SURABAYA, JAWA TIMUR — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 29 September 2026, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) baru saja melaksanakan acara wisuda ke-22, sebuah momen yang sangat penting bagi semua pihak yang terlibat. Acara ini diadakan sebagai salah satu bentuk penghormatan terhadap lulusan yang telah menyelesaikan studi mereka. Wisuda bukan hanya sekedar seremoni, tetapi juga merupakan simbol keberhasilan dalam menempuh pendidikan tinggi dan mempersiapkan mahasiswa untuk memasuki dunia kerja.
Pada tahun ini, wisuda dilaksanakan pada tanggal 15 November 2023, di gedung auditorium kampus UNUSA. Tempat ini bukan hanya dikenal sebagai lokasi acara-acara penting di universitas, tetapi juga mencerminkan komitmen kampus dalam memberikan pengalaman yang berkesan bagi para lulusan dan keluarga mereka. Ruangan yang luas dan fasilitas yang memadai membuat acara ini berlangsung dengan baik, dan menciptakan suasana yang formal namun tetap hangat.
Sejak didirikan, UNUSA telah berupaya keras dalam melahirkan generasi berkompeten yang siap menghadapi tantangan di dunia profesional. Acara wisuda ini merupakan salah satu tonggak penting yang menandai perjalanan akademik para mahasiswa. Dalam acara tersebut, berbagai program studi di UNUSA turut hadir untuk merayakan pencapaian ini, menunjukkan keberagaman dan kekuatan akademik institusi. Para wisudawan diharapkan tidak hanya membawa gelar, tetapi juga kompetensi dan karakter yang baik untuk diterapkan dalam kehidupan nyata.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh UNUSA untuk menunjang kinerja akademik mahasiswanya, lain penyediaan fasilitas yang memadai, pengajaran yang berkualitas, serta program pengembangan soft skills. Dengan latar belakang ini, wisuda ke-22 bukan hanya sekedar seremonial, tetapi juga sebagai penghargaan atas kerja keras dan dedikasi para mahasiswa. Melalui prosesi ini, UNUSA mengajak semua yang hadir untuk merenungkan perjalanan yang telah dilalui bersama dan menatap masa depan yang penuh harapan.
Wisuda ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) menjadi momen bersejarah yang tidak hanya menandai kelulusan mahasiswa, tetapi juga merayakan keberagaman di wisudawan. Pada acara tersebut, UNUSA berhasil meluluskan sejumlah mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang. Keberagaman ini mencerminkan komitmen institusi untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan menghargai perbedaan.
Salah satu aspek menarik dari wisuda ini adalah partisipasi wisudawan non-muslim yang turut menyemarakkan upacara. Hal ini menegaskan bahwa UNUSA mengedepankan nilai-nilai toleransi dan keragaman. Dalam pendidikan yang dijalankan, UNUSA berusaha mengintegrasikan prinsip-prinsip yang mendorong semua mahasiswa, terlepas dari latar belakang agama maupun etnis, untuk saling menghargai dan belajar dari satu sama lain.
Keberagaman di kalangan wisudawan bukan hanya terlihat dari segi agama, tetapi juga mencakup latar belakang pendidikan yang bervariasi. Setiap wisudawan membawa perspektif unik yang dapat memperkaya diskusi akademis dan sosial di kampus. Melalui pengalaman universitas yang beragam, mahasiswa diajak untuk memahami dunia dari sudut pandang yang berbeda, sehingga membentuk karakter yang lebih toleran dan adaptif terhadap perubahan.
Pendidikan yang berorientasi pada keragaman ini juga sejalan dengan visi UNUSA untuk menghasilkan generasi muda yang berkompeten dan siap menghadapi tantangan global. Berbekal nilai-nilai pembelajaran yang inklusif, alumni diharapkan mampu berkontribusi positif tidak hanya di lingkungan mereka tetapi juga dalam masyarakat yang lebih luas. Oleh karena itu, keberagaman di wisudawan UNUSA menjadi fondasi penting dalam menciptakan komunitas yang harmonis dan produktif.
