Jakarta | PT PLN Indonesia Power (PLN IP) menegaskan bahwa budaya keselamatan ketenagalistrikan merupakan bagian integral dari pengelolaan risiko dan upaya menjaga keandalan aset pembangkitan. Keselamatan, dalam pandangan perusahaan, tidak berdiri terpisah dari kegiatan operasional pembangkit, tetapi perlu menjadi pertimbangan dalam setiap proses kerja. Pendekatan ini menghubungkan perlindungan personel dan aset dengan kemampuan unit pembangkit untuk beroperasi secara andal. Dengan menempatkan keselamatan sebagai unsur pengelolaan, perusahaan berupaya memastikan bahwa risiko dapat dikenali dan ditangani sebagai bagian dari tanggung jawab operasional. Keterangan tersebut disampaikan Direktur Utama PLN IP, Bernadus Sudarmanta, di Jakarta pada Rabu.
Untuk mendukung pendekatan tersebut, PLN IP menyebut tiga langkah utama: memperkuat budaya keselamatan, menerapkan prosedur kerja, serta mengevaluasi kinerja secara berkelanjutan. Penguatan budaya keselamatan dimaksudkan agar perhatian terhadap praktik kerja yang aman menjadi bagian dari kebiasaan dalam lingkungan pembangkit. Penerapan prosedur kerja memberi acuan bagi personel saat menjalankan tugas, sehingga pekerjaan dilakukan dengan tata cara yang telah ditetapkan. Sementara itu, evaluasi berkala membantu perusahaan meninjau pelaksanaan keselamatan dan kinerja operasional, serta melihat bagian yang perlu diperbaiki. Ketiga langkah ini saling mendukung dalam pengelolaan risiko, bukan sekadar menjadi kegiatan administratif yang terpisah dari operasi sehari-hari.
Tujuan dari langkah-langkah tersebut, sebagaimana dinyatakan perusahaan, adalah meminimalkan potensi risiko operasional, melindungi personel dan aset, serta menjaga keberlangsungan produksi listrik. Pengurangan risiko dapat membantu mencegah gangguan terhadap kegiatan pembangkitan, sedangkan perlindungan personel dan aset menjadi aspek penting dalam menjalankan operasi secara bertanggung jawab. Pada saat yang sama, keberlangsungan produksi listrik bergantung pada pengelolaan pembangkit yang memperhatikan keselamatan dan keandalan. Karena itu, budaya keselamatan dan disiplin terhadap prosedur dipandang berkaitan langsung dengan kesiapan aset dalam mendukung pasokan listrik. Evaluasi yang dilakukan secara terus-menerus juga memberi ruang bagi perbaikan, agar upaya keselamatan tetap relevan dengan kebutuhan operasional.
PLN Indonesia Power (PLN IP) meraih Penghargaan Energi Subroto 2026 melalui Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang, khususnya PLTP Kamojang-Darajat. Penghargaan tersebut diberikan dalam kategori Kinerja Keselamatan Ketenagalistrikan Terbaik (Best Electricity Safety Performance). Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya perusahaan dalam menjaga keselamatan sebagai bagian penting dari pengelolaan pembangkit. Bagi UBP Kamojang, pencapaian tersebut juga menegaskan bahwa keselamatan operasional dan kinerja pembangkit perlu berjalan beriringan. Dengan menjaga standar keselamatan, perusahaan dapat mendukung kegiatan operasional yang tertib sekaligus memelihara keandalan fasilitas pembangkitan. Penghargaan ini menempatkan perhatian pada praktik keselamatan yang diterapkan dalam operasional PLTP Kamojang-Darajat, tanpa mengesampingkan tanggung jawab perusahaan terhadap keberlanjutan usaha.
Seperti dijelaskan Bernadus, penghargaan ini mencerminkan komitmen PLN IP untuk terus menjaga standar keselamatan ketenagalistrikan. Keselamatan bukan hanya unsur pendukung dalam kegiatan pembangkitan, tetapi juga bagian dari tata kelola operasional yang perlu diperhatikan secara konsisten. Pengakuan tersebut memperlihatkan pentingnya penerapan standar yang mendukung operasional secara aman dan terkelola. Bagi perusahaan pembangkitan, perhatian terhadap keselamatan berhubungan erat dengan upaya memastikan fasilitas dapat beroperasi dengan andal. Oleh karena itu, capaian UBP Kamojang dapat dipandang sebagai pengingat bahwa disiplin terhadap keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan kegiatan ketenagalistrikan. Komitmen tersebut juga membantu memperkuat cara kerja yang mengutamakan pengelolaan risiko dan keberlangsungan operasional.
Penghargaan Energi Subroto 2026 juga menegaskan kaitan keselamatan, keandalan pembangkit, dan tata kelola yang berorientasi pada keberlanjutan. Ketika standar keselamatan dijaga, operasional dapat dikelola dengan lebih tertib dan keandalan pembangkit mendapat dukungan dari praktik kerja yang bertanggung jawab. Bagi PLN IP, pengakuan atas kinerja PLTP Kamojang-Darajat menjadi dorongan untuk mempertahankan komitmen tersebut dalam kegiatan operasional. Capaian ini sekaligus menggambarkan bahwa keandalan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan pembangkit menghasilkan listrik, tetapi juga dengan pengelolaan yang memperhatikan keselamatan. Dengan demikian, keberhasilan UBP Kamojang menerima penghargaan dalam kategori keselamatan terbaik memperkuat fokus perusahaan pada operasional yang aman, andal, dan berkelanjutan.
