Jakarta | PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI membukukan laba bersih sebesar Rp16,1 triliun hingga kuartal III 2026. Nilai tersebut meningkat 6,6 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Capaian ini menjadi salah satu angka utama dalam kinerja perseroan selama periode pelaporan tersebut. Selain laba bersih, BNI mencatatkan pendapatan operasional sebelum pencadangan atau pre-provision operating profit (PPOP) sebesar Rp27,5 triliun. PPOP itu tumbuh 11,6 persen yoy dan menjadi capaian tertinggi perseroan untuk periode kuartal III. Dengan demikian, laporan hingga September 2026 menunjukkan pertumbuhan pada laba bersih serta PPOP BNI.
Angka laba bersih Rp16,1 triliun mencerminkan hasil yang dicapai BNI sampai dengan akhir kuartal ketiga 2026, sementara kenaikan 6,6 persen membandingkan capaian tersebut dengan periode yang sama secara tahunan. Pada indikator PPOP, jumlah Rp27,5 triliun mencatat pertumbuhan tahunan sebesar 11,6 persen. Perseroan menyebut nilai PPOP itu sebagai capaian tertinggi untuk periode kuartal III. Kedua indikator tersebut menjadi bagian dari catatan kinerja BNI hingga September 2026. Penyebutan periode penting untuk membaca angka secara tepat: informasi yang dilaporkan mencakup hingga kuartal III, bukan keseluruhan tahun 2026. Laporan ini memuat capaian laba dan PPOP beserta perbandingan pertumbuhan tahunannya.
Dalam pemberitaan kinerja BNI, pertumbuhan laba bersih dan PPOP dapat disampaikan berdampingan dengan angka serta periode pembandingnya. Laba bersih perseroan tercatat Rp16,1 triliun, naik 6,6 persen yoy. Sementara itu, PPOP mencapai Rp27,5 triliun, bertambah 11,6 persen yoy dan menjadi rekor tertinggi BNI untuk periode kuartal III. Data tersebut merangkum capaian yang dilaporkan hingga September 2026, atau sampai kuartal III tahun berjalan. Karena masing-masing angka merujuk pada indikator berbeda, pertumbuhan 6,6 persen berlaku bagi laba bersih, sedangkan pertumbuhan 11,6 persen berlaku bagi PPOP. Angka-angka ini menjadi inti laporan kinerja BNI pada periode tersebut.
Hingga kuartal III 2026, BNI mencatat pertumbuhan pada dua komponen pendapatan utama, yakni pendapatan bunga bersih dan pendapatan berbasis komisi. Pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) mencapai Rp33,2 triliun, meningkat 13,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, fee-based income atau pendapatan berbasis komisi tercatat Rp13,9 triliun, naik 8,3 persen yoy. Kedua angka tersebut menggambarkan perkembangan pendapatan bank sampai dengan September 2026, dengan masing-masing mencerminkan sumber penghasilan yang berbeda dalam kegiatan usaha BNI.
NII merupakan selisih pendapatan bunga yang diperoleh bank dari penyaluran dana dan beban bunga yang dibayarkan atas sumber pendanaannya. Perubahan pada pos ini memberikan gambaran mengenai perkembangan penghasilan bunga bersih dalam periode pelaporan. Adapun fee-based income berasal dari layanan dan transaksi yang menghasilkan komisi atau biaya, di luar pendapatan bunga. Kenaikan pada kedua pos tersebut menunjukkan bahwa hingga kuartal III, BNI membukukan pertumbuhan baik pada pendapatan bunga bersih maupun penerimaan berbasis layanan. Nilai NII yang lebih besar dibandingkan fee-based income juga memperlihatkan perbedaan skala nominal kedua komponen, bukan ukuran tunggal atas kontribusinya terhadap keseluruhan kinerja bank.
