Kota Bandung | Wakil Wali Kota Bandung Erwin menyatakan Pemerintah Kota Bandung akan membantu warga yang terdampak jebolnya tanggul di Jalan Siliwangi, RT 09/RW 01, Kelurahan Cipaganti, Kecamatan Coblong. Pernyataan itu disampaikan saat ia berada di pos lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Kehadiran pemerintah di lokasi menjadi bagian dari upaya memastikan penanganan darurat berjalan sekaligus melihat langsung kondisi warga dan kerusakan yang terjadi.
Dalam penanganan kejadian tersebut, Pemkot Bandung mengerahkan 12 dinas untuk mendukung langkah darurat dan proses pemulihan. Pengerahan lintas dinas dimaksudkan agar kebutuhan penanganan di lapangan dapat dikoordinasikan secara terpadu, sesuai kondisi yang berkembang. Pemerintah kota juga menyampaikan bahwa bantuan bagi warga akan diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat terdampak serta kemampuan pemerintah. Dengan demikian, bentuk dan pelaksanaan dukungan disesuaikan dengan situasi di lokasi, bukan ditetapkan tanpa melihat kebutuhan yang ada.
Rumah warga yang hancur akibat kejadian itu disebut menjadi prioritas untuk ditangani secepatnya. Penanganan rumah yang mengalami kerusakan berat menjadi perhatian penting agar kondisi warga terdampak dapat segera ditangani, sejalan dengan upaya darurat dan pemulihan di kawasan tersebut. Pemerintah kota akan melihat kebutuhan warga secara langsung sebagai dasar dalam menyalurkan bantuan. Erwin menegaskan bahwa dukungan diberikan sesuai kebutuhan masyarakat dan kapasitas pemerintah, sementara rumah yang hancur didahulukan dalam penanganan. Langkah-langkah tersebut diharapkan membantu warga menghadapi dampak jebolnya tanggul dan mendukung proses pemulihan setelah kejadian. Pemantauan serta koordinasi dengan dinas terkait menjadi bagian dari penanganan di lapangan, sehingga respons pemerintah dapat mengikuti kebutuhan yang ditemukan selama proses berlangsung. Warga terdampak menjadi perhatian utama dalam penentuan dukungan, terutama mereka yang kehilangan atau mengalami kerusakan tempat tinggal.Setelah meninjau lokasi tanggul atau tembok penahan tanah (TPT) yang jebol di Cipaganti, Erwin meminta pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi TPT di sepanjang daerah aliran sungai (DAS) di Kota Bandung. Langkah ini ditujukan untuk menemukan bagian yang mulai retak atau menunjukkan kerusakan sebelum kondisinya memburuk. Inspeksi tidak hanya dilakukan pada titik tanggul yang baru saja jebol, tetapi juga pada struktur penahan sungai lain yang berpotensi menghadapi risiko serupa. Pemerintah kota ingin memperoleh gambaran kondisi lapangan secara lebih lengkap sebagai dasar menentukan tindak lanjut yang diperlukan.
Erwin menyampaikan bahwa bagian TPT yang ditemukan retak perlu segera ditangani melalui perbaikan. Pemeriksaan dini dinilai penting agar kerusakan dapat diketahui sebelum memicu jebolnya tanggul dan berdampak pada permukiman di sekitarnya. Dalam kejadian di Cipaganti, tanda retak disebut telah terlihat sebelum tanggul runtuh, tetapi perbaikan belum sempat dilakukan. Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam evaluasi penanganan, terutama terkait perlunya mengidentifikasi kerusakan dan mengambil tindakan tanpa menunggu dampak yang lebih besar. Tanggul yang jebol itu menyebabkan 34 rumah warga terendam, sehingga pemeriksaan terhadap struktur serupa menjadi bagian penting dari upaya mencegah kejadian berulang.
Erwin juga mengingatkan bahwa kejadian serupa bukan kali pertama terjadi. Menurut keterangannya, tanggul jebol pernah terjadi pada tahun sebelumnya, bahkan hingga dua kali. Pengalaman tersebut memperkuat alasan untuk melakukan audit menyeluruh, bukan hanya menangani kerusakan setelah bencana terjadi. Hasil pemeriksaan diharapkan membantu pemerintah kota mengenali titik-titik yang membutuhkan perhatian dan memperbaiki bagian yang retak sebelum membahayakan warga. Dengan mengetahui kondisi TPT di sepanjang aliran sungai, langkah penanganan dapat diarahkan pada lokasi yang memerlukan perbaikan. Pemerintah pun dapat menjadikan temuan lapangan sebagai dasar untuk menentukan prioritas tindak lanjut, sehingga risiko terhadap rumah dan keselamatan masyarakat di sekitar sungai dapat dikurangi.
