
Kota Kediri — Di saat berbagai persoalan pendidikan kerap menjadi sorotan publik, momentum Idul Fitri 1447 H justru menghadirkan potret berbeda dari SDN Ngronggo 3 Kota Kediri.
Sejumlah wali murid Kelas 2 secara kolektif melakukan silaturahmi ke kediaman wali kelas mereka, Ibu Ninik Setyoningsih, S.Pd, Jumat (27/03/2026).
Langkah ini bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan menjadi simbol kuat penghargaan terhadap peran guru di tengah dinamika dan tantangan dunia pendidikan yang kian kompleks.
Kunjungan yang berlangsung dalam suasana hangat tersebut memperlihatkan hubungan yang tidak berjarak antara guru, siswa, dan orang tua. Dialog terbuka pun terjadi, membahas proses pembelajaran hingga harapan ke depan terhadap kualitas pendidikan anak.
Perwakilan wali murid menegaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kesadaran kolektif akan pentingnya menghargai profesi guru.
“Kami ingin menunjukkan bahwa guru tidak boleh hanya dilihat dari sisi formalitas. Apa yang dilakukan Bu Ninik adalah bentuk pengabdian. Beliau bukan hanya mengajar, tetapi membangun karakter anak-anak kami secara nyata,” ujarnya.
Ia juga menyinggung bahwa di tengah maraknya kritik terhadap sistem pendidikan, masih terdapat figur guru yang bekerja dengan dedikasi tinggi.
“Di luar sana mungkin banyak kritik, tetapi kami merasakan langsung bagaimana kualitas dan ketulusan seorang guru. Ini yang perlu diketahui publik,” tambahnya.
Sementara itu, Ibu Ninik Setyoningsih mengaku terharu atas kunjungan tersebut dan menilai hal ini sebagai bentuk kepercayaan yang harus dijaga.
“Kehadiran wali murid dan siswa menjadi energi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran. Ini adalah amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pendidikan tidak dapat dipisahkan dari keterlibatan aktif orang tua.
“Sinergi antara guru dan orang tua adalah kunci. Ketika komunikasi berjalan baik, maka perkembangan anak akan lebih optimal, baik secara akademik maupun karakter,” jelasnya.
Fenomena ini menjadi catatan penting bahwa di tengah berbagai tantangan pendidikan nasional, praktik kolaborasi yang kuat antara guru dan wali murid masih dapat ditemukan dan layak menjadi contoh.
Lebih dari sekadar silaturahmi, kegiatan ini mengirimkan pesan tegas: penguatan pendidikan tidak hanya bergantung pada sistem, tetapi juga pada hubungan yang saling menghargai antara guru dan masyarakat.(*)
