JAKARTA, DKI JAKARTA — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 2 Oktober 2026, Pada 29 September 2026, puluhan ribu buruh direncanakan untuk turun ke jalan dalam sebuah demonstrasi besar di depan gedung DPR/MPR RI Jakarta. Aksi ini akan melibatkan berbagai kelompok buruh dari sejumlah daerah, menandakan solidaritas yang kuat di mereka dalam memperjuangkan hak-hak pekerja. Acara ini tidak hanya akan menjadi momen untuk menyampaikan tuntutan, tetapi juga sebagai wadah untuk mengekspresikan aspirasi mengenai perlindungan dan kesejahteraan yang layak bagi seluruh buruh.
Demonstrasi ini menjadi penting mengingat banyaknya isu yang dihadapi oleh para pekerja. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan regulasi yang terus berkembang, para buruh merasa perlu untuk menyatukan suara mereka guna menuntut perhatian dari pemerintah dan pengusaha. Berbagai tuntutan akan diangkat, termasuk peningkatan upah, perlindungan hak-hak kerja, dan jaminan sosial yang lebih baik. Dengan menggabungkan kekuatan dari berbagai daerah dan sektor, diharapkan aksi ini dapat menarik perhatian yang lebih besar dan menjadi titik tolak untuk perubahan yang diharapkan.
Kegiatan demonstrasi ini diorganisir oleh sejumlah serikat pekerja yang bergerak di berbagai bidang, dari sektor industri hingga layanan publik. Keberagaman ini mencerminkan kondisi sosial-ekonomi yang kompleks yang dihadapi oleh buruh Indonesia. Selain itu, partisipasi yang luas ini menunjukkan bahwa isu-isu ketenagakerjaan adalah masalah lintas sektoral yang memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Diharapkan, melalui aksi ini, para buruh dapat mendengarkan dan merasakan dukungan dari masyarakat luas, serta mendapatkan perhatian dari pengambil kebijakan di tingkat nasional.
Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) merupakan salah satu organisasi utama yang mengawasi dan memperjuangkan aspirasi para buruh di Indonesia. Dikenal sebagai suara kolektif bagi berbagai serikat pekerja, KBPBI berperan penting dalam mengkoordinasikan aksi-aksi demonstrasi yang menuntut perlindungan dan kesejahteraan bagi buruh. Aksi-aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik untuk para pekerja.
Pada 24 September 2026, KBPBI mengadakan demonstrasi di Jalan MH Thamrin, melanjutkan upaya mereka dari aksi sebelumnya yang juga diselenggarakan dengan tujuan menciptakan kesinambungan perjuangan buruh di negara ini. Demonstrasi tersebut menampakkan kekuatan dan solidaritas yang tinggi di kalangan para buruh, menandakan komitmen mereka terhadap perbaikan kondisi kerja serta hak-hak yang lebih baik. Dalam demonstrasi ini, berbagai isu dibahas, termasuk upah yang layak, jam kerja yang manusiawi, dan perlindungan hukum bagi pekerja.
Keberadaan KBPBI menjadi sangat krusial di tengah tantangan yang dihadapi buruh Indonesia, seperti masalah ketidakpastian kerja dan pelanggaran hak-hak pekerja. Melalui penyelenggaraan aksi-aksi damai, koalisi ini berharap dapat memfasilitasi dialog buruh, pengusaha, serta pemerintah, untuk mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. Di sisi lain, demonstrasi ini juga menjadi ajang bagi para buruh untuk menunjukkan tuntutan mereka secara langsung kepada para pengambil keputusan, mengekspresikan rasa ketidakpuasan terhadap keadaan yang sudah ada.
Solidaritas yang ditunjukkan oleh peserta aksi mencerminkan tekad yang kuat dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, serta menandaskan pentingnya peran aktif organisasi seperti KBPBI dalam memperjuangkan perubahan yang berarti. Ke depan, diharapkan KBPBI dapat terus berperan sebagai penghubung yang memperkuat aspirasi mulai dari basis paling bawah hingga ke alat keputusan pemerintah.
