Persib Bandung Mengincar Kemenangan atas The Cong-Viettel di ACL 2

Persib Bandung Mengincar Kemenangan atas The Cong-Viettel di ACL 2

Bandung | Persib Bandung akan menghadapi The Cong-Viettel pada matchday kedua Grup E Liga Champions Asia 2 musim 2026/2027. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Rabu, 14 Oktober 2026, mulai pukul 19.15 WIB. Pertemuan ini menjadi agenda penting bagi Persib dalam melanjutkan kiprahnya di kompetisi antarklub Asia.

Laga kandang itu juga membuka kesempatan bagi Persib untuk meneruskan hasil positif yang telah diraih pada pertandingan pertama. Dalam matchday perdana, klub asal Bandung tersebut berhasil mengalahkan FC Seoul dengan skor 1-0. Kemenangan itu menjadi modal berharga sebelum Persib kembali tampil di hadapan pendukungnya sendiri. Dukungan dari tribun Stadion Si Jalak Harupat diharapkan dapat menambah energi tim sepanjang pertandingan.

Persiapan menuju laga melawan The Cong-Viettel berlangsung dalam situasi yang menuntut konsistensi. Pada musim 2026/2027, Persib sedang menjalani empat kompetisi sekaligus, sehingga pengelolaan agenda pertandingan menjadi bagian penting dalam perjalanan tim. Meski demikian, fokus utama pada kesempatan ini adalah menghadapi pertandingan kedua Grup E dengan kesiapan terbaik. Pertemuan pada Rabu malam tersebut akan menjadi panggung bagi Persib untuk menunjukkan kemampuan bersaing di level Asia sekaligus menjaga momentum setelah kemenangan atas FC Seoul.

Persib Bandung memasuki persiapan menghadapi The Cong-Viettel dengan modal yang cukup meyakinkan. Dalam ajang ASEAN Club Championship, tim mampu mengatasi Port FC melalui kemenangan 3-1. Hasil tersebut menunjukkan bahwa Persib masih memiliki daya saing kuat ketika menghadapi lawan dengan intensitas permainan tinggi. Selain produktivitas di lini depan, keberhasilan menjaga organisasi permainan menjadi salah satu faktor penting yang membantu Maung Bandung meraih hasil positif tersebut.

Performa baik itu berlanjut saat Persib menundukkan FC Seoul dengan skor 1-0. Kemenangan atas wakil Korea Selatan tersebut memperlihatkan kedisiplinan tim dalam bertahan sekaligus kemampuan memanfaatkan peluang secara efektif. Dua hasil positif itu dapat menjadi suntikan kepercayaan diri sebelum pertandingan di ACL 2, terutama karena The Cong-Viettel berpotensi memberikan tekanan melalui permainan cepat dan agresif.

Namun, tanda-tanda kelelahan mulai terlihat pada pertandingan terbaru Persib di BRI Super League. Menghadapi Dewa United, Persib sempat berada dalam posisi sulit setelah tertinggal 0-2. Tim kemudian menunjukkan daya juang dengan mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir 2-2. Respons tersebut patut diapresiasi, tetapi situasi itu juga mencerminkan beban fisik dan mental yang mulai dirasakan para pemain setelah menjalani jadwal padat.

Kondisi tersebut membuat pelatih Igor Tolic perlu mempertimbangkan rotasi secara cermat. Pergantian pemain bukan hanya bertujuan menjaga kebugaran, melainkan juga mempertahankan intensitas pressing, kecepatan transisi, dan konsentrasi sepanjang pertandingan. Pemain yang lebih segar dapat memberikan energi tambahan, sementara sejumlah pemain utama tetap dibutuhkan untuk menjaga stabilitas tim. Dengan pengelolaan skuad yang tepat, Persib dapat mengurangi risiko kelelahan tanpa mengendurkan ambisi memburu kemenangan atas The Cong-Viettel.

Kapten Persib Bandung, Marc Klok, menyoroti besarnya tuntutan yang harus dihadapi tim ketika tampil di banyak kompetisi. Persib tidak hanya dituntut meraih hasil positif di kompetisi domestik, tetapi juga harus mampu bersaing di level Asia, termasuk saat menghadapi The Cong-Viettel pada ajang ACL 2. Menurut Klok, keinginan untuk tampil dominan di setiap pertandingan merupakan bagian dari standar yang melekat pada klub sebesar Persib.

