Jakarta | Presiden Prabowo Subianto membuka Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 di Jakarta pada Kamis, 22 Oktober 2026. Agenda tersebut mempertemukan jajaran pemerintah pusat dan daerah untuk membahas upaya memperluas akses layanan serta pembiayaan keuangan bagi masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan sambutan sekaligus menyoroti kehadiran para kepala daerah yang mengikuti kegiatan nasional tersebut. Saat mengecek peserta, perhatian Presiden tertuju pada sejumlah gubernur.
Di tengah pengecekan itu, Prabowo menanyakan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM. Pertanyaan tersebut muncul ketika ia melihat daftar kepala daerah yang hadir dalam forum. Dedi menjadi perhatian karena Jawa Barat berada relatif dekat dengan Jakarta dibandingkan sejumlah provinsi lain. Prabowo lalu menyampaikan bahwa KDM, yang lokasinya paling dekat, justru tidak tampak hadir pada acara tersebut. Ucapan itu disampaikan dalam konteks menanyakan keberadaan gubernur, bukan sebagai penjelasan mengenai agenda atau alasan resmi ketidakhadirannya.
Prabowo juga menanggapi ketidakhadiran itu dengan menyebut kemungkinan KDM sedang sibuk. Pernyataan tersebut mengaitkan jarak Jawa Barat yang dekat dengan Jakarta dengan absennya sang gubernur, sembari membuka kemungkinan bahwa ada kesibukan lain. Dengan demikian, pesan yang disampaikan Presiden tetap berupa dugaan, bukan kepastian tentang penyebab Dedi tidak hadir. Ia tidak menyampaikan rincian lebih lanjut mengenai kegiatan KDM pada hari itu, dan forum tersebut tidak menjadi tempat untuk memastikan agenda gubernur di luar acara.
Momen singkat itu memberi sorotan tersendiri pada Rakornas TPAKD, yang dihadiri para pemimpin daerah dan pejabat terkait. Pertanyaan Prabowo memperlihatkan bahwa kehadiran kepala daerah menjadi bagian dari perhatian saat forum dibuka. Nama Dedi Mulyadi pun disebut langsung dalam percakapan mengenai peserta. Namun, inti keterangan Presiden terbatas pada dua hal: KDM yang berada di wilayah terdekat tidak hadir, dan ia mungkin sedang sibuk. Tanpa keterangan tambahan, alasan tersebut tetap perlu dipahami sebagai perkiraan Prabowo, bukan informasi terkonfirmasi mengenai kegiatan Gubernur Jawa Barat.
KDM tidak menghadiri rapat koordinasi nasional karena berada di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan. Di lokasi tersebut, Gubernur Jawa Barat itu memimpin sekaligus meninjau secara langsung upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan. Ketidakhadirannya dalam rakornas berkaitan dengan penanganan keadaan di lapangan, ketika api perlu ditangani dan tim gabungan perlu dikoordinasikan. KDM memilih bertolak ke kawasan terdampak agar dapat melihat situasi secara langsung serta mengonsolidasikan personel yang terlibat dalam pemadaman. Dengan demikian, ia dapat memusatkan perhatian pada upaya mengendalikan kebakaran di wilayah Ciremai.
Kebakaran terdeteksi di area hutan bambu dengan luas kurang lebih dua hektare. Setelah mengetahui kejadian tersebut, KDM berangkat menuju lokasi untuk mengoordinasikan langkah penanganan bersama tim gabungan. Kehadirannya dimaksudkan untuk menyatukan upaya para pihak yang bekerja memadamkan api, sekaligus meninjau pelaksanaan penanganan di lapangan. Fokusnya adalah mengupayakan pemadaman dan mencegah kebakaran meluas dari area yang telah terdeteksi. Penanganan langsung ini menjadi alasan utama ia tidak berada di rakornas. Informasi mengenai luas area yang terdampak disampaikan sekitar dua hektare, tanpa menambahkan rincian lain tentang kondisi kebakaran.
Upaya pemadaman dilakukan dengan mempertimbangkan cuaca terik pada musim kemarau, yang dapat meningkatkan risiko api meluas. Karena itu, pengendalian kebakaran menjadi perhatian penting bagi tim gabungan yang berada di kawasan taman nasional. KDM memimpin konsolidasi agar penanganan dapat diarahkan pada pencegahan penyebaran api, di samping pemadaman pada area hutan bambu yang terdampak. Peninjauan langsung juga memberi kesempatan untuk melihat kebutuhan penanganan di lokasi, tanpa mengalihkan perhatian dari sasaran utama, yaitu mengendalikan kebakaran. Keberadaan Gubernur Jawa Barat di Ciremai menjelaskan mengapa ia tidak hadir dalam rapat koordinasi nasional saat penanganan kebakaran berlangsung.