Sebanyak sebelas tuntutan akan disampaikan oleh peserta aksi buruh pada hari ini. Tuntutan tersebut berfokus pada perlindungan pekerja, pengupahan yang adil, dan peningkatan keterampilan. Hal ini menunjukkan tingkat keprihatinan yang tinggi dari kalangan buruh terhadap berbagai isu yang saat ini mereka hadapi. Di tuntutan tersebut, perlindungan pekerja menjadi prioritas utama. Ini mencakup kebutuhan untuk memastikan adanya jaminan keselamatan dan kesehatan kerja yang memadai, serta mengurangi risiko pemecatan sepihak.
Pekerja juga menuntut pengupahan yang lebih adil, yang tidak hanya mencerminkan inflasi dan biaya hidup yang terus meningkat, tetapi juga memberikan insentif yang wajar bagi produktivitas mereka. Isu pengupahan adalah salah satu yang paling mendesak, mengingat meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan sehari-hari. Dengan tuntutan ini, buruh berharap agar pemerintah dan pengusaha dapat menciptakan kebijakan yang lebih memperhatikan kesejahteraan mereka.
Selain pengupahan yang adil, ada juga tuntutan terkait peningkatan keterampilan. Pekerja merasa bahwa mereka perlu memiliki akses lebih besar untuk pelatihan dan pengembangan keterampilan agar dapat bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif. Peningkatan keterampilan tidak hanya bermanfaat bagi individu pekerja, tetapi juga bagi perusahaan yang ingin memiliki tenaga kerja yang terampil dan responsif terhadap perubahan industri.
Tak kalah penting adalah perhatian terhadap praktik outsourcing yang banyak dianggap merugikan. Buruh menilai bahwa praktik ini sering kali mengakibatkan pengurangan dalam hak-hak mereka dan menciptakan ketidakpastian, baik dalam hal pekerjaan maupun kesejahteraan. Melalui aksi ini, buruh berusaha untuk mempertegas posisi mereka dan menyuarakan kebutuhan mendasar mereka untuk perlindungan dan kesejahteraan yang lebih baik.
Dalam rangka menyampaikan aspirasi perlindungan dan kesejahteraan yang mendesak, para buruh dari berbagai organisasi akan berkumpul di Taman Ria Senayan. Kegiatan ini merupakan langkah penting dalam rangka demonstrasi yang akan berjalan menuju gedung DPR/MPR RI. Gerakan ini direncanakan dengan cermat, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran publik dan mendorong pengambilan keputusan yang bersahabat terhadap RUU Perlindungan Ketenagakerjaan.
Ketua Umum KASBI, Sunarno, menggarisbawahi bahwa aksi ini adalah bagian integral dari pengawalan pembahasan RUU yang sangat signifikan. Aksi ini bertujuan mengamplifikasi suara buruh, memberikan mereka kesempatan untuk mengemukakan harapan dan tuntutan yang mereka anggap krusial. Strategi yang diadopsi dalam aksi ini meliputi komunikasi yang jelas dan efektif organisasi buruh, serta koordinasi dengan berbagai aliansi masyarakat sipil lainnya.
Pada saat berkumpul di Taman Ria Senayan, setiap peserta diharapkan mengikuti protokol keamanan dan demonstrasi damai. Rencana aksi mencakup pembacaan pernyataan sikap dan penyampaian orasi dari para pemimpin buruh. Rangkaian rencana tersebut tidak hanya bertujuan untuk mengelaskan tuntutan, tetapi juga untuk membangun solidaritas antar buruh, serta menarik perhatian media untuk meliput pergerakan ini.
Aksi ini diharapkan menjadi momentum yang kuat untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah mengenai perlindungan ketenagakerjaan. Dalam hal ini, buruh tidak hanya meminta perlindungan hak-hak mereka, tetapi juga berjuang untuk kesejahteraan yang lebih baik. Dengan strategi yang matang, aksi ini diprediksi akan memberikan dampak yang signifikan dalam proses pembahasan RUU, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya dukungan terhadap kesejahteraan buruh.