Klok menyampaikan bahwa ambisi Persib adalah memenangkan seluruh pertandingan yang dijalani. Target tersebut berlaku di berbagai ajang, bukan hanya pada satu kompetisi tertentu. Namun, ia memahami bahwa upaya menjaga performa hingga 100 persen tidak mudah ketika para pemain harus bertanding setiap dua atau tiga hari. Jadwal padat membuat tim perlu mengelola tenaga, pemulihan, dan konsentrasi secara cermat agar kualitas permainan tetap terjaga.

Situasi tersebut juga menimbulkan perhatian terhadap kesiapan fisik dan mental pemain untuk bersaing sampai akhir musim. Persib membutuhkan kondisi tubuh yang prima sekaligus ketahanan mental karena tekanan pertandingan akan terus berlangsung dalam waktu panjang. Tantangan itu menjadi semakin besar ketika tuntutan untuk menang hadir secara beruntun, sementara waktu persiapan dan pemulihan sangat terbatas. Pandangan Klok menunjukkan bahwa konsistensi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga oleh kesiapan seluruh tim menghadapi jadwal yang padat.

Di tengah tuntutan tersebut, Klok tetap menilai dukungan Bobotoh sebagai kekuatan penting bagi Persib. Ia melihat suporter terus hadir dalam jumlah besar untuk memberikan dorongan kepada tim. Karena itu, Klok mengajak Bobotoh tetap mendukung Persib, baik ketika tim berada dalam kondisi baik maupun saat menghadapi situasi sulit. Dukungan yang konsisten diharapkan dapat membantu pemain menjaga semangat dan menghadapi setiap pertandingan dengan komitmen yang sama.

Persib Bandung diperkirakan menggunakan skema 4-2-3-1 saat menghadapi The Cong-Viettel di ACL 2. Teja Paku Alam menempati posisi penjaga gawang. Empat pemain di lini belakang terdiri atas Eliano Reijnders, Julio Cesar, Patricio Matricardi, dan Ikhwan Tanamal. Di depan barisan pertahanan, Marc Klok serta Thom Haye diproyeksikan menjalankan peran sebagai dua gelandang tengah.

Tiga pemain yang berada di belakang penyerang utama adalah Adam Alis, Uilliam Barros, dan Mariano Peralta. Balsa Sekulic menjadi ujung tombak dalam susunan tersebut. Formasi ini menempatkan tiga gelandang serang di belakang satu penyerang, dengan dua pemain tengah sebagai penopang keseimbangan permainan.

Sementara itu, The Cong-Viettel juga diperkirakan turun dengan skema 4-2-3-1. Nguyen Van Viet berada di bawah mistar. Kuartet pertahanan diisi Dinh Viet Tu, Kyle Colonna, Phan Tuan Tai, dan Trieu Viet Hung. Andre Luiz serta Paulinho Curua diposisikan sebagai dua gelandang tengah.

Posisi di belakang penyerang utama ditempati Damian Vu Thanh, Pham Trung Hieu, dan Rimario Gordon. Ribamar menjadi penyerang tengah dalam susunan The Cong-Viettel.

Dalam lima pertandingan terakhir, Persib bermain imbang 2-2 melawan Dewa United pada 11 Oktober 2026. Sebelumnya, Persib menang 3-1 atas Port FC pada 8 Oktober 2026, menang 2-1 atas Persijap Jepara pada 20 September 2026, serta menang 1-0 atas FC Seoul pada 16 September 2026. Persib juga kalah 1-2 dari Persija Jakarta pada 12 September 2026.

The Cong-Viettel mencatat kekalahan 1-3 dari Hong Linh Ha Thinh pada 8 Oktober 2026 dan bermain imbang 1-1 melawan Melbourne Victory pada 16 September 2026. Mereka kemudian kalah 0-1 dari Cong An Ha Noi pada 10 September 2026, menang 2-0 atas Binh Phuoc pada 4 September 2026, serta menang 2-0 atas Thep Xanh Nam Dinh pada 15 Agustus 2026.

Baca juga: Pilihan Lokasi Nonton Bareng Pertandingan Persija vs Persib di Bandung | Pertarungan Sengit Persija Jakarta vs Persib Bandung: Semangat Rivalitas di Gelora Bung Karno | Duel Abadi: Persija Jakarta vs Persib Bandung di El Clasico Indonesia