Patrice Evra Nyaman di Indonesia, Soroti Potensi Wisata Jakarta

Patrice Evra Nyaman di Indonesia, Soroti Potensi Wisata Jakarta

Jakarta | Legenda Manchester United Patrice Evra mengatakan dirinya selalu merasa seperti berada di rumah sendiri setiap kali datang ke Indonesia. Perasaan nyaman itu, menurutnya, tidak terlepas dari sambutan hangat para penggemar Setan Merah. Dukungan yang diberikan membuat Evra merasa diterima oleh masyarakat dan membangun kedekatan yang istimewa selama berada di Tanah Air.

Evra menyampaikan hal tersebut dalam diskusi panel Road to OGFC yang berlangsung di Kementerian Pariwisata, Jakarta, Jumat (23/10). Dalam kesempatan itu, ia membagikan pengalamannya berkunjung ke Indonesia serta hubungan yang terjalin dengan para pendukung Manchester United. Antusiasme penggemar, baik saat menyambut maupun berinteraksi dengannya, menjadi bagian penting dari pengalaman tersebut.

Kedekatan Evra dengan basis penggemar di Indonesia juga berkaitan dengan masa bermainnya untuk Manchester United. Pengalaman membela klub besar itu mempertemukannya dengan banyak pendukung di berbagai negara, termasuk Indonesia. Ia hadir dalam diskusi tersebut bersama Park Ji-sung, yang juga pernah bermain untuk klub asal Inggris itu. Keduanya merasakan besarnya perhatian penggemar terhadap Manchester United dan para pemain yang pernah mengenakan seragamnya.

Evra menilai bermain untuk Manchester United memiliki keistimewaan tersendiri. Klub itu bukan sekadar tempat bagi para pemain untuk bertanding, tetapi juga menghubungkan mereka dengan komunitas penggemar yang luas. Ia mengungkapkan bahwa para pendukung membuat dirinya dan Park merasa seperti berada di rumah. Sambutan tersebut, kata Evra, membuat mereka merasa diterima setiap kali datang ke Indonesia. Hubungan yang terbentuk melalui dukungan terhadap klub pun terasa melampaui batas lapangan dan menjadi pengalaman personal bagi mantan pemain tersebut. Bagi Evra, perhatian para penggemar menunjukkan kuatnya ikatan yang dapat terbangun sebuah klub dan pendukungnya, sekaligus menjelaskan mengapa kunjungannya ke Indonesia selalu terasa akrab.

Patrice Evra menilai Indonesia memiliki potensi wisata yang besar, tetapi masih banyak tempat menarik yang belum dikenal oleh wisatawan asing. Menurut mantan pemain sepak bola itu, perhatian pengunjung dari luar negeri sering kali lebih tertuju kepada Bali. Padahal, ia melihat Jakarta juga menawarkan beragam pengalaman yang layak dijelajahi, mulai dari kehidupan kota yang dinamis hingga berbagai daya tarik budaya dan kuliner. Pandangannya tersebut berangkat dari pengalaman pribadi selama berkunjung, bukan dari klaim bahwa ia telah menelusuri seluruh destinasi di Indonesia.

Evra mengatakan bahwa ia telah datang ke Indonesia sekitar lima hingga enam kali. Dalam kunjungan-kunjungan tersebut, ia mengaku lebih sering berada di Jakarta daripada di Bali. Ia bahkan menyebut mungkin baru sekitar dua kali mengunjungi Bali. Pengalaman itu membuatnya memiliki kedekatan tersendiri dengan ibu kota dan mengenal suasana Jakarta melalui beberapa kunjungannya. Perbandingan tersebut tidak dimaksudkan untuk menyatakan bahwa satu kota lebih baik daripada yang lain, melainkan untuk menjelaskan bagian Indonesia yang paling sering ia datangi.

Ketika ditanya mengenai kunjungannya ke Indonesia, Evra menyampaikan bahwa Jakarta menyimpan banyak hal menarik yang dapat dinikmati pengunjung. Namun, ia juga menyoroti bahwa wisatawan asing kerap lebih familier dengan Bali, sehingga potensi kota-kota lain belum selalu mendapat perhatian yang sama. Cerita tentang frekuensi kunjungannya menjadi konteks penting untuk memahami pandangannya: ia berbicara dari pengalaman sendiri sebagai seseorang yang berulang kali datang, dengan waktu lebih banyak di Jakarta. Pengalamannya itu memperlihatkan bahwa daya tarik Indonesia tidak hanya terpusat pada satu destinasi. Bagi wisatawan yang ingin mengenal sisi lain negara ini, Jakarta dapat menjadi pilihan untuk melihat kehidupan perkotaan dan menemukan ragam pengalaman yang berbeda dari liburan di Bali.

