JAKARTA – Menjelang peringatan Hari Pahlawan pada 10 November 2026, Presiden Prabowo Subianto mulai membahas usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh bangsa yang dinilai memiliki jasa besar dan pengabdian bagi Indonesia.
Pembahasan tersebut berlangsung saat Presiden Prabowo menerima Menteri Kebudayaan Fadli Zon di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (4/11/2026).
Dikutip dari laman resmi Presiden Republik Indonesia, Kamis (5/11/2026), pertemuan itu membahas rekomendasi Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) terkait sejumlah nama yang diusulkan menerima gelar Pahlawan Nasional tahun 2026.
Dalam pertemuan tersebut, Fadli Zon menyampaikan hasil rekomendasi Dewan GTK yang sebelumnya telah melalui proses penelitian dan pengkajian secara berjenjang.
Proses tersebut dimulai dari Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) di tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Selanjutnya, usulan diteliti kembali oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP) di Kementerian Sosial.
Setelah melewati tahapan tersebut, hasil penelitian dan pengkajian dibahas dalam sidang Dewan GTK sebelum akhirnya disampaikan kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan.
Mekanisme berlapis ini menjadi bagian penting dalam memastikan bahwa setiap tokoh yang diusulkan memperoleh gelar Pahlawan Nasional telah melalui proses penilaian terhadap jasa, perjuangan, serta pengabdiannya kepada bangsa dan negara.
Penyampaian rekomendasi kepada Presiden Prabowo sekaligus menandai berlanjutnya proses pengusulan gelar kehormatan negara menjelang peringatan Hari Pahlawan tahun ini.
Meski demikian, dalam keterangan resmi tersebut belum diumumkan nama-nama tokoh yang masuk dalam daftar rekomendasi Dewan GTK maupun jumlah calon penerima gelar Pahlawan Nasional.
Pemerintah menempatkan proses pemberian gelar Pahlawan Nasional bukan semata sebagai bentuk penghargaan terhadap perjuangan tokoh bangsa, tetapi juga sebagai upaya menjaga ingatan kolektif masyarakat terhadap jasa para pendahulu.
Momentum Hari Pahlawan diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan, patriotisme, persatuan, dan pengabdian kepada bangsa perlu terus diwariskan kepada generasi penerus.
Dengan demikian, penghormatan kepada para pahlawan tidak berhenti pada pemberian gelar, tetapi juga tercermin dalam semangat masyarakat untuk melanjutkan perjuangan membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaulat.
12 kunjungan