Kabupaten Lombok Timur. Dibentuk | Penyelenggaraan MotoGP di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok, Nusa Tenggara Barat, dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Melalui PT Pertamina Patra Niaga, PT Pertamina (Persero) menghadirkan produk kerajinan unggulan Lombok kepada audiens yang lebih luas, termasuk penonton dari berbagai daerah dan wisatawan mancanegara. Langkah ini mempertemukan potensi ekonomi kreatif daerah dengan ajang olahraga internasional yang memiliki daya tarik serta jangkauan promosi besar.
Produk kerajinan tersebut dihadirkan melalui booth MyPertamina selama Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026. Pengunjung tidak hanya dapat menyaksikan rangkaian balapan, tetapi juga mengenal dan membeli karya lokal yang dipasarkan sebagai merchandise resmi. Pilihan produk dapat mencakup kerajinan khas Lombok yang mencerminkan identitas budaya, keterampilan, serta kreativitas masyarakat setempat. Penempatan produk di area acara membuat pengalaman berbelanja menjadi bagian dari kunjungan, sekaligus memberi ruang bagi UMKM untuk berinteraksi langsung dengan konsumen.
Skema ini memberikan manfaat lebih dari sekadar penjualan selama acara berlangsung. Kehadiran produk di lingkungan sirkuit internasional dapat meningkatkan pengenalan merek, memperluas jaringan pelanggan, dan membuka peluang permintaan setelah ajang MotoGP berakhir. Bagi pelaku usaha, paparan terhadap pasar baru juga dapat menjadi masukan untuk memperbaiki kemasan, kualitas, variasi produk, serta strategi pemasaran agar lebih kompetitif.
Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 dengan demikian berfungsi sebagai panggung promosi bagi potensi lokal. Dukungan PT Pertamina Patra Niaga melalui booth MyPertamina menunjukkan bahwa penyelenggaraan event berskala global dapat diarahkan untuk menciptakan manfaat ekonomi yang lebih luas. Dengan mengangkat kerajinan Lombok sebagai merchandise resmi, inisiatif tersebut membantu menghubungkan UMKM dengan konsumen nasional dan internasional, sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai daerah yang kaya akan budaya, produk kreatif, dan peluang usaha.
Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kehadiran produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Lombok di tengah ajang MotoGP Mandalika 2026 memiliki tujuan yang lebih luas daripada sekadar menyediakan ruang berjualan. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui promosi produk, perluasan akses pemasaran, serta pengenalan karya perajin daerah kepada khalayak yang lebih beragam.
Menurut Kitty, penyelenggaraan ajang olahraga internasional menghadirkan peluang strategis bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka secara langsung kepada pengunjung. Konsumen yang datang tidak hanya berasal dari berbagai wilayah Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara. Situasi ini membuka kesempatan bagi produk lokal untuk memperoleh perhatian baru, membangun jejaring pasar, dan meningkatkan potensi transaksi, termasuk setelah rangkaian balapan berakhir.
Produk yang ditampilkan dapat merepresentasikan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat Lombok. Kerajinan, makanan olahan, fesyen, serta berbagai produk berbasis potensi daerah memiliki nilai ekonomi sekaligus cerita yang memperkuat identitas lokal. Dengan ditempatkan dalam lingkungan yang dikunjungi wisatawan dan penggemar olahraga dari mancanegara, karya para perajin memperoleh panggung untuk dikenal sebagai bagian dari keunggulan daerah.
Upaya tersebut juga mendukung perluasan akses pemasaran bagi UMKM yang selama ini mungkin masih mengandalkan pasar di sekitar tempat usaha. Pertamina tidak hanya mendorong peningkatan visibilitas produk, tetapi juga membantu menciptakan titik temu pelaku usaha dan konsumen dengan latar belakang yang lebih luas. Interaksi langsung dapat menjadi dasar untuk menerima masukan, memahami selera pasar, dan mengembangkan kualitas maupun kemasan produk agar semakin kompetitif.
Dengan demikian, MotoGP Mandalika tidak berhenti sebagai agenda olahraga berkelas dunia. Kehadirannya menjadi ruang promosi yang mempertemukan prestasi olahraga, pariwisata, dan potensi ekonomi kreatif daerah. Melalui partisipasi UMKM, Lombok memiliki kesempatan untuk memperkenalkan karya masyarakatnya kepada dunia, sementara masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi dari meningkatnya perhatian terhadap kawasan Mandalika. Kolaborasi semacam ini menunjukkan bahwa kegiatan internasional dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi pertumbuhan usaha dan penguatan citra produk daerah.
