Sibernkri.Com //SURABAYA-Menjelang arus mudik dan balik Idul Fitri 2026, Senkom Mitra Polri Kota Surabaya menggelar konsolidasi organisasi sekaligus pelatihan Penanganan Pertama Gawat Darurat (PPGD) bagi anggotanya, Sabtu (7/3/2026). Kegiatan yang berlangsung di Kantor Senkom Mitra Polri Surabaya itu melibatkan Polrestabes Surabaya dan Jasa Raharja Cabang Surabaya sebagai bagian dari persiapan pengamanan Pos Pengamanan (Pos PAM) Lebaran.
Pelatihan tersebut difokuskan untuk meningkatkan kesiapan personel relawan yang akan ditempatkan di sejumlah titik pengamanan selama periode mudik. Para peserta mendapat materi penanganan darurat yang berkaitan langsung dengan potensi kecelakaan lalu lintas dan situasi kegawatdaruratan di lapangan.
Kegiatan ini dihadiri Wakapolrestabes Surabaya Rosyid Hartanto, Ketua Senkom Mitra Polri Jawa Timur Ma’un, serta perwakilan Jasa Raharja Cabang Surabaya. Pelatihan teknis juga didukung tenaga medis dari Rumah Sakit Bhakti Rahayu Surabaya yang memberikan materi sekaligus simulasi penanganan korban kecelakaan.
Dalam arahannya, Wakapolrestabes Surabaya menegaskan peran Senkom Mitra Polri sebagai unsur pendukung pengamanan kepolisian, terutama saat momentum arus mudik yang identik dengan lonjakan mobilitas masyarakat dan potensi kecelakaan lalu lintas. Ia menekankan pentingnya kemampuan pertolongan pertama bagi personel yang bertugas di Pos PAM.
Materi PPGD yang diberikan mencakup teknik dasar penanganan korban kecelakaan, prosedur pertolongan pertama, teknik evakuasi korban, hingga mekanisme koordinasi cepat dengan tenaga medis dan aparat terkait. Peserta juga menjalani simulasi langsung untuk memastikan kemampuan respons darurat dapat diterapkan di lapangan.
Ketua Senkom Mitra Polri Jawa Timur Ma’un menyatakan konsolidasi tersebut sekaligus memperkuat koordinasi lintas lembaga yang terlibat dalam pengamanan Lebaran. Menurutnya, kesiapan personel relawan menjadi faktor penting dalam membantu tugas kepolisian menjaga keselamatan masyarakat selama periode mudik.
Melalui konsolidasi dan pelatihan ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan dalam mendukung pengamanan Idul Fitri 2026, sekaligus memperkuat sinergi antara kepolisian, Senkom, Jasa Raharja, dan tenaga medis dalam menjaga keamanan serta kelancaran arus lalu lintas di Kota Surabaya.

