Bekasi | Partai final MilkLife Soccer Challenge Seri 1 musim 2026/2027 digelar serentak pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dari rangkaian pertandingan penentuan tersebut, empat sekolah berhasil meraih gelar juara. Dua sekolah berasal dari Bekasi, yaitu SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02. Dua gelar lainnya diraih sekolah dari Kudus, yakni SDN Jambean 02 dan SD Unggulan Muslimat NU. Hasil ini menandai para juara pada kompetisi sepak bola putri usia dini tersebut.
Di Bekasi, SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 menjadi dua sekolah yang mengakhiri kompetisi dengan gelar juara. Keduanya termasuk dalam daftar pemenang MilkLife Soccer Challenge Seri 1 musim 2026/2027 setelah partai final berlangsung pada hari yang sama. Nama kedua sekolah tersebut mewakili hasil dari wilayah Bekasi dalam kompetisi ini. Dengan demikian, catatan gelar dari Bekasi mencakup dua sekolah, sebagaimana hasil final yang digelar serentak pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Dari Kudus, gelar juara diraih SDN Jambean 02 dan SD Unggulan Muslimat NU. Kedua sekolah tersebut melengkapi daftar empat juara pada Seri 1 musim 2026/2027. Seperti para pemenang dari Bekasi, mereka meraih gelar dalam kompetisi sepak bola putri usia dini. Nama-nama sekolah dari Kudus ini tercatat sebagai bagian dari hasil partai final yang berlangsung pada Minggu, 18 Oktober 2026. Dengan hasil tersebut, Kudus menyumbangkan dua sekolah juara.
Secara keseluruhan, empat sekolah meraih gelar pada partai final MilkLife Soccer Challenge Seri 1 musim 2026/2027: SDN Pulogebang 07 dan SDN Cipayung 02 dari Bekasi, serta SDN Jambean 02 dan SD Unggulan Muslimat NU dari Kudus. Seluruh gelar tersebut berasal dari kompetisi sepak bola putri usia dini. Final digelar serentak pada Minggu, 18 Oktober 2026, dan hasilnya menetapkan dua sekolah juara dari masing-masing wilayah yang disebutkan. Keempatnya menjadi sekolah peraih gelar pada seri tersebut.
Final kategori KU 10 MilkLife Soccer Challenge di Bekasi mempertemukan SDN Pulogebang 07 dan SDN Cilangkap 01 Pagi. SDN Pulogebang 07 tampil sebagai pemenang setelah menutup pertandingan dengan keunggulan 3-0. Hasil tersebut ditentukan oleh tiga gol yang tercipta pada waktu berbeda, dimulai sejak menit-menit awal laga. Keunggulan cepat memberi tim pemenang modal penting untuk mengelola jalannya pertandingan, sementara SDN Cilangkap 01 Pagi harus berupaya mengejar ketertinggalan.
Gol pertama terjadi pada menit kedua melalui gol bunuh diri Arrafah Nida’ul Karimah. Peristiwa itu membuat SDN Pulogebang 07 unggul lebih dahulu, ketika pertandingan baru berjalan singkat. Lima menit kemudian, tepatnya pada menit ketujuh, Alifah Nurhafiah menambah keunggulan bagi timnya. Dua gol awal tersebut mengubah skor menjadi 2-0 dan memberi SDN Pulogebang 07 ruang untuk menjaga kendali permainan. Meski demikian, laga masih menyisakan waktu panjang dan hasil belum ditentukan.
Gol ketiga datang pada menit ke-23. Alifah Nurfarhiyah mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 3-0. Skor itu bertahan hingga pertandingan selesai, memastikan SDN Pulogebang 07 meraih kemenangan meyakinkan di final KU 10. Catatan pencetak gol menunjukkan dua nama pemain berbeda, yakni Alifah Nurhafiah pada gol kedua dan Alifah Nurfarhiyah pada gol ketiga. Keduanya berkontribusi dalam kemenangan tim, setelah gol pembuka tercipta melalui gol bunuh diri.
Pelatih Rizky Permadi menilai suasana hati pemain turut memengaruhi penampilan di lapangan. Faktor tersebut, menurut penilaiannya, menjadi bagian dari dinamika tim saat menjalani pertandingan. Ia juga menyebut timnya mampu menjaga permainan hingga laga berakhir. Kemampuan mempertahankan permainan sepanjang pertandingan menjadi salah satu hal yang tercermin dari hasil akhir, ketika SDN Pulogebang 07 tidak kebobolan setelah mencetak tiga gol. Final di Bekasi pun berakhir dengan kemenangan 3-0, berdasarkan urutan gol pada menit kedua, ketujuh, dan ke-23. Hasil ini menegaskan keberhasilan SDN Pulogebang 07 menuntaskan laga dengan keunggulan yang telah dibangun sejak awal.Final kategori KU 12 Bekasi di MilkLife Soccer Challenge musim 2026/2027 berlangsung ketat hingga satu gol menjadi pembeda. SDN Cipayung 02 berhasil menundukkan SDN Cilangkap 01 dengan skor tipis 1-0. Hasil tersebut memastikan SDN Cipayung 02 keluar sebagai juara setelah melewati pertandingan penentuan yang menuntut fokus dan ketahanan para pemain. Kedua sekolah sama-sama berupaya mencari peluang, tetapi penyelesaian dari luar kotak penalti akhirnya menentukan hasil laga.
