TANGERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 9 Oktober 2026, Industri modifikasi dan komponen aftermarket otomotif Indonesia dinilai memiliki prospek yang semakin terbuka seiring dengan peningkatan produksi kendaraan nasional. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menyampaikan bahwa perkembangan produksi kendaraan turut memperbesar peluang bagi sektor-sektor pendukung otomotif. Kondisi tersebut menciptakan ruang pertumbuhan bagi pelaku usaha yang menyediakan produk maupun layanan untuk memenuhi kebutuhan kendaraan setelah dipasarkan.
Peningkatan aktivitas manufaktur kendaraan memberikan dasar yang kuat bagi berkembangnya industri aftermarket. Semakin banyak kendaraan yang diproduksi dan digunakan, semakin besar pula kebutuhan terhadap komponen pengganti, perlengkapan pendukung, serta layanan modifikasi. Peluang ini tidak hanya berkaitan dengan penyedia komponen, tetapi juga mencakup berbagai pelaku dalam ekosistem otomotif yang terlibat dalam pengembangan dan penyesuaian kendaraan. Dengan demikian, pertumbuhan produksi nasional dapat memberikan dampak positif terhadap keberlanjutan sektor pendukung tersebut.
Nilai pasar aftermarket otomotif Indonesia diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp70 triliun, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5–6,5 persen hingga 2032. Proyeksi tersebut menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang dapat dimanfaatkan oleh industri modifikasi dan komponen aftermarket. Angka pertumbuhan itu juga dipandang sebagai peluang nyata bagi modifikator, builder, serta pelaku terkait lainnya untuk mengembangkan kegiatan usaha mereka. Prospek tersebut menegaskan bahwa aftermarket otomotif bukan sekadar sektor pelengkap, melainkan bagian penting dari ekosistem industri kendaraan nasional yang memiliki ruang ekspansi sejalan dengan kenaikan produksi.
Pernyataan mengenai peluang pertumbuhan pasar aftermarket otomotif Indonesia disampaikan Setia Diarta saat membuka pameran Indonesia Modification and Lifestyle Expo (IMX) 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (9/10). Penyampaian tersebut berlangsung dalam konteks pembukaan acara, sehingga perkembangan industri modifikasi dan aftermarket ditempatkan sebagai bagian dari pembahasan mengenai potensi otomotif nasional.
Setia Diarta menyampaikan bahwa kenaikan produksi otomotif nasional turut membuka ruang bagi pertumbuhan pasar aftermarket. Peningkatan produksi kendaraan dinilai dapat menciptakan peluang yang lebih besar bagi berbagai kegiatan dan usaha yang berkaitan dengan kebutuhan purnajual, termasuk pengembangan produk, layanan, serta kreativitas di sektor modifikasi. Pernyataan itu menegaskan adanya hubungan pertumbuhan produksi kendaraan dan prospek industri pendukungnya.
Dalam kesempatan yang sama, ia secara khusus menyebut peluang bagi teman-teman modifikator dan builder. Menurut penyampaian tersebut, perkembangan produksi nasional dapat menjadi kesempatan bagi para pelaku untuk memperluas karya dan kontribusinya dalam ekosistem otomotif. Dengan demikian, pembukaan IMX 2026 menjadi latar bagi pesan mengenai potensi yang dapat dimanfaatkan oleh modifikator dan builder, bukan sekadar seremoni pembukaan pameran.
Pesan Setia Diarta juga menempatkan pasar aftermarket sebagai sektor yang memiliki ruang untuk berkembang seiring meningkatnya aktivitas produksi kendaraan di dalam negeri. Peluang itu berkaitan dengan kemampuan para pelaku industri untuk merespons kebutuhan pasar melalui karya dan produk yang relevan. Namun, inti pernyataannya tetap berada pada terbukanya kesempatan bagi teman-teman modifikator dan builder, sebagaimana disampaikan ketika ia membuka IMX 2026 di ICE BSD, Tangerang, pada Jumat (9/10).