Secara tahunan, pertumbuhan NII sebesar 13,6 persen lebih tinggi daripada kenaikan fee-based income sebesar 8,3 persen. Namun, angka pertumbuhan dan nilai masing-masing pendapatan perlu dibaca sesuai karakter posnya serta rentang waktu yang sama, yaitu sampai September 2026. Data tersebut menyajikan perkembangan pendapatan BNI secara terpisah; dengan demikian, kenaikan pada satu atau kedua komponen tidak dengan sendirinya menjelaskan perubahan laba bersih. Untuk memahami kinerja secara lebih menyeluruh, pembaca dapat melihatnya bersama indikator lain yang disampaikan dalam laporan, termasuk biaya operasional, kualitas aset, dan pencadangan. Dalam konteks laporan hingga kuartal III 2026, NII sebesar Rp33,2 triliun dan fee-based income Rp13,9 triliun menjadi bagian dari gambaran pendapatan BNI pada periode tersebut.
Fungsi intermediasi BNI tercermin dalam penyaluran kredit yang mencapai Rp992,5 triliun hingga September 2026. Berdasarkan keterangan sumber, jumlah tersebut tumbuh 22,2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy). Angka pertumbuhan dan nilai kredit itu menggambarkan perkembangan penyaluran pembiayaan bank kepada nasabah selama periode yang dilaporkan. Dengan demikian, kinerja kredit menjadi salah satu indikator utama dalam membaca aktivitas intermediasi BNI pada periode tersebut. Informasi yang tersedia mencakup nilai penyaluran dan laju pertumbuhannya, sehingga keduanya dapat menjadi acuan untuk memahami besarnya kredit yang disalurkan serta arah perubahannya dibandingkan periode yang sama setahun sebelumnya.
Di samping pertumbuhan penyaluran kredit, sumber juga menyampaikan bahwa kualitas kredit BNI tetap terjaga. Salah satu ukuran yang disebutkan adalah rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross, yang tercatat membaik menjadi 1,9 persen. Rasio ini disajikan sebagai indikator kualitas aset kredit dalam laporan kinerja hingga September 2026. Penyebutan rasio NPL gross melengkapi informasi mengenai pertumbuhan kredit, dengan memberikan gambaran tersendiri tentang kondisi kredit bermasalah. Kedua indikator tersebut—pertumbuhan kredit dan rasio NPL gross—disampaikan bersama untuk menunjukkan perkembangan fungsi intermediasi sekaligus kualitas aset berdasarkan keterangan yang tersedia.
Secara keseluruhan, data yang disampaikan menempatkan penyaluran kredit sebesar Rp992,5 triliun dan pertumbuhan 22,2 persen yoy sebagai gambaran ekspansi kredit BNI hingga September 2026. Sementara itu, rasio NPL gross sebesar 1,9 persen menjadi angka yang digunakan untuk menggambarkan kualitas kredit yang tetap terjaga dan membaik. Penyajian kedua ukuran ini memungkinkan pembaca melihat kinerja dari dua sisi yang berbeda: besaran serta pertumbuhan kredit, dan kondisi kualitas aset kredit. Uraian tersebut mengikuti indikator yang disebutkan sumber, tanpa menambahkan pembanding, tolok ukur, ataupun rincian lain yang tidak tersedia dalam keterangan mengenai kinerja BNI pada periode tersebut.
Penghimpunan dana murah BNI terus menunjukkan penguatan hingga September 2026. Dana giro dan tabungan atau current account saving account (CASA) tumbuh 19,6 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp733,7 triliun. Pertumbuhan tersebut tersebar merata di seluruh segmen, mencerminkan upaya bank memperkuat sumber pendanaan yang lebih efisien sekaligus menjaga basis nasabah. Dengan distribusi yang merata, kinerja CASA tidak hanya ditopang oleh satu kelompok nasabah, tetapi berasal dari berbagai segmen yang berkontribusi terhadap penghimpunan dana.