Acara penghargaan keselamatan yang berlangsung di Jakarta pada Jumat, 23 Oktober 2026, dihadiri Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot Tanjung. Kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa keselamatan dan keandalan merupakan bagian penting dari agenda pembangunan energi nasional. Penghargaan ini memberi ruang untuk mengakui kontribusi para pelaku sektor energi, sekaligus mengingatkan bahwa pengelolaan energi membutuhkan komitmen jangka panjang dari berbagai pihak.
Dalam pandangannya, pembangunan sektor energi tidak cukup dinilai dari pertumbuhan ekonomi atau peningkatan kapasitas semata. Kebijakan dan pelaksanaannya juga perlu memperhatikan ketahanan, keberlanjutan, serta keadilan sosial. Ketahanan dibutuhkan agar pasokan energi dapat diandalkan ketika menghadapi perubahan kondisi maupun gangguan. Keberlanjutan menuntut pengelolaan sumber daya secara bertanggung jawab, dengan mempertimbangkan dampak lingkungan dan kebutuhan generasi mendatang. Sementara itu, keadilan sosial berarti manfaat pembangunan dan akses terhadap energi perlu dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat.
Ketiga aspek tersebut saling berkaitan dalam membentuk sistem energi yang mampu mendukung kegiatan ekonomi tanpa mengabaikan kepentingan publik. Karena itu, peningkatan kinerja pembangkit dan fasilitas energi perlu berjalan seiring dengan penerapan keselamatan kerja, pengelolaan risiko, dan perhatian terhadap dampak sosial. Bagi perusahaan seperti PLN Indonesia Power, upaya menjaga operasi tetap aman dan andal turut mendukung ketersediaan listrik serta kepercayaan masyarakat terhadap layanan energi.
Yuliot memandang penghargaan bukan hanya sebagai bentuk apresiasi bagi para penerima. Penghargaan juga menjadi penghormatan atas pengabdian insan energi dan sumber daya mineral yang menjalankan tanggung jawabnya di berbagai bidang. Dedikasi tersebut mencakup pekerjaan sehari-hari yang menjaga kegiatan sektor energi tetap berlangsung, sekaligus kontribusi yang lebih luas dalam memperkuat ketahanan dan kemandirian energi. Makna ini menempatkan capaian individu dan organisasi dalam konteks pelayanan serta kepentingan nasional.
Dengan demikian, acara tersebut membawa pesan bahwa keberhasilan sektor energi perlu diukur melalui manfaat yang berkelanjutan, bukan hanya hasil jangka pendek. Pengakuan atas kerja para insan energi dapat mendorong budaya kerja yang bertanggung jawab dan konsisten. Pada saat yang sama, arah pembangunan yang mempertimbangkan ketahanan, keberlanjutan, dan keadilan sosial menjadi landasan untuk menjaga agar pertumbuhan sektor energi memberi manfaat luas bagi Indonesia.
PLN Indonesia Power (PLN IP) berkomitmen menghadirkan pasokan listrik yang andal dengan menempatkan keselamatan dan keberlanjutan sebagai bagian penting dari penyelenggaraan pembangkitan. Komitmen tersebut tercermin dalam upaya menjaga proses kerja agar berjalan aman, sekaligus mendukung kesiapan pembangkit dalam memenuhi kebutuhan energi. Keandalan pasokan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan unit pembangkit beroperasi, tetapi juga dengan cara perusahaan mengelola risiko dan memastikan setiap pekerjaan dilakukan secara bertanggung jawab.
Bernadus berpandangan bahwa keandalan pembangkit tidak semata-mata bergantung pada kinerja operasional. Budaya keselamatan, kedisiplinan dalam menjalankan prosedur, serta komitmen seluruh pekerja turut menentukan apakah proses pembangkitan dapat berlangsung dengan aman. Karena itu, keselamatan perlu hadir dalam setiap tahapan kerja, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan kegiatan di lingkungan pembangkit. Kepatuhan terhadap prosedur menjadi landasan untuk mencegah risiko, sementara keterlibatan pekerja membantu membangun kebiasaan kerja yang lebih konsisten.
Pendekatan tersebut juga menegaskan bahwa keselamatan bukan tanggung jawab satu pihak saja. Setiap pekerja memiliki peran dalam menjaga diri, rekan kerja, dan lingkungan kerja, serta memastikan kegiatan operasional dilakukan sesuai ketentuan. Dengan menumbuhkan kesadaran bersama, perusahaan dapat memperkuat fondasi keandalan sekaligus menjaga keberlangsungan proses pembangkitan.
Baca juga: Polres Probolinggo Kota Beri Penghargaan ke 10 Personel Berprestasi | Anggaran Rp. 653 juta Dan Abaikan Keselamatan Pekerja Rumah Sakit Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo






