SERANG, BANTEN — Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada 8 Oktober 2026, Lionel Messi telah mengakhiri perjalanannya bersama tim nasional Argentina. Laga persahabatan melawan Benin di Stadion Monumental, Buenos Aires, pada Rabu pagi, 7 Oktober 2026 WIB, menjadi momentum perpisahan bagi sang kapten setelah bertahun-tahun menjadi pusat permainan dan simbol utama La Albiceleste. Pertandingan tersebut tidak hanya menandai berakhirnya sebuah era, tetapi juga membuka pembahasan baru tentang masa depan Argentina di tingkat internasional.
Kepergian Messi dari panggung tim nasional segera memunculkan satu pertanyaan penting: siapa yang akan mengenakan nomor punggung 10 setelah dirinya? Di Argentina, angka tersebut tidak sekadar identitas di bagian belakang jersey. Nomor 10 memiliki nilai historis dan emosional yang sangat kuat, terutama karena selama bertahun-tahun melekat pada sosok Messi. Setiap pemain yang kelak menggunakannya akan berada di bawah sorotan besar, bukan hanya karena tuntutan teknis, melainkan juga karena warisan yang ditinggalkan pemilik sebelumnya.
Isu mengenai penerus nomor 10 pun mulai menjadi bagian dari percakapan publik sejak laga perpisahan tersebut. Federasi, pelatih, pemain, dan suporter Argentina menghadapi pertanyaan mengenai arah baru yang akan dibangun setelah era Messi berakhir. Penentuan pemilik nomor itu berpotensi menjadi keputusan simbolis yang mencerminkan kepercayaan terhadap generasi berikutnya, sekaligus menunjukkan bagaimana tim nasional mengelola transisi antargenerasi.
Namun, suksesi nomor 10 tidak semestinya dipahami sebagai upaya mencari pengganti Messi secara langsung. Tidak ada pemain yang dapat mengulang perjalanan, karakter, atau pengaruhnya dengan cara yang sama. Tantangan Argentina adalah menemukan figur yang mampu menjalankan perannya sendiri sambil menghormati makna nomor tersebut. Karena itu, laga melawan Benin menjadi titik penting yang mengangkat pembahasan pergantian pemilik nomor 10 ke ruang publik dan menandai dimulainya babak baru bagi tim nasional.
Pelatih tim nasional Argentina, Lionel Scaloni, menegaskan bahwa belum ada keputusan mengenai pemain yang akan mengenakan nomor 10 setelah era Lionel Messi berakhir. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa federasi dan staf kepelatihan tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa. Nomor 10 bukan sekadar angka yang tercetak di bagian belakang seragam, melainkan simbol yang membawa ekspektasi besar dalam setiap pertandingan Argentina.
Proses menentukan penerus nomor tersebut memang tidak sederhana. Dalam sejarah sepak bola Argentina, nomor 10 memiliki kedudukan istimewa dan berkaitan erat dengan sejumlah momen penting perjalanan tim nasional. Sebelum identik dengan Messi, nomor itu terlebih dahulu menjadi milik Diego Maradona, legenda yang membawa Argentina meraih kejayaan dan meninggalkan pengaruh besar di tingkat internasional. Warisan Maradona membuat siapa pun yang mengenakan nomor tersebut selalu dibandingkan dengan standar permainan dan kepemimpinan yang sangat tinggi.
Messi kemudian melanjutkan sejarah tersebut selama bertahun-tahun. Dengan kemampuan teknis, konsistensi, serta berbagai pencapaian bersama Argentina, ia menjadikan nomor 10 semakin melekat pada sosoknya. Keberhasilan meraih Copa América dan Piala Dunia turut memperkuat kesan bahwa seragam itu merupakan bagian penting dari identitas Messi sekaligus tim nasional.
Karena itu, nomor 10 kini kembali menjadi perhatian publik ketika masa depan Messi bersama Argentina mulai memasuki tahap baru. Scaloni tampaknya memahami bahwa pemilihan penerus harus mempertimbangkan lebih dari sekadar posisi bermain atau kemampuan individu. Pemain yang nantinya dipercaya perlu memiliki kualitas, kematangan, karakter, dan kesiapan menghadapi tekanan. Untuk sementara, belum adanya keputusan dapat dipandang sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah nomor tersebut, sekaligus kesempatan bagi calon penerus untuk membuktikan bahwa mereka layak melanjutkan warisan dua ikon terbesar sepak bola Argentina.
Nilai historis nomor 10 bagi Argentina tidak otomatis membuat nomor tersebut dapat dipensiunkan untuk selamanya. Dalam pertandingan resmi, penggunaan nomor punggung mengikuti ketentuan kompetisi dan proses administrasi yang ditetapkan penyelenggara. Federasi harus mendaftarkan skuad sesuai format yang berlaku, termasuk menyediakan nomor dalam urutan tertentu agar identitas setiap pemain dapat dibedakan secara jelas di daftar pertandingan, lembar susunan pemain, serta berbagai dokumen resmi.
Aturan tersebut membatasi ruang bagi federasi untuk mengosongkan satu nomor secara permanen. Walaupun Argentina memiliki alasan emosional yang kuat untuk menjaga nomor 10 sebagai warisan Lionel Messi, kebutuhan teknis dalam pendaftaran pemain tetap harus dipenuhi. Nomor yang tersedia perlu digunakan sesuai ketentuan turnamen atau laga resmi, sehingga penghormatan terhadap sejarah tidak dapat sepenuhnya menggantikan regulasi kompetisi. Pengecualian mungkin saja bergantung pada aturan khusus sebuah ajang, tetapi hal itu tidak mengubah kewajiban untuk mengikuti ketentuan yang berlaku pada setiap pertandingan.
Situasi ini membuat pembahasan mengenai penerus nomor 10 terus berlanjut. Selama nomor tersebut masih tercantum dalam sistem penomoran tim nasional, Argentina pada akhirnya perlu menetapkan pemain yang mengenakannya ketika Messi tidak lagi menjadi bagian dari skuad. Penetapan itu tidak selalu berarti federasi telah memilih pewaris dengan status resmi atau menganggap seorang pemain mampu menyamai pencapaian Messi. Keputusan tersebut dapat bersifat administratif, mengikuti kebutuhan pelatih, komposisi skuad, dan aturan turnamen yang diikuti.
Karena itu, perdebatan mengenai siapa yang layak memakai nomor 10 tidak hanya berkaitan dengan kemampuan teknis atau popularitas seorang pemain. Ada pula faktor regulasi yang membuat nomor ikonik tersebut tetap hadir dalam daftar pemain. Setiap calon penerus akan menghadapi perhatian besar karena nomor itu membawa sejarah panjang, tetapi keputusan akhirnya tetap perlu menunggu kebijakan federasi, kebutuhan tim, dan perkembangan kompetisi pada masa setelah Messi.
Pembahasan mengenai calon penerus nomor 10 Lionel Messi di tim nasional Argentina mulai mengarah kepada dua nama muda, yakni Nico Paz dan Franco Mastantuono. Keduanya dinilai memiliki kualitas teknis, kepribadian, serta potensi perkembangan yang dapat membuat mereka menjadi bagian penting dari generasi berikutnya La Albiceleste. Kendati demikian, perjalanan menuju posisi tersebut masih panjang karena nomor 10 memiliki arti khusus dalam sejarah sepak bola Argentina.
Nico Paz menjadi salah satu kandidat yang paling sering diperbincangkan. Gelandang serang berusia 22 tahun itu menarik perhatian melalui penampilannya di level klub dan tim nasional. Ia dikenal memiliki kemampuan membawa bola, visi umpan yang baik, serta keberanian untuk mengambil keputusan di area pertahanan lawan. Karakter tersebut membuat Paz dianggap mampu menjalankan peran kreatif yang selama bertahun-tahun identik dengan Messi.
Performa Paz juga memperoleh apresiasi dari sejumlah rekan setimnya di tim nasional Argentina. Pujian tersebut mencerminkan kepercayaan yang mulai tumbuh terhadap kemampuannya, terutama ketika ia tampil bersama pemain-pemain berpengalaman. Meski belum sepenuhnya menjadi pilihan utama, konsistensi dan kematangan dalam membaca permainan dapat memperbesar peluangnya untuk menempati peran yang lebih menonjol pada masa mendatang.
Nama lain yang masuk dalam bursa adalah Franco Mastantuono. Pemain berusia 19 tahun ini dipandang sebagai talenta dengan prospek besar dan kemampuan menyerang yang menjanjikan. Saat ini, Mastantuono dipinjamkan Real Madrid ke Fiorentina agar memperoleh tambahan jam bermain serta pengalaman berkompetisi di level senior. Masa peminjaman tersebut menjadi kesempatan penting baginya untuk meningkatkan konsistensi, kekuatan fisik, dan pemahaman taktik.
Paz dan Mastantuono sama-sama berada dalam bursa kandidat penerus nomor 10 Messi, tetapi belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan menerima tanggung jawab tersebut. Lionel Scaloni masih memiliki waktu untuk memantau perkembangan keduanya dan menilai kesiapan masing-masing pemain. Untuk saat ini, nomor 10 Argentina belum memiliki pewaris yang ditetapkan secara resmi.