Di tengah upaya penanganan kebakaran yang melanda kawasan Gunung Ciremai, KDM meminta doa dari warga Jawa Barat agar api dapat segera diatasi. Permintaan tersebut menunjukkan bahwa penanganan kebakaran menjadi perhatian bersama, terutama karena dampaknya menyangkut kawasan gunung yang penting bagi masyarakat sekitar. Warga diminta turut memberikan dukungan melalui doa, sembari mengikuti perkembangan informasi mengenai penanganan kebakaran. Dalam pernyataan yang disampaikan melalui akun media sosialnya, KDM menyampaikan bahwa ia datang ke lokasi untuk memimpin langsung upaya pemadaman. Pesan itu sekaligus menyampaikan bahwa ia berada di lokasi dan terlibat langsung dalam upaya penanganan api. KDM juga mengharapkan agar kebakaran segera dapat diatasi, seraya memohon doa dari masyarakat Jawa Barat untuk mendukung kelancaran upaya tersebut.
Permintaan doa itu disampaikan beriringan dengan keterangannya mengenai kehadiran di lokasi kebakaran. KDM menyatakan bahwa kedatangannya bertujuan untuk memimpin langsung upaya pemadaman, sehingga perannya dalam penanganan disampaikan secara terbuka kepada warga. Pernyataan tersebut menjadi informasi utama yang ia sampaikan melalui akun media sosialnya. Tidak ada rincian mengenai platform yang digunakan, sehingga penyebutan sumber cukup merujuk pada akun media sosial KDM. Begitu pula, inti pesan yang disampaikan adalah permintaan doa dan keterlibatan langsung dalam pemadaman. Dengan penjelasan tersebut, warga memperoleh gambaran mengenai sikap KDM terhadap situasi kebakaran di Gunung Ciremai, tanpa perlu menambahkan keterangan lain yang tidak disebutkan dalam pernyataannya. Fokus pesannya tetap pada harapan agar api segera dapat ditangani.
Seruan KDM mengajak warga Jawa Barat untuk memberikan dukungan moral saat upaya pemadaman berlangsung. Doa yang diminta ditujukan agar kebakaran Gunung Ciremai segera teratasi. Pada saat yang sama, penegasan bahwa ia datang ke lokasi untuk memimpin langsung upaya pemadaman menempatkan kehadirannya sebagai bagian dari penanganan yang sedang dilakukan. Kedua hal tersebut disampaikan dalam satu pesan melalui akun media sosialnya: harapan bagi warga untuk mendoakan, serta keterangan bahwa ia memimpin langsung upaya pemadaman di lokasi. Dalam menyampaikan informasi ini, penting untuk mempertahankan isi pernyataan sebagaimana disampaikan, tanpa menambahkan kutipan atau klaim lain. Dengan begitu, pokok seruan KDM dapat dipahami secara jelas, yakni memohon doa masyarakat Jawa Barat agar kebakaran di Gunung Ciremai segera teratasi.
Dalam Rapat Koordinasi Nasional, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa kesejahteraan tidak boleh berhenti sebagai slogan atau sekadar tercantum dalam program pemerintah. Menurutnya, masyarakat perlu merasakan hasil pembangunan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Ukuran pentingnya lain meningkatnya penghasilan keluarga dan daya beli, sehingga kebutuhan dapat dipenuhi dengan lebih baik dan peluang ekonomi terbuka lebih luas. Pesan tersebut menjadi konteks agenda nasional yang dibahas dalam rakornas, termasuk saat Prabowo menanyakan keberadaan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang dikenal dengan sapaan KDM.
Prabowo mengaitkan kesejahteraan dengan kehidupan berbagai kelompok yang menopang perekonomian. Petani, nelayan, pedagang, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah perlu memperoleh ruang untuk meningkatkan usaha dan pendapatan. Ia juga menyoroti peran ibu yang turut membantu perekonomian keluarga, baik melalui pekerjaan maupun kegiatan usaha. Karena itu, kebijakan pemerintah diharapkan tidak hanya berorientasi pada angka pertumbuhan, tetapi juga memperkuat kesempatan dan daya beli warga. Presiden turut mengingatkan pemerintah pusat dan daerah agar menjaga serta mengelola kekayaan alam secara bertanggung jawab, sehingga manfaatnya dapat dinikmati rakyat dan mendukung kemakmuran bersama.
Dalam pidatonya, Prabowo menyampaikan data penyaluran kredit produktif sebesar Rp53,15 triliun pada Agustus hingga Oktober 2026. Dana itu disalurkan kepada lebih dari dua juta debitur melalui 343 lembaga jasa keuangan.
Baca juga: Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta untuk Rayakan Hari Ozon Sedunia | Pemadaman Lampu Serentak di Jakarta: Kenapa dan Dimana? | Jadwal Pemadaman Listrik di Jakarta Hari Ini