Wisuda adalah momen yang penuh makna bagi setiap mahasiswa, sebuah penanda perjalanan panjang yang telah dilalui, penuh dengan tantangan dan pelajaran berharga. Di wisudawan ke-22 Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA), terdapat beberapa cerita inspiratif yang menggambarkan bagaimana perjalanan studi mereka telah dibentuk dan didukung oleh institusi ini.
Meylani, salah satu wisudawati, berbagi pengalamannya selama menjalani studi di UNUSA. Ia menyatakan bahwa fasilitas yang memadai serta dukungan dari dosen memberikan pengalaman belajar yang tak terlupakan. "Dari awal kuliah, saya merasa terinspirasi oleh semangat pengajaran yang diterapkan di kampus ini. Dosen-dosen di UNUSA tidak hanya mengajar materi kuliah, tetapi juga mendorong kami untuk berpikir kritis dan kreatif. Keberanian untuk bertanya dan berdiskusi sangat didukung, sehingga membangun kepercayaan diri kami," ungkapnya.
Maria, wisudawati lainnya, menambahkan pengalamannya dengan menyoroti pentingnya komunitas di kampus. "Selama kuliah, saya tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga belajar banyak dari teman-teman sekelas yang berasal dari berbagai latar belakang. Ini sangat memperkaya perspektif saya. UNUSA juga sering mengadakan kegiatan luar kelas yang mempertemukan kami dengan para profesional, ini memberi kami kesempatan untuk belajar langsung dari mereka dan memperluas jaringan," tutur Maria.
Kedua testimonies ini menunjukkan bahwa UNUSA menyediakan lebih dari sekadar pendidikan akademis; mereka membekali mahasiswa dengan kompetensi yang diperlukan untuk siap bersaing di dunia kerja. Dukungan institusi terhadap setiap mahasiswa dalam bentuk bimbingan, fasilitas belajar, dan kegiatan pengembangan diri menjadikan pengalaman kuliah yang sangat berarti. Dengan pelajaran yang didapat, para wisudawan kini siap menghadapi tantangan di era globalisasi.
Pendidikan tinggi memiliki peranan penting dalam membekali generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing di pasar kerja. Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) secara aktif mengintegrasikan pengalaman kerja ke dalam kurikulum pendidikan, menjadikannya relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan zaman. Hal ini bertujuan untuk menciptakan lulusan yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis tetapi juga keterampilan praktis yang dapat langsung diterapkan di dunia kerja.
Salah satu contoh konkret dari integrasi ini dapat dilihat pada program studi Teknik Informatika. Di program ini, mahasiswa tidak hanya belajar tentang konsep-konsep dasar pemrograman, tetapi mereka juga terlibat dalam proyek nyata yang mensimulasikan kondisi kerja di perusahaan. Ini memberikan mahasiswa kesempatan untuk menerapkan teori yang mereka pelajari dalam konteks nyata, memperkuat pemahaman mereka, dan meningkatkan daya saing mereka di pasar kerja. Selain itu, kolaborasi dengan industri dalam bentuk magang juga menyediakan platform bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman langsung, memahami dinamika kerja, serta membangun jaringan profesional.
Program studi lain yang menunjukkan relevansi pendidikan dengan dunia kerja adalah Fakultas Kesehatan. Mahasiswa di bidang ini dibekali dengan praktik klinis yang memungkinkan mereka untuk belajar sambil bekerja di fasilitas kesehatan. Pengalaman ini tidak hanya memperkaya kompetensi teknis mahasiswa tetapi juga menumbuhkan sikap profesional yang penting untuk berinteraksi dengan pasien dan rekan kerja di masa depan.
Melalui pendekatan yang proaktif ini, UNUSA bertujuan tidak hanya untuk menghasilkan lulusan yang siap kerja, tetapi juga individu yang mampu beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan lingkungan kerja. Dengan demikian, relevansi pendidikan yang diberikan oleh UNUSA dalam konteks dunia kerja bukan hanya teori belaka, tetapi implementasi nyata yang merupakan bagian dari kesiapan menghasilkan generasi baru yang kompeten dan profesional.





