Kabupaten Aceh Tenggara | Kabar duka datang dari Aceh Tenggara. Ramisin Selian, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara, meninggal dunia di Medan pada Sabtu siang, 10 Oktober. Kepergian tersebut menjadi berita duka bagi lingkungan pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara serta masyarakat yang menerima kabar itu.
Informasi mengenai meninggalnya Ramisin Selian menyebar pada siang hari dan segera mendapat perhatian dari berbagai kalangan. Sebagai pejabat yang memimpin Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara, kabar tersebut berkaitan langsung dengan lingkungan kerja pemerintahan daerah. Duka juga dirasakan masyarakat Aceh Tenggara yang mengetahui kabar berpulangnya beliau.
Meninggalnya Ramisin Selian di Medan meninggalkan suasana berkabung bagi jajaran pemerintahan Kabupaten Aceh Tenggara. Kabar ini menjadi perhatian karena menyangkut seorang pejabat daerah yang selama ini tercatat sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah. Informasi tersebut disampaikan sebagai kabar duka bagi keluarga besar pemerintahan dan masyarakat di daerah itu.
Pada Sabtu siang, 10 Oktober, suasana di Aceh Tenggara diwarnai kabar kehilangan tersebut. Pemerintah daerah dan masyarakat sama-sama menerima berita tentang berpulangnya Ramisin Selian dengan duka. Kepergian Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara itu menjadi peristiwa yang menyentuh lingkungan pemerintahan serta warga daerah.
Kabar duka dari Medan ini menandai kehilangan bagi Aceh Tenggara. Ramisin Selian dikenang dalam konteks tugasnya sebagai Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Kabupaten Aceh Tenggara. Meninggalnya beliau pada Sabtu siang, 10 Oktober, menjadi kabar yang membawa kesedihan bagi pemerintahan dan masyarakat Aceh Tenggara.
Ramisin Selian, warga yang dikenal berasal dari Aceh Tenggara, dikabarkan telah berpulang di Medan. Kepergiannya terjadi di salah satu rumah sakit yang berada di wilayah tersebut setelah ia mengalami sakit. Informasi mengenai kabar duka ini menjadi perhatian keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenalnya, terutama di daerah asal almarhum.
Belum terdapat keterangan yang menyebutkan nama rumah sakit tempat Ramisin Selian menjalani perawatan. Demikian pula, informasi yang tersedia tidak merinci jenis penyakit yang dialami, berapa lama almarhum mendapatkan perawatan, maupun bagaimana kondisi medisnya sebelum meninggal dunia. Karena itu, penyampaian kabar ini dilakukan berdasarkan keterangan yang ada tanpa menambahkan rincian yang belum terverifikasi.
Rangkaian informasi mengenai wafatnya Ramisin Selian menunjukkan bahwa ia mengembuskan napas terakhir setelah mengalami sakit dan sempat berada dalam penanganan medis di Medan. Lokasi tersebut menjadi tempat terakhir almarhum mendapatkan perawatan sebelum kabar kepergiannya diterima oleh pihak keluarga dan orang-orang terdekat.
Kabar meninggalnya Ramisin Selian meninggalkan duka bagi keluarga dan kerabat di Aceh Tenggara maupun mereka yang berada di Medan. Para pelayat dan masyarakat diharapkan menghormati suasana berkabung dengan mengacu pada informasi resmi dari keluarga. Setiap perkembangan mengenai waktu pemakaman, lokasi penghormatan terakhir, atau prosesi selanjutnya dapat disampaikan kemudian apabila telah tersedia keterangan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Setelah wafatnya Ramisin Selian di Medan, perkembangan berikutnya adalah proses pemulangan jenazah menuju rumah duka. Jenazah saat ini dalam perjalanan dari Medan menuju Desa Kubang Indah, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara. Informasi ini menjadi bagian penting dalam kronologi setelah kabar duka mengenai kepergian Ramisin Selian diketahui oleh keluarga dan masyarakat. Pemulangan tersebut dilakukan agar jenazah dapat dibawa ke rumah duka yang telah menjadi tujuan akhir perjalanan dari Medan.
Dalam perkembangan yang tersedia, jenazah masih berada dalam proses perjalanan menuju rumah duka di Desa Kubang Indah. Keterangan mengenai perjalanan ini memperbarui informasi sebelumnya yang berfokus pada kabar wafatnya Ramisin Selian di Medan. Dengan demikian, tahapan setelah wafatnya almarhum kini berlanjut pada pemindahan jenazah dari Medan ke wilayah Kecamatan Badar. Desa Kubang Indah disebut sebagai lokasi rumah duka yang menjadi tujuan pemulangan.
Belum terdapat informasi tambahan mengenai waktu kedatangan jenazah di rumah duka. Demikian pula, keterangan tentang rute perjalanan, prosesi pemakaman, maupun jadwal penghormatan terakhir belum tersedia dalam bahan yang ada. Karena itu, informasi yang dapat disampaikan pada tahap ini terbatas pada kabar bahwa jenazah sedang dibawa dari Medan menuju rumah duka di Desa Kubang Indah, Kecamatan Badar. Perkembangan tersebut menandai kelanjutan kronologi duka setelah Ramisin Selian berpulang.
Kabar duka mengenai berpulangnya Ramisin Selian di Medan beredar luas melalui media sosial. Informasi tersebut dengan cepat menjadi perhatian masyarakat, khususnya mereka yang memiliki hubungan dengan Aceh Tenggara dan mengenal sosok almarhum. Berbagai unggahan turut menyampaikan berita kepergian tersebut dengan nuansa duka, sehingga kabar itu kemudian menjadi viral di sejumlah platform digital.
Meluasnya informasi tersebut membuat sejumlah pihak menyampaikan ucapan belasungkawa. Pesan-pesan duka yang beredar umumnya memuat doa untuk almarhum agar amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT, dosa-dosanya diampuni, serta memperoleh tempat terbaik di sisi-Nya. Doa juga dipanjatkan bagi keluarga yang ditinggalkan agar diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan.
Selain menjadi sarana penyebaran informasi, media sosial turut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengenang dan menyampaikan penghormatan terakhir kepada Ramisin Selian. Ungkapan belasungkawa yang muncul mencerminkan rasa kehilangan serta kepedulian terhadap keluarga almarhum. Inti pesan yang disampaikan tetap berupa doa agar seluruh amal ibadah almarhum diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menjalani masa berduka.

