Surabaya | Jumlah korban meninggal dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) bertambah menjadi lima orang. Korban terbaru adalah Munawi, 44 tahun, relawan dari Masyarakat Mitra Polhut (MMP), yang meninggal dunia di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, pada Senin (19/10). Ia mengembuskan napas terakhir setelah menjalani perawatan akibat luka bakar yang dialaminya saat berupaya memadamkan karhutla di kawasan taman nasional tersebut.
Kabar meninggalnya Munawi menambah duka di tengah penanganan kebakaran yang melibatkan petugas dan relawan. Sebagai anggota MMP, ia turut membantu upaya pemadaman di lapangan. Dalam kegiatan tersebut, Munawi mengalami luka bakar. Kondisinya kemudian memerlukan perawatan di rumah sakit di Surabaya, tetapi ia akhirnya meninggal pada Senin. Informasi mengenai korban ini menegaskan risiko yang dihadapi para personel ketika berusaha mengendalikan kebakaran di kawasan hutan dan lahan.
Dengan meninggalnya Munawi, jumlah korban jiwa akibat upaya penanganan karhutla di TNBTS kini tercatat lima orang. Munawi menjadi korban kelima, sekaligus relawan terbaru yang meninggal setelah terluka saat menjalankan tugas pemadaman. Peristiwa tersebut menyoroti besarnya bahaya yang dapat dihadapi mereka yang terlibat langsung dalam penanganan kebakaran, termasuk relawan masyarakat yang bekerja bersama unsur terkait. Luka bakar yang dialami Munawi menjadi penyebab ia harus dirawat sebelum meninggal di RSUD Dr. Soetomo.
Informasi mengenai waktu dan tempat wafatnya Munawi melengkapi kabar tentang bertambahnya korban jiwa dalam insiden kebakaran di TNBTS. Ia meninggal pada Senin (19/10), setelah menjalani perawatan di Surabaya. Usianya 44 tahun dan ia merupakan relawan MMP. Rangkaian fakta itu menjadi perhatian dalam laporan mengenai dampak karhutla, khususnya bagi orang-orang yang turut melakukan pemadaman. Meninggalnya Munawi menandai bertambahnya jumlah korban menjadi lima orang dalam upaya menangani kebakaran hutan dan lahan tersebut.
Munawi semula mendapatkan perawatan di RSUD Probolinggo setelah mengalami luka bakar dalam peristiwa kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Kondisinya kemudian memerlukan penanganan lanjutan, sehingga pada Kamis (15/10) ia dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo di Surabaya. Pemindahan tersebut dilakukan agar korban dapat memperoleh perawatan intensif sesuai kebutuhan medisnya. Setelah tiba di rumah sakit rujukan, Munawi ditempatkan di ruang perawatan intensif atau ICU. Penanganan di fasilitas itu menjadi bagian dari upaya tim medis untuk memantau kondisinya secara dekat dan memberikan tindakan yang diperlukan.
Adin Niken, staf Instalasi Hukum, Humas, dan Pemasaran RSUD Dr. Soetomo, menyampaikan bahwa Munawi mengalami luka bakar pada sekitar 51 persen dari luas tubuhnya. Tingkat luka tersebut menunjukkan bahwa cedera yang dialami korban tergolong serius dan membutuhkan perhatian medis yang intensif. Selain luka bakar, Munawi juga mengalami gagal organ multipel. Kondisi ini berarti beberapa fungsi organ tubuhnya terganggu, sehingga perawatan tidak hanya berfokus pada luka yang terlihat, tetapi juga pada pemantauan dan penanganan berbagai komplikasi. Informasi mengenai kondisi korban disampaikan oleh pihak rumah sakit melalui keterangan staf yang mewakili instalasi terkait.
Tim medis menilai keadaan Munawi buruk dan membutuhkan penanganan segera. Karena itu, perawatan di ICU dilakukan dengan pengawasan ketat terhadap perkembangan kesehatannya. Kondisi pasien dengan luka bakar luas dan gangguan pada beberapa organ dapat berubah, sehingga tenaga kesehatan perlu terus mengevaluasi respons tubuh terhadap tindakan yang diberikan. Rujukan dari RSUD Probolinggo ke RSUD Dr. Soetomo menandai peningkatan tingkat perawatan yang dibutuhkan, sementara keputusan medis selanjutnya bergantung pada hasil pemantauan tim. Keterangan rumah sakit tersebut menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi Munawi saat dirawat, tanpa mengurangi pentingnya perhatian terhadap perkembangan terbaru. Pada tahap itu, prioritas tenaga medis adalah memberikan penanganan secepatnya dan menjaga fungsi tubuh pasien semaksimal mungkin.