Kitty Andhora menyampaikan bahwa Pertamina ingin menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2026. Manfaat tersebut tidak hanya dirasakan dari sisi penyelenggaraan ajang olahraga, tetapi juga mencakup keterlibatan masyarakat dan pelaku usaha di daerah. Salah satu perhatian yang disampaikan adalah dukungan terhadap UMKM lokal, termasuk para perajin yang menghasilkan produk khas Lombok.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kehadiran merchandise resmi di booth MyPertamina. Merchandise itu menjadi sarana untuk mempertemukan karya perajin Lombok dengan para pengunjung yang datang ke lokasi acara. Dengan demikian, pengunjung dapat melihat dan mengenal produk yang dibuat oleh pelaku UMKM setempat dalam suasana ajang internasional. Booth MyPertamina berfungsi sebagai ruang pertemuan karya lokal dan masyarakat dari berbagai daerah maupun negara.
Menurut pernyataan tersebut, pengenalan melalui merchandise resmi diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap produk UMKM Lombok. Ketika produk diperkenalkan kepada pengunjung internasional, karya para perajin memiliki kesempatan untuk lebih dikenal secara luas. Pengenalan itu juga diharapkan membuka peluang pasar baru bagi produk lokal, sehingga pelaku usaha memperoleh kesempatan untuk memperluas jangkauan dan mempertemukan produknya dengan calon konsumen yang lebih beragam.
Harapan berikutnya adalah terbentuknya dorongan bagi pertumbuhan UMKM di Lombok. Kehadiran produk perajin dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026 menunjukkan upaya untuk menghubungkan kegiatan berskala internasional dengan manfaat bagi masyarakat setempat. Hubungan tersebut semakin penting karena jumlah penonton MotoGP Mandalika 2026 mencapai 157 ribu orang. Besarnya jumlah pengunjung memberikan ruang bagi produk UMKM untuk diperkenalkan, dikenal, dan berpeluang menjangkau pasar yang lebih luas melalui booth MyPertamina.
Salah satu UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan MotoGP Mandalika 2026 adalah Loyok Kreatif. Usaha ini merupakan kelompok kerajinan anyaman bambu yang diprakarsai oleh Agus Hartadi di Desa Loyok, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Loyok Kreatif dibentuk pada 2017 dengan tujuan mengembangkan potensi kerajinan lokal sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya dan keterampilan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Kegiatan Loyok Kreatif berangkat dari keterampilan menganyam yang diwariskan secara turun-temurun. Pengetahuan tersebut kemudian dikembangkan melalui proses pembelajaran, latihan, dan inovasi agar tidak hanya bertahan sebagai tradisi keluarga, tetapi juga menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi. Para perajin mengolah bambu, rotan, serta berbagai material lainnya menjadi beragam barang fungsional dan dekoratif. Produk yang dihasilkan lain tas, wadah, aksesori, perlengkapan rumah tangga, dan kerajinan dengan karakter alami yang mencerminkan identitas budaya Lombok.
Dalam pengembangannya, Loyok Kreatif tidak berhenti pada pelestarian teknik tradisional. Kelompok ini memadukan keterampilan menganyam yang telah lama dikuasai dengan pengembangan desain yang menyesuaikan kebutuhan pasar. Penyesuaian tersebut mencakup bentuk, ukuran, warna, pola, fungsi, serta pemilihan material, sehingga produk dapat diterima oleh konsumen dengan preferensi yang beragam. Pendekatan ini juga memungkinkan kerajinan lokal tampil lebih relevan untuk penggunaan sehari-hari, cendera mata, maupun kebutuhan fesyen.
Keikutsertaan Loyok Kreatif dalam rangkaian MotoGP Mandalika 2026 menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk anyaman kepada pengunjung dari berbagai daerah dan mancanegara. Ajang tersebut dapat memperluas jejaring pemasaran, meningkatkan pengenalan terhadap merek, serta mendorong perajin untuk menjaga kualitas dan konsistensi produksi. Dengan menggabungkan warisan budaya, kreativitas desain, dan orientasi terhadap kebutuhan konsumen, Loyok Kreatif menunjukkan bahwa kerajinan bambu Lombok memiliki peluang untuk berkembang sebagai produk bernilai ekonomi dan berdaya saing.

