggalkan tidak berhenti pada satu masa atau hanya dikenang dalam kesempatan tertentu.
Alasan mendasar pendirian yayasan tersebut adalah keinginan untuk merawat nilai-nilai yang dipandang penting dan menjadikannya pijakan bagi langkah berikutnya. Komitmen jangka panjang memberi ruang bagi upaya meneruskan keteladanan Kartini Muljadi secara konsisten. Dengan demikian, yayasan tidak hanya menjadi simbol penghormatan, tetapi juga bentuk kesungguhan Tempo Scan Group dalam menjaga semangat dan nilai yang diwariskan. Penekanannya terletak pada kesinambungan: nilai luhur yang dihormati hari ini perlu tetap diingat dan menjadi sumber inspirasi pada masa mendatang. Semangat tersebut menjadi alasan penting di balik pembentukan yayasan, sekaligus menghubungkan penghormatan kepada almarhumah dengan harapan agar keteladanannya terus bermakna.
Penasehat yayasan, Andi Mallarangeng, memandang langkah ini sebagai penghormatan terhadap semangat perjuangan dan inspirasi Kartini Muljadi. Pandangan tersebut memperjelas makna pendirian yayasan: bukan hanya mengenang, melainkan menghargai nilai perjuangan yang menjadi teladan dan menjaga agar inspirasi itu tetap diteruskan. Dalam konteks tersebut, yayasan hadir sebagai wujud perhatian yang berkesinambungan terhadap warisan nilai almarhumah. Komitmen ini menyampaikan bahwa keteladanan dapat memberi arah dan dorongan bagi generasi berikutnya, selama nilai-nilainya terus dirawat. Karena itu, pembentukan yayasan menjadi cara Tempo Scan Group menyatakan penghormatan secara nyata dan jangka panjang, selaras dengan harapan untuk meneruskan nilai-nilai luhur Kartini Muljadi.
Sebelum membentuk yayasan, Tempo Scan telah menjalankan sejumlah pilar tanggung jawab sosial perusahaan sebagai bagian dari kepedulian terhadap masyarakat. Langkah pembentukan yayasan karena itu hadir dalam konteks upaya yang sudah berlangsung, bukan sebagai awal dari perhatian sosial perusahaan. Berbagai kontribusi sebelumnya menunjukkan bahwa nilai kepedulian telah diwujudkan melalui aksi yang menjangkau kebutuhan masyarakat, termasuk kelompok yang memerlukan perhatian khusus.
Salah satu contoh yang disebutkan ialah penanganan anak dengan cacat bawaan. Dukungan terhadap anak-anak tersebut mencerminkan perhatian pada kebutuhan kesehatan dan kesejahteraan yang tidak selalu dapat dipenuhi melalui bantuan umum. Tempo Scan juga menjalankan upaya penyediaan nutrisi, yang berkaitan dengan kebutuhan dasar dan pentingnya asupan gizi bagi masyarakat. Kedua contoh ini menggambarkan bentuk kontribusi sosial yang berangkat dari kebutuhan nyata, tanpa mengurangi arti pilar-pilar tanggung jawab sosial lain yang telah dijalankan perusahaan.
Kontribusi Tempo Scan saat pandemi COVID-19 menjadi contoh lain dari keterlibatan sosial perusahaan ketika masyarakat menghadapi keadaan darurat. Periode pandemi menuntut perhatian terhadap dampak kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang terdampak. Kehadiran kontribusi pada masa tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian sosial juga dapat menyesuaikan diri dengan situasi yang berkembang. Contoh-contoh ini menjadi bagian dari rekam jejak yang mendahului pembentukan yayasan, dan tidak perlu ditafsirkan sebagai rincian program baru yang belum dinyatakan.
Dengan latar tersebut, pembentukan yayasan dapat dipahami sebagai upaya untuk meneruskan nilai Kartini Muljadi dan kontribusi sosial Tempo Scan melalui wadah yang lebih terstruktur. Tujuannya adalah agar kepedulian yang telah diwujudkan melalui berbagai pilar dapat memiliki kesinambungan dalam kerangka yang lebih jelas. Penekanan pada keberlanjutan ini menghubungkan pengalaman perusahaan sebelumnya dengan arah kelembagaan yang hendak dibangun, tanpa mengubah contoh yang telah ada menjadi klaim mengenai hasil tertentu. Yayasan menjadi sarana untuk mengorganisasi kontribusi sosial secara lebih terarah, sejalan dengan nilai kepedulian yang ingin diteruskan kepada masyarakat.
Dalam konferensi pers, Andi Mallarangeng menyampaikan bahwa langkah membentuk yayasan berangkat dari keinginan Executive Chairman Tempo Scan Group, Handojo S. Muljadi, untuk meneruskan nilai dan teladan Kartini Muljadi. Pesan utamanya bukan sekadar mengenang sosok Kartini, melainkan menjaga agar semangat yang ia tunjukkan tetap hadir dan memberi arti melalui kontribusi sosial. Dengan demikian, yayasan menjadi bentuk kelembagaan bagi upaya menerjemahkan inspirasi tersebut ke dalam tindakan yang berkelanjutan.
Andi menjelaskan pilihan itu sebagai cara meneruskan gaya juang Kartini Muljadi. Makna perjuangan tersebut dipelihara bukan hanya melalui ingatan atau penghormatan, tetapi juga lewat langkah nyata yang dapat menyalurkan kepedulian kepada masyarakat. Pembentukan yayasan memberi wadah bagi kontribusi sosial itu agar dapat dijalankan secara terarah. Pernyataan tersebut menempatkan nilai yang diwariskan Kartini sebagai landasan bagi inisiatif sosial, sekaligus menunjukkan bagaimana Handojo berupaya menjaga relevansi teladan itu dalam konteks masa kini.
Pokok pernyataan Andi menegaskan bahwa warisan Kartini Muljadi diteruskan melalui tindakan, bukan berhenti sebagai simbol. Handojo memilih membawa teladan, gaya juang, dan inspirasi Kartini ke dalam kontribusi sosial yang diluncurkan dalam bentuk yayasan. Penekanan ini menghubungkan penghormatan terhadap pribadi Kartini dengan komitmen untuk berbuat bagi sesama. Melalui wadah tersebut, nilai-nilai yang dianggap penting dapat menjadi dorongan bagi kegiatan sosial yang berkesinambungan. Bagi Tempo Scan Group, langkah ini sekaligus menandai cara perusahaan meneruskan inspirasi Kartini Muljadi melalui sebuah inisiatif yang memiliki bentuk dan tujuan sosial. Karena itu, yayasan diposisikan sebagai sarana untuk menjaga semangat tersebut tetap hidup serta memungkinkan kontribusi sosial berkembang secara nyata.