Secara terperinci, giro BNI tumbuh 25,9 persen yoy hingga September 2026. Angka ini melampaui pertumbuhan giro industri sebesar 9,8 persen berdasarkan data Agustus 2026. Sejalan dengan pertumbuhan tersebut, pangsa pasar giro BNI meningkat 120 basis poin menjadi 13,2 persen. Kenaikan pangsa pasar menandai penguatan posisi BNI dalam penghimpunan giro, di tengah persaingan perbankan untuk memperoleh dana transaksi dari nasabah. Pada sisi tabungan, BNI mencatat pertumbuhan 11,6 persen yoy. Pangsa pasar tabungan juga bertambah 10 basis poin menjadi 9,2 persen. Kedua capaian tersebut melengkapi pertumbuhan CASA secara keseluruhan dan memperlihatkan perkembangan pada komponen giro maupun tabungan. Penguatan dana murah menjadi salah satu bagian dari pengelolaan fundamental bank, terutama untuk mendukung struktur pendanaan yang sehat dan kegiatan intermediasi secara berkelanjutan.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyampaikan bahwa capaian tersebut mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga pertumbuhan berkualitas melalui penguatan fundamental dan pengelolaan risiko.
Baca juga: Turnamen Voli Piala Panglima TNI di Samarinda Resmi Ditutup, PB Tesla Raih Juara Pertama SAMARINDA – Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI dalam rangka memperingati HUT TNI ke-81 Tahun 2026 di wilayah Kodim 0901/Samarinda resmi ditutup, Minggu (27/9/2026) malam. Acara penutupan yang berlangsung di Lapangan Voli RT 17, Jl. Mulawarman Gang Tukang, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, tersebut berlangsung meriah dan dihadiri sekitar 500 orang yang terdiri dari tamu undangan, peserta turnamen, penonton, serta masyarakat sekitar. Hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad, S.I.P., M.M., Kasdim 0901/Samarinda Letkol Inf Y. Menri Sarungallo, S.E., M.Han., para Perwira Staf Kodim 0901/Samarinda, para Danramil jajaran Kodim 0901/Samarinda, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur Hartoyo, perwakilan sponsorship PT BAS H. Padil, para peserta turnamen dan masyarakat. Dalam sambutannya, Tokoh Masyarakat Kampung Bayur, Hartoyo, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan turnamen tersebut. Ia juga mengapresiasi peran TNI yang selama ini turut membantu masyarakat Kampung Bayur, Ia berharap TNI semakin solid dan kuat dalam menjaga keamanan di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Sementara itu, Dandim 0901/Samarinda Kolonel Inf Arif Hermad menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya masyarakat Kampung Bayur Kelurahan Sempaja Utara, yang telah mendukung dan menyukseskan turnamen tersebut. “Turnamen Voli Piala Panglima TNI ini sudah berlangsung selama kurang lebih 10 hari dan malam ini merupakan puncaknya,” kata Dandim. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kerja sama dan silaturahmi antara TNI dengan masyarakat. Dandim berharap turnamen serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun sehingga dapat menjadi wadah untuk mencari dan mengembangkan bibit-bibit atlet bola voli di Kota Samarinda. Rangkaian penutupan dilanjutkan dengan doa, pertandingan perebutan juara ketiga dan harapan satu antara PB Gajah Mungkur melawan PB Predator. Pertandingan tersebut dimenangkan oleh PB Gajah Mungkur. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian doorprize dan lomba busana dalam rangka HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sebelum memasuki pertandingan final perebutan juara pertama dan kedua. Pada pertandingan final, PB Tesla berhadapan dengan PB RR. Pertandingan berlangsung kompetitif hingga akhirnya PB Tesla berhasil meraih kemenangan dan keluar sebagai juara pertama. Adapun hasil akhir Turnamen Bola Voli Putri Piala Panglima TNI di wilayah Kodim 0901/Samarinda yaitu Juara 1 PB Tesla, Juara 2 PB RR, Juara 3 PB Gajah Mungkur, dan Juara Harapan PB Predator. Seluruh rangkaian kegiatan penutupan Turnamen Voli Piala Panglima TNI selesai pada pukul 00.10 WITA. Kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Turnamen tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyemarakkan peringatan HUT TNI ke-81 Tahun 2026, sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI, masyarakat, dan insan olahraga di wilayah Kota Samarinda. | Panduan Penerima Bantuan Sosial KAJ September 2026 | Pencairan Bantuan Sosial KAJ untuk Anak di Jakarta Bulan September 2026






