Sibernkri.com // Probolinggo – Anggota MPR RI dari Fraksi PAN, Syaiful Nuri, menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, Jumat (27/2/2026). Agenda ini menjadi langkah nyata dalam memperkokoh pemahaman masyarakat terhadap ideologi dan dasar negara.
Dalam pemaparannya, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur II (Pasuruan-Probolinggo) ini menegaskan bahwa Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—adalah fondasi mati yang tak boleh tergerus oleh dinamika zaman.
“Empat Pilar ini bukan sekadar materi formalitas, melainkan kompas dan pedoman hidup berbangsa yang harus terus kita aktualisasikan dalam keseharian,” tegas Syaiful Nuri di hadapan para santri dan tokoh masyarakat.
Syaiful Nuri secara khusus menyoroti peran strategis pesantren dalam merawat persatuan. Menurutnya, pesantren bukan hanya pusat pendidikan agama, tetapi juga kawah candradimuka dalam mencetak generasi muda yang berkarakter, moderat, dan memiliki komitmen kebangsaan yang tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa di era keterbukaan informasi yang serba cepat, tantangan terhadap disintegrasi bangsa semakin nyata. Penguatan wawasan kebangsaan dinilai sebagai perisai utama agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah.
“Di tengah gempuran informasi saat ini, tantangan persatuan kita kian kompleks. Itulah mengapa penguatan ideologi menjadi kebutuhan mendesak sebagai benteng kedaulatan NKRI,” imbuhnya.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diwarnai dengan sesi dialog dan tanya jawab yang dinamis. Para peserta tampak antusias mendiskusikan implementasi nilai-nilai kebangsaan dalam menjawab tantangan sosial di lingkungan mereka.
Melalui sosialisasi ini, diharapkan nilai-nilai luhur bangsa semakin mengakar kuat di kalangan generasi muda, sekaligus memastikan bahwa persatuan tetap menjadi nafas utama dalam kehidupan bermasyarakat di Probolinggo.
“Ribut/*