Perkembangan pasar aftermarket otomotif Indonesia membuka peluang yang semakin luas bagi industri kecil dan menengah (IKM), modifikator, serta produsen komponen lokal. Ketika produksi kendaraan nasional meningkat, kebutuhan terhadap perawatan, penyesuaian, dan pengembangan kendaraan juga berpotensi bertambah. Kondisi tersebut menciptakan ruang bagi pelaku industri untuk memperluas jangkauan usaha sekaligus memperkuat peran mereka dalam rantai nilai otomotif nasional.
Besarnya potensi pasar dapat dimanfaatkan oleh IKM dan produsen komponen lokal untuk meningkatkan kapasitas serta kualitas kegiatan industrinya. Permintaan yang berkembang berpeluang mendorong munculnya lebih banyak aktivitas produksi, pengerjaan, dan layanan yang melibatkan keahlian lokal. Bagi modifikator, pertumbuhan tersebut dapat memperluas kesempatan untuk menghasilkan karya yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna kendaraan. Dengan demikian, pasar aftermarket tidak hanya menjadi ruang transaksi, tetapi juga menjadi sarana untuk mengembangkan kemampuan dan membangun nilai tambah.
Setia memandang bahwa ekosistem modifikasi tidak semata-mata berkaitan dengan hobi. Di dalamnya terdapat unsur kreativitas, jasa, dan aktivitas industri yang saling berhubungan. Kreativitas mendorong lahirnya gagasan dan karya, sementara jasa serta kegiatan produksi mendukung penerapan gagasan tersebut secara lebih luas. Keterkaitan ini membuat ekosistem modifikasi memiliki potensi untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dan memberikan kontribusi bagi perkembangan industri lokal.
Peluang tersebut juga dapat memperkuat hubungan modifikator, IKM, dan produsen komponen dalam ekosistem otomotif. Kolaborasi antarpelaku berpotensi meningkatkan pemanfaatan keahlian, mendorong pengembangan kemampuan, serta memperluas aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kendaraan. Jika dikelola secara berkelanjutan, pertumbuhan pasar aftermarket dapat menjadi penggerak bagi pelaku lokal untuk berkembang, tanpa kehilangan karakter kreativitas yang menjadi salah satu kekuatan utama ekosistem modifikasi.
Kinerja industri nasional memberikan dasar yang kuat bagi terbukanya ruang pertumbuhan industri aftermarket otomotif. Setia Diarta menyebut, pada triwulan II 2026, industri pengolahan nonmigas mencatat pertumbuhan sebesar 5,3 persen. Sektor ini juga memberikan kontribusi hampir 17 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), sehingga menjadi salah satu penopang penting kegiatan ekonomi dan manufaktur nasional.
Performa tersebut berjalan seiring dengan peningkatan produksi kendaraan roda empat di dalam negeri. Produksi nasional tercatat mencapai 859.000 unit, atau tumbuh sekitar 13,4 persen dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan volume produksi menunjukkan bahwa kapasitas dan aktivitas rantai pasok otomotif tetap bergerak, mulai dari manufaktur kendaraan, pemasok komponen, hingga jaringan distribusi dan layanan purnajual.
Di sisi pasar, penjualan kendaraan domestik meningkat 20,1 persen. Pertumbuhan penjualan memperluas jumlah kendaraan yang beroperasi di jalan dan pada saat yang sama menambah kebutuhan terhadap pemeliharaan, penggantian komponen, peningkatan tampilan, serta penyesuaian fungsi kendaraan. Kondisi ini menciptakan keterkaitan langsung penguatan produksi dan penjualan kendaraan dengan peluang bagi sektor modifikasi dan komponen aftermarket.
Basis kendaraan yang semakin besar dapat mendorong permintaan atas suku cadang pengganti, aksesori, perangkat pendukung performa, dan layanan modifikasi. Bagi pelaku usaha, peningkatan tersebut membuka ruang untuk memperluas kapasitas, memperkuat ketersediaan produk, serta mengembangkan layanan yang mengikuti kebutuhan pengguna kendaraan. Data pertumbuhan industri pengolahan nonmigas, produksi kendaraan roda empat, dan penjualan domestik menjadi gambaran kinerja yang mendukung perkembangan sektor pendukung otomotif tersebut.