Patrice Evra mengungkapkan bahwa kunjungannya ke Indonesia membuka kesempatan untuk mengenal negara ini lebih jauh. Ketertarikannya tidak hanya tertuju pada tempat-tempat yang dapat dikunjungi, tetapi juga pada budaya dan masyarakat yang membentuk kehidupan sehari-hari di berbagai daerah. Baginya, memahami sebuah negara berarti memberi perhatian pada orang-orangnya, kebiasaan, serta kekayaan tradisi yang dimiliki. Ia masih ingin belajar lebih banyak tentang Indonesia dan berharap dapat meluangkan waktu untuk menjelajahinya dengan lebih leluasa. Keinginan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman yang ia peroleh sejauh ini menjadi awal dari rasa ingin tahu yang lebih besar terhadap kehidupan di Indonesia.

Harapan Evra untuk mengunjungi berbagai daerah juga berkaitan dengan luasnya wilayah Indonesia. Ia menyadari bahwa negara ini memiliki banyak kawasan dengan karakter dan daya tarik yang beragam, sehingga satu kunjungan belum cukup untuk mengenal keseluruhannya. Dengan waktu dan kesempatan yang lebih banyak, ia ingin melihat lebih banyak sisi Indonesia dan berinteraksi dengan masyarakat di berbagai tempat. Kesempatan seperti itu, menurutnya, dapat membantunya memahami perbedaan budaya sekaligus mengenali hal-hal yang membuat setiap daerah istimewa. Ia berharap suatu saat dapat menjelajahi lebih banyak wilayah, bukan hanya mengenal Indonesia dari satu sudut pandang, melainkan mendapatkan pengalaman yang lebih menyeluruh.

Selain budaya dan masyarakat, kuliner Indonesia juga meninggalkan kesan positif bagi Evra. Ia menyukai makanan Indonesia dan menyebutnya sangat luar biasa, sebuah pujian yang mencerminkan betapa kuat pengalaman bersantapnya selama berada di sini. Ketertarikan pada makanan turut menjadi bagian dari proses mengenal kebiasaan dan kekayaan lokal. Evra juga menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mengenal Indonesia lebih jauh melalui kolaborasi dengan Offside Corp. Di Offside Corp, ia menjadi investor dan mitra bisnis. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk membangun pemahaman yang lebih dekat tentang Indonesia, tanpa mengurangi keinginannya untuk terus mengenal budaya, masyarakat, kuliner, dan beragam daerah di negara yang luas ini.

Menurut Gilbert Gozali, pendiri Offside Corp, sepak bola memiliki kekuatan untuk memperkenalkan pariwisata Indonesia kepada masyarakat internasional. Olahraga ini memiliki jangkauan lintas negara dan basis penggemar yang luas, sehingga pertandingan maupun kehadiran pemain ternama dapat membuka perhatian baru terhadap destinasi lokal. Gilbert menilai momentum sepak bola dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan budaya, kuliner, serta tempat wisata Indonesia kepada calon pengunjung yang sebelumnya belum memiliki gambaran tentang negeri ini. Karena itu, ia melihat kolaborasi olahraga dan promosi destinasi berpotensi memberi manfaat bagi industri pariwisata, sekaligus menghadirkan pengalaman bermakna bagi penggemar sepak bola dari berbagai negara.

Gilbert juga berpandangan bahwa agenda yang menghadirkan legenda sepak bola dapat mendorong sport tourism, yakni perjalanan yang berkaitan dengan kegiatan atau pengalaman olahraga. Menurutnya, sosok pemain yang dikenal luas mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan, sementara acara yang melibatkan penggemar dapat memberi alasan tambahan untuk datang langsung ke Indonesia. Ia menilai pengalaman menghadiri kegiatan sepak bola di suatu kota dapat sekaligus mempertemukan pengunjung dengan suasana dan daya tarik setempat. Dengan demikian, rangkaian acara olahraga bukan hanya menjadi hiburan, tetapi juga dapat membantu memperluas pengenalan terhadap Indonesia sebagai tujuan wisata. Pandangan tersebut, kata Gilbert, menjadi salah satu dasar untuk menghubungkan sepak bola, pengalaman penggemar, dan promosi pariwisata.

Dalam rangkaian Road to OGFC, Gilbert menyebut pihaknya merancang kesempatan agar penggemar dapat berinteraksi langsung dengan legenda Manchester United. Ia menjelaskan bahwa acara tersebut tidak hanya menempatkan para legenda sebagai sosok yang disaksikan dari kejauhan, tetapi juga membuka ruang bagi penggemar untuk terlibat. Salah satu agenda yang disiapkan, menurut Gilbert, ialah pertandingan eksibisi yang memungkinkan penggemar bermain bersama Patrice Evra dan Park Ji-sung. Kesempatan tersebut diharapkan menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dan berkesan bagi peserta.

Baca juga: Jakarta Siaga Menghadapi Potensi Krisis Air Bersih | Pengaturan Lalu Lintas Jakarta Terkait Potensi Demonstrasi Hari Ini | Peringatan Dini: Jakarta Hadapi Ancaman Kekeringan