Gol kemenangan dicetak Gildas Syauqillah melalui tendangan jarak jauh. Sepakan tersebut menjadi momen penting dalam final sekaligus memastikan keunggulan SDN Cipayung 02 bertahan sampai pertandingan berakhir. Gol itu bukan hanya membawa timnya melewati tantangan dari SDN Cilangkap 01, tetapi juga menambah catatan impresif Gildas sepanjang kompetisi. Ia kemudian menutup turnamen sebagai pencetak gol terbanyak KU 12, dengan koleksi 21 gol.
Gelar di Bekasi terasa istimewa karena menjadi gelar beruntun bagi SDN Cipayung 02. Sebelumnya, tim tersebut telah menjadi juara di Jakarta Raya. Keberhasilan meraih dua gelar secara berurutan menunjukkan konsistensi tim dalam menghadapi rangkaian pertandingan dan menjaga performa hingga babak final. Para pemain mampu mempertahankan upaya kolektif mereka di tengah tekanan laga penentu, lalu menuntaskan kompetisi dengan kemenangan.
Kurniawan Heryanto menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pemain yang mampu mempertahankan performa sampai final. Apresiasi itu mencerminkan kerja keras tim selama kompetisi, bukan hanya hasil akhir di lapangan. Bagi Gildas, gelar pencetak gol terbanyak dengan 21 gol menjadi pencapaian tersendiri, sekaligus dorongan untuk terus berkembang. Ia berharap suatu saat dapat memperkuat tim nasional Indonesia. Perjalanan di MilkLife Soccer Challenge menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda tersebut, sementara kemenangan SDN Cipayung 02 menegaskan bahwa konsistensi dan kerja sama dapat membawa tim meraih prestasi di lebih dari satu wilayah.SDN Jambean 02 Pati menjadi juara kategori usia 10 tahun (KU 10) dalam MilkLife Soccer Challenge seri Kudus. Pada kategori usia 12 tahun (KU 12), gelar juara diraih SD Unggulan Muslimat NU. Hasil tersebut melengkapi daftar kampiun pada seri pertama musim 2026/2027, setelah pemenang dari penyelenggaraan di Bekasi turut mengisi daftar empat sekolah peraih gelar.
Kejuaraan di Kudus menghadirkan dua pemenang dari kategori usia yang berbeda. SDN Jambean 02 Pati mengamankan gelar KU 10, sedangkan SD Unggulan Muslimat NU menjadi juara KU 12. Kedua nama itu melengkapi rangkaian hasil seri pertama musim ini dan mencatatkan sekolah yang membawa pulang gelar dari Kudus.
Data partisipasi yang tersedia menunjukkan bahwa pelaksanaan di Bekasi diikuti 1.261 atlet yang berasal dari 80 sekolah. Dalam kompetisi tersebut, terdapat 30 tim KU 10 dan 86 tim KU 12. Angka-angka ini menggambarkan jumlah atlet, sekolah, serta tim yang tercatat pada dua kategori usia di lokasi itu.
Sementara itu, di Kudus tercatat 1.672 atlet dari 100 sekolah. Masing-masing kategori usia, yakni KU 10 dan KU 12, diikuti 80 tim. Dengan demikian, data partisipasi Kudus mencakup jumlah atlet dan sekolah peserta, serta jumlah tim pada setiap kelompok usia. Rincian tersebut melengkapi informasi mengenai penyelenggaraan seri pertama MilkLife Soccer Challenge musim 2026/2027, bersama hasil pertandingan yang menetapkan SDN Jambean 02 Pati sebagai juara KU 10 dan SD Unggulan Muslimat NU sebagai kampiun KU 12 di Kudus.
Baca juga: Kasus Dugaan Keracunan di Sekolah: Menu Bergizi dan Tindakan Penanggulangan | Pekan Ketiga BRI Super League 2026/2027: Siapa yang Bertanding dan Kapan? | Taruna Akmil Raih Medali Perak dan Emas pada Akmil Open Tournament Pencak Silat Piala Panglima TNI 2026