Berdasarkan keterangan rumah sakit, tim medis melakukan pencucian luka terhadap relawan yang mengalami luka akibat kebakaran hutan dan lahan di kawasan Bromo. Perawatan tersebut menjadi bagian dari upaya menangani kondisi pasien setelah ia dibawa untuk memperoleh pertolongan. Namun, setelah penanganan dilakukan, keadaan pasien tidak menunjukkan perbaikan. Sebaliknya, kondisi kesehatannya terus memburuk dan memerlukan perhatian tim medis.
Dalam pemantauan tim, tekanan darah pasien semakin turun. Detak jantungnya juga melemah seiring memburuknya keadaan. Penurunan pada kedua tanda tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasien semakin kritis. Tim medis terus berupaya memberikan pertolongan, tetapi perubahan kondisi berlangsung hingga denyut jantung pasien tidak lagi teraba. Keterangan mengenai perkembangan itu disampaikan oleh pihak rumah sakit dalam penjelasan tentang rangkaian perawatan yang diberikan.
Ketika denyut jantung tidak teraba, tim medis memberikan obat jantung dan melakukan resusitasi jantung paru (RJP). Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya untuk menyelamatkan pasien. Pemberian obat jantung dan tindakan RJP menjadi bagian dari usaha tim dalam menghadapi kondisi yang terus menurun. Meski berbagai upaya tersebut telah dilakukan, kondisi pasien tetap tidak membaik. Informasi rumah sakit menyebutkan bahwa pasien akhirnya meninggal dunia.
Rangkaian perawatan yang disampaikan rumah sakit mencakup pencucian luka, pemantauan keadaan yang semakin memburuk, pemberian obat jantung, serta pelaksanaan RJP. Dalam keterangan tersebut, tekanan darah dan detak jantung pasien disebut terus menurun sebelum denyutnya tidak teraba. Penjelasan ini menggambarkan kondisi pasien selama memperoleh penanganan medis, tanpa menambahkan tindakan lain di luar keterangan yang disampaikan. Peristiwa tersebut menambah jumlah korban jiwa dalam insiden kebakaran di kawasan Bromo menjadi lima orang.
Sebanyak 12 orang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Mereka menjalankan tugas dengan mengikuti standar operasional prosedur yang berlaku. Dalam kondisi api yang terus meluas, posisi para petugas dan relawan tersebut kemudian terpisah. Situasi itu menjadi konteks ketika Munawi mengalami luka saat upaya pemadaman berlangsung. Informasi yang tersedia tidak merinci bagaimana luka tersebut terjadi maupun keadaan masing-masing orang yang berada di lokasi.
Upaya penanganan kebakaran terus dilakukan oleh kelompok yang terlibat, sementara perkembangan api membuat posisi mereka tidak lagi berada dalam satu kesatuan. Pemisahan posisi itu penting dicatat sebagai bagian dari situasi yang dihadapi dalam operasi, tanpa mengandaikan rincian lain mengenai jalannya pemadaman. Para petugas dan relawan telah bekerja mengikuti prosedur, tetapi kondisi api yang meluas turut membentuk keadaan di lapangan. Dalam situasi tersebut, Munawi terluka dan kemudian mendapat upaya perawatan.
Setelah terluka, Munawi menjalani upaya perawatan. Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkannya. Ia meninggal dunia sekitar pukul 14.55 WIB. Waktu tersebut menandai berakhirnya penanganan terhadap Munawi setelah ia mengalami luka dalam rangkaian upaya pemadaman karhutla di TNBTS. Keterangan yang disampaikan mengenai peristiwa ini menghubungkan kematiannya dengan insiden saat 12 orang berusaha memadamkan api dengan mengikuti standar operasional prosedur, dalam keadaan posisi mereka terpisah ketika api terus meluas.
Dengan meninggalnya Munawi, jumlah korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut menjadi lima orang. Penambahan jumlah itu mencerminkan dampak fatal yang ditimbulkan insiden, termasuk bagi orang-orang yang terlibat dalam upaya pemadaman. Informasi mengenai Munawi menegaskan bahwa prosedur telah diikuti oleh kelompok yang bertugas, sementara api yang meluas dan posisi yang terpisah menjadi konteks kejadian. Tidak ada rincian lebih lanjut yang disampaikan di sini mengenai lokasi khusus kebakaran, penyebab api, maupun identitas korban lain.
Baca juga: Pentingnya Peran Relawan Pemadam Kebakaran di Masa Kemarau | Relawan Pemadam Kebakaran Jakarta Siaga Hadapi Ancaman Kebakaran di Musim Kemarau | Lanud Sjamsudin Noor Kerahkan Tangki Portable dan Gambut Injection di Kawasan Ring I Bandara Sjamsudin Noor Atasi Titik Api Karhutla