Erwin menginstruksikan lurah dan camat agar memeriksa kondisi sungai di wilayah masing-masing. Arahan tersebut menempatkan pemeriksaan lapangan sebagai langkah penting untuk mengenali potensi kerusakan sejak awal, bukan hanya menunggu sampai dampaknya terlihat lebih besar. Dengan melihat langsung kondisi sungai, aparat kewilayahan diharapkan dapat mengetahui bagian yang memerlukan perhatian dan memastikan perubahan pada lingkungan sungai tidak luput dari pengamatan. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mengantisipasi persoalan serupa, sekaligus memperkuat kewaspadaan terhadap kondisi tanggul dan area di sekitarnya.
Dalam pemeriksaan, tanda awal erosi perlu diperhatikan secara saksama. Salah satu indikasi yang disebut Erwin adalah batu yang terlepas. Kondisi seperti itu, menurutnya, tidak boleh dibiarkan begitu saja dan harus segera ditangani. Perhatian terhadap perubahan kecil dapat membantu menunjukkan bahwa bagian tertentu mulai mengalami kerusakan. Karena itu, pengamatan tidak hanya tertuju pada kerusakan yang sudah tampak besar, tetapi juga pada tanda-tanda awal yang berpotensi berkembang. Mengenali dan merespons indikasi tersebut sejak dini menjadi bagian dari kewaspadaan yang diperlukan saat meninjau kondisi sungai.
Instruksi kepada lurah dan camat menekankan pentingnya pemeriksaan di wilayah masing-masing sebagai cara untuk menemukan kerusakan sebelum berkembang lebih jauh. Pengamatan lapangan memberi kesempatan untuk mencermati keadaan sungai secara langsung, termasuk perubahan pada batu atau bagian lain yang menunjukkan adanya erosi. Jika tanda awal ditemukan, arahan Erwin jelas: kondisi tersebut perlu segera ditangani. Dengan demikian, pemeriksaan bukan sekadar melihat keadaan sungai, melainkan juga menjadi langkah awal untuk mencegah masalah bertambah serius. Upaya ini mengandalkan perhatian aparat setempat terhadap kondisi lingkungan, tanpa menunggu kerusakan meluas atau menimbulkan dampak yang lebih besar.
Erwin menyampaikan bahwa pencegahan kerusakan tanggul tidak hanya bergantung pada penanganan setelah kejadian. Sebagai langkah mitigasi, ia meminta petugas harian lepas kebersihan yang dikenal sebagai Gober (Gojeg Beresih) agar aktif menyusuri aliran sungai. Kegiatan tersebut diharapkan membantu mengenali kondisi bantaran dan tanggul lebih awal, terutama di bagian yang berpotensi mengalami pengikisan. Dengan pemantauan rutin, tanda perubahan pada tepi sungai dapat diketahui sebelum berkembang menjadi kerusakan yang lebih serius.
Dalam arahan itu, para petugas diminta memperhatikan kemungkinan erosi saat berada di sekitar sungai. Pengamatan dapat diarahkan pada perubahan bentuk bantaran, tanah yang mulai terkikis, atau bagian tanggul yang terlihat melemah. Jika menemukan indikasi tersebut, petugas diharapkan menyampaikan informasi kepada pihak terkait agar kondisi itu dapat ditindaklanjuti. Peran Gober dalam konteks ini adalah membantu pengawasan lapangan, bukan menggantikan pemeriksaan teknis oleh instansi yang berwenang. Informasi awal dari petugas dapat menjadi bahan untuk menentukan kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut.
Erwin juga mendorong agar kerusakan yang teridentifikasi segera diperbaiki dan tidak dibiarkan berlarut-larut. Penanganan yang cepat dinilai penting untuk mengurangi risiko kerusakan bertambah, sekaligus melindungi warga dan lingkungan di sekitar aliran sungai. Namun, permintaan tersebut merupakan langkah mitigasi yang disampaikan Erwin; hal itu tidak berarti penyusuran, pemeriksaan, ataupun perbaikan sudah dilaksanakan. Pelaksanaannya tetap memerlukan tindak lanjut dari petugas dan instansi terkait. Pemantauan yang teratur, pelaporan yang jelas, serta respons yang tepat diharapkan mendukung upaya pemerintah kota mengantisipasi potensi masalah serupa. Melalui arahan ini, deteksi dini ditempatkan sebagai bagian dari kesiapsiagaan, sehingga indikasi erosi bisa memperoleh perhatian sebelum menimbulkan dampak lebih luas bagi permukiman di sekitarnya.
Baca juga: Kodim 0906/Kkr Salurkan Bantuan Air Bersih kepada Warga Bendang Raya | Aksi Massa Buruh, Polisi Siapkan Penyekatan di Perbatasan | TNI Salurkan 368.000 Liter Air Bersih untuk Masyarakat Terdampak Karhutla di Kalbar



