Sibernkri.com // Ketua Exco Partai Buruh Provinsi Jawa Timur, Jazuli, menghadiri langsung agenda pembentukan dan penguatan kepengurusan Exco Partai Buruh Kabupaten Situbondo. Kehadiran Jazuli ini menjadi momentum penting bagi partai berlogo pohon padi tersebut untuk melengkapi struktur organisasi hingga ke tingkat paling bawah di wilayah Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Jazuli menceritakan perjalanan dramatis Partai Buruh yang berhasil lolos verifikasi Pemilu 2024 meskipun merupakan partai baru yang berangkat dari modal swadaya para pekerja.

Jazuli menegaskan bahwa dirinya adalah seorang aktivis buruh murni yang kerap memimpin aksi massa di Surabaya dan daerah industri lainnya, terutama saat menuntut kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK). Ia menyoroti kondisi Situbondo yang saat ini masih memiliki angka upah terendah di Jawa Timur.
“Awalnya saya tidak ada cita-cita jadi ketua partai. Saya ini aktivis buruh. Teman-teman media pasti sering lihat kami aksi di jalan setiap tahun menjelang penetapan upah. Namun, kami sadar bahwa aksi di jalan saja tidak cukup jika regulasinya, seperti UU Cipta Kerja, tidak berpihak pada rakyat kecil,” ujar Jazuli, saat dikonfirmasi di Cafe Dapur Kinara Desa Demung, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, Sabtu (10/1).
Menurut Jazuli, keputusan menghidupkan kembali Partai Buruh diambil setelah para aktivis merasa dikhianati oleh regulasi yang semakin memarjinalkan pekerja, mulai dari maraknya sistem kontrak, karyawan harian lepas, hingga istilah “karyawan serabutan”.
“Pilihan kami hanya dua, diam ditindas atau membentuk partai politik. Karena di sinilah tempat kekuasaan yang mengatur anggaran. Itulah mengapa Partai Buruh lahir dari kalangan bawah, tanpa sokongan orang kaya atau kekuatan besar, murni dari iuran dan semangat gotong royong,” tegasnya.
Meski sempat diragukan karena keterbatasan dana, Partai Buruh Jawa Timur membuktikan taringnya dengan memenuhi syarat verifikasi KPU yang berat. Jazuli menjelaskan bahwa kekuatan utama partai ini adalah sebaran anggotanya yang masif di daerah industri seperti Pasuruan, Sidoarjo, dan Surabaya, yang berasal dari berbagai daerah termasuk Situbondo dan Banyuwangi.
“Jawa Timur punya 38 Kabupaten/Kota dengan KPU minimal 75% daerah dan 50% kecamatan. Alhamdulillah, dengan semangat anggota kami yang menyebar, hampir seluruh wilayah sudah terbentuk, termasuk hari ini kami memastikan Situbondo bergerak serentak,” tambahnya.
Pembentukan Exco Situbondo ini diharapkan menjadi mesin penggerak bagi kaum buruh, petani, nelayan, dan rakyat kecil di Situbondo untuk memperjuangkan hak-hak mereka melalui jalur politik pada masa mendatang.
*Red/”